Setelah mempertimbangkan satu dua hal, kami putuskan untuk mencoba ikut program afiliasi. Siapa tahu program ini bisa menambah kas situs ini dan mengganti biaya operasionalnya. Amin.
Dari sekian banyak program afiliasi di internet, tentu saja kami pilih yang berhubungan dengan tema situs kami, yakni jalan-jalan. Produknya pun juga mesti kami rasakan dulu, sehingga terpercaya dan dapat kami tularkan kepada ynag lain. Pilihan akhirnya jatuh pada program afiliasi situs penyedia jasa pemesanan hote, booking.com.
Berkali melakukan perjalanan di beberapa negara Eropa, berkali pula kami menggunakan jasa booking.com untuk memesan hotel atau apartemen. Sampai saat ini, semua akomodasi yang kami pesan lewat sini memberikan pengalaman menyenangkan. Harga terjangkau, lokasi strategis, fasilitas pun memadai. Satu lagi, mereka tak mengenakan biaya adimistrasi. Yang besarnya bisa mencapai 2-3 euro sekali booking lewat situs lain.
Menurut informasi di situs mereka, saat ini mereka berhubungan dengan lebih dari 96 ribu hotel di 98 negara di dunia. Cara mencari informasi harga hotel pun mudah. Tinggal memasukkan kota tujuan, tanggal kita menginap dan jumlah orang, maka akan muncul nama-nama hotel yang mereka rekomendasikan. Bahasa dan mata uang bisa dirubah sesuai keinginan. Biasanya setelah daftar hotel muncul kami klik agar muncul harga termurah terlebih dahulu. Baru membandingkan fasilitas dan lokasi setiap hotel.
Semoga informasi ini bermanfaat. Silakan pesan hotel dari sini ketika hendak berlibur.
Possibly Related Posts:
- Mesjid Yavuz Sultan Selim, Mannheim
- Hotel Van Belle, Brussels
- Canary Islands - Kepulauan Kenari - Spanyol (3)
- Buku Panduan Wisata ke Belgia
- Tiket Kereta Murah ke Brussels
Tags: Akomodasi, Tips & Tricks
oleh : Feronica Luttmer
Tempat yang kami kunjungi :
- Pantai Lamai, Kita menginap di daerah Lamai. Berjalan sepanjang pantai Lamai kita dapat melihat batu karang di namakan Hin Yai dan Hin Ta ( Batu karang kakek dan nenek). Ini merupakan legenda dari dari sepasang kekasih yang hidup bersama sampai meninggal dan menjadi sebuah batu karang. Di pantai ini banyak yang menawarkan pijat.
- Pantai Chaweng, pantai ini merupakan pantai terpanjang untuk pulau ini. Di daerah ini penuh dengan kehidupan malam, bar dan restaurant. Daerah sangat penuh dengan turis yang suka dengan keramaian.
- Pantai Big Budha, Ini merupakan teluk yang indah. Di sini terdapat patung Budha denga ketinggian 12m. Boleh di katakan seperti pulau kecil yang di hubungi dengan jalan menuju ke daratan. Kita tidak boleh menggunakan sepatu untuk naik ke atas melihat patung Budha tersebut.
- Dari Koh Samui kita mengambil paket tur menyebrang untuk mengunjungi taman air nasional Anthong Marine Park. Paket 600THB ini termasuk makan siang. Waktu kita ke sana kebetulan ombaknya agak tinggi. Akibatnya waktu kita tukar dari perahu besar ke perahu kecil terus waktu mau turun ke taman air tersebut perahu kecilnya bergoyang-goyang. Biasa cewek-cewek itu pada teriak karena takut perahunya terbalik. He…he…
Untuk turun kering dari perahu ke pantai taman air itu tidak mungkin. Kami mesti taruh tas ransel kita di atas kepala, kalau tidak mau kamera kita kena air. Untungnya itu bagi mereka yang pakai baju renang di double dengan kaos. Celananya tidak basah kuyup. Di sini bagi mereka yang mau berenang airnya jernih banget. Kita di sini bisa keliling naik ke atas dan melihat danau yang airnya hijau. Pokoknya pemandangan di sini bagus.

Dari Koh Samui (Nathon pier) kita menyeberang naik perahu ( Songserm express) ke Koh Phangan 120THB. Pulau ini sangat bagus dan tenang. Pulau ini tidak penuh dengan para turis. Kami seperti tinggal di pulau milik sendiri. Dari pelabuhan Koh Phangan ke bungalow kami naik kendaran pick up tapi bilangnya bus, tidak hanya kita berdua tapi dengan beberapa orang yang di antar ke bungalow. Jalanan disini tidak beraspal tapi jalannya berbatuan. Kita tidak mungkin mendapati mobil sedan di sini. Transport untuk berdua 80THB.
Bungalownya bisa kita langsung pesan di tempat 750THB, lebih murah dari harga di internet.
Di sini kita benar-benar santai.
Pulau ini akan penuh dengan turis dari pulau lainnya apabila Moon Party di pantai Hat Rin
Dari Koh Phangan naik Perahu (Songserm Express) ke Koh Tao harga tiket 250THB.
Di sini juga lucu untuk transport kami naik pick up juga, harganya juga 50THB untuk satu orang terserah berapa jauh, harganya sama. Pulau ini biasanya penuh dengan para turis yang ingin menyelam karena di pulau ini cocok untuk melihat keindahan dalamnya laut. Kami tidak bisa menyelam, hanya menikmati keindahan pulaunya saja dari daratan. Koh Tao artinya pulau kura-kura. Di sini kita menginap di daerah Chalok Baan Kao. Sun Shine Resort dengan harga 400 THB/malam.
Kami mesti balik ke Koh Samui untuk terbang balik ke Bangkok. Koh Tao - Koh Samui ( Songserm Express) 345THB. Kita mesti bayar Airport Tax Koh Samui 400THB dan untuk Airport Tax Bangkok 500THB.
Semoga saja keterangan ini dapat dimengerti dan sangat berguna bagi yang ingin berlibur.
Possibly Related Posts:
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (2)
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (1)
- Akhir Minggu di Heidelberg
- Venezia di Italia (2)
- Venezia di Italia (1)
Tags: Ibukota Asia, Thailand
oleh Feronica Luttmer
Kami mengujungi Istana Vimarnmek dengan menaiki bus dari Sanam luang. Hanya saja kita lupa nomor busnya. Seingatku gampang tinggal tanya saja tidak terlalu mahal dan nyaman karena ber AC. Istana Vimarnmek terbuat dari kayu jati. Kita tidak boleh membawa masuk tas kita. Kita harus menyimpan tas kita di tempat penyimpanan yang harus kita bayar. Kita boleh memotret di dalam istana tersebut. Di dalam istana tersebut banyak sekali koleksi kerajaan waktu berkunjung keluar negeri. Seperti Keramik dari negara China, Eropa. Kita dapat melihat juga mesin ketik, kamar mandi raja, serta lainnya. Pokoknya bagus. Kalau kita sudah mengujungi Grand Palace, lalu mengunjungi istana ini bisa gratis.
Bagi yang ingin naik tuk-tuk untuk mengelilingi Bangkok sebaiknya hati-hati. Karena biasanya pengemudi tuk-tuk ini berkerjasama dengan para toko seperti penjual emas, penjahit pakaian dan lainnya. Biasanya mereka menawarkan kita untuk berkunjung ke sana karena mereka mendapat komisi dari toko tersebut. Atau kalau kita cerita kalau kita akan berkunjung ke Phuket atau ke pulau lainnya, lalu mereka menanyakan kita apakah kita sudah ada tiket atau hotel di sana. Kalau belum mereka akan mengajak kita ke agen perjalanan yang tidak benar. Ini merupakan pengalaman kami.
Waktu itu karena kami akan ke Koh Samui, tapi karena kita belum punya hotel di sana. Pada mulanya kita berinisiatif untuk langsung mencari hotel di Koh Samui. Berhubung waktu itu bulan Desember terjadi tsunami dan Februari kami berlibur ke Thailand. Kami pikir mungkin hotel di Koh Samui bisa saja penuh dari turis yang sebenarnya mau berlibur ke Phuket lalu pindah ke Koh Samui. Ternyata waktu kami di Koh Samui terdapat masalah. Untungnya itu kami balik lagi ke Bangkok dan mengurus kembali. Kami bilang kalau tidak kita akan ke polisi khusu utk para turis yang mempunyai masalah. Akhirnya mereka membayar kembali uang kelebihan yang kami bayar. Mereka tidak ingin berurusan dengan polisi turis. Hotel yang kita tinggal di koh Samui harganya, lebih murah kalau kita pesan langsung di sana dan tidak sesuai hotel yang mereka janjikan. Untung saja semua berjalan dengan baik. Kalau tidak liburan kami jadi tidak menyenangkan.
Oleh karena itu kalau kita berlibur di Koh Samui tidak usah takut di sana banyak sekali hotel untuk para backpacker yang murah dan bersih.
Koh Samui, pulau ini merupakan pulau ketiga terbesar dari Thailand. Kalau Kita terbang ke Koh Samui hanya bisa terbang dengan Bangkok Airways. Karena lapangan terbang ini merupakan lapangan terbang yang di bangun oleh Bangkok Airways. Bangkok airways membangun 3 Lapangan terbang yaitu Koh Samui, Sukhotai, Trat (Koh Chang).
Dari Airport kita bisa naik kendaran angkutan yang namanya songthaeos ke daerah Lamai, Chaweng atau lainnya dengan harga 100THB. Untuk dari daerah Lamai ke Chaweng atau sebaliknya dengan angkutan kami hanya bayar 50THB.
Possibly Related Posts:
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (3)
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (1)
- Akhir Minggu di Heidelberg
- Venezia di Italia (2)
- Venezia di Italia (1)
Tags: Ibukota Asia, Thailand
oleh Feronica Luttmer
25 Februari – 23 Maret 2005
Liburan ke Thailand ini udah dari jauh-jauh hari kami booking. Eh pas Desember kami mendengar tsunami di Asia tenggara, termasuk Thailand. Kami hanya berharap di pulau lainnya tidak parah dan tetap ada turisnya.
Perjalanan Bangkok – Ko Samui – Ko Phangan – Ko Tao – Bangkok
Kami tiba di Bangkok dan segera mengambil peta untuk bekal keliling Bangkok nantinya. Dari Airport kita naik taksi ke Khaosan Road, 350THB. Khaosan Road merupakan daerah untuk backpacker. Hotel di sana dari yang murah sampai yang mahal ada. Sekitar sini penuh dengan restaurant serta dengan banyak pedagang yang menjual souvernir, tapi sebaiknya tidak di sini belanja. Karena seperti biasa di mana penuh dengan turis tentu harganya agak mahal. Daerahnya kalau malam hiruk pikuk ramai dengan para pedagang makan di jalan serta penuh dengan turis yang mana hanya berkunjung ke daerah ini. Pada sore hari jalan di sini ditutup tidak dapat di lalui oleh kendaraan. Karena malamnya jalan ini terdapat bar jalanan atau boleh di bilang menjual minuman keras di jalanan dengan musik.
Di Bangkok kami menginap di D&D inn Khaosan road 750 THB/malam ada AC, plus sarapan pagi.
Enaknya itu dari Khaosan road kita bisa jalan-jalan keliling mengujungi beberapa tempat bisa dengan jalan kaki atau naik bus air dari stasiun bus air Phra Arthit yang tidak jauh dari Khaosan road atau bisa juga naik bus dari alun-alun Sanam Luang.
Tempat yang bisa di kunjungi dengan jalan kaki dari Khaosan road :
- Wat Phra Kaew (Vihara)
Ini merupakan salah satu Wat yang terkenal dari Thailand dengan Patung Budha dari batu Emerald, walau sebenarnya dari batu giok
- Grand Palace, tiket masuk 250THB. Harga tiket ini termasuk juga tiket masuk ke Vimarnmek Palace. Kita harus berpakaian sopan dan biasanya tidak di ijinkan masuk kalau kita pakai sandal. Kalau kita pakai celana pendek, kita bisa sewa kain sebelum masuk ke komplek grand palace.
Dengan naik bus air dari Phra Arthit, kita bisa mengunjungi :
- Wat Po, bus air Phra Arthit – Wat Po 6THB. Tiket masuk 20 THB, tapi aku sempat juga di kira orang Thailand. Kalau orang Thailand, mereka tidak perlu bayar untuk masuk ke vihara. Di dalam Tempel ini kami melihat patung Budha sedang berbaring yang terbuat dari emas. Panjangnya 45m dan tinggi 15 m. Pada kaki patung Budha terdapat 108 simbol dimana dapat di lihat penerangan dari Budha. Sayangnya kami tidak bisa ambil gambar yang bagus untuk patung Budha ini.
- Wat Arun, bus air Wat Po – Wat Arun 2THB. Tiket masuk 20THB, seperti biasa di kira orang Thailand dan dibilang tidak perlu bayar. Tapi aku bilang orang indo. Jadi harus membayar he…he… Arti dari pagoda ini adalah tempel terbitnya matahari. Dinamakan begitu karena ketika itu raja Taksin di pagi hari datang untuk meresmikan temple ini, sinarnya terbit matahari menyinari temple ini. Pagoda ini dilapisi dengan keramik dari China sehingga sinar matahari memantulkan cahayanya dengan sangat indah pada pagoda ini. Tinggi Pagoda ini 74 m. Tangga yang menuju ke atas sunggu sempit.
- Chinatown, bus air Wat Po – Tha Song Wat 8THB. Nach di sini kita bisa keliling belanja seperti di Jakarta gitu. Seperti di daerah Glodok kota atau pasar pagi. Barangnya boleh di bilang murah-murah dan penuh juga dengan restaurant kaki lima.
- Dari Chinatown kita balik ke Phra Arthit naik bus air lagi 6THB
Possibly Related Posts:
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (3)
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (2)
- Akhir Minggu di Heidelberg
- Venezia di Italia (2)
- Venezia di Italia (1)
Tags: Asia, Ibukota Asia, Thailand
Tak lama di Heidelberg, kami naik tram menuju Mannheim untuk mengunjungi mesjid terbesar di Jerman. Mesjid Yavuz Sultan Selim namanya.
Mesjid ini dibangun antara tahun 1993 hingga 1995 di daerah bernama Jungbusch di kota Mannheim. Dinamai berdasarkan Sultan Selim I, yang dikenal dnegan julukan Yavuz. Artinya bintang. Arsitek tempat ibadah ini adalah Hubert Geißler and Mehmet Bedri Sevincsoy, punya satu kubah besar dan menara setinggi 36 meter.
Mulanya sempat enggan kami kesana. Hari itu sangat panas, suhu udara sekitar 30 °C. Kami mulai lemas setelah naik ke bukit dimana Istana Heidelberg berdiri. Serta menyusuri Hauptstrasse Heidelberg di tengah kerumunan banyak sekali manusia dan panasnya cuaca. Apalagi hari sudah mendekati senja. Pukul setengah empat tepatnya. Jika sejam kemudian sampai tujuan, sholat sebentar disana, maka kami perkirakan akan sampai rumah menjelang tengah malam.
Akan tetapi, terlanjur berada dalam tram menuju Mannheim, niat mengunjungi mesjid kami teruskan juga. Sekitar tiga perempat jam perjalanan lamanya. Hingga beberapa dari kami tertidur di dalamnya. Kami turun di Bildungsakademie. Melanjutkan dengan tram nomor tiga ke arah mesjid. Hanya dua halte jauhnya. Keluar dari halte tram di bawah tanah, ternyata kami langsung berada di depan mesjid.
Mesjid ini tak memiliki halaman. Tepat di seberangnya berdiri sebuah gereja, Liebfrauenkirche. Di bagian depan di antara dua pintu masuk jamaah lelaki dan wanita ada satu kios dan satu tukang cukur rambut. Mereka dimiliki oleh orang-orang Turki.
Kami berpisah menuju pintu masuk berbeda. Bapak mengajak Adik. Sedangkan Embak masuk melalui pintu khusus muslimah di sebelah kiri. Tapi kemudian kami kesasar, berbelok ke kanan, ke tempat wudhu bapak-bapak yang terlihat sangat mewah. Sebuah lingkaran marmer dengan keran-keran di sekelilingnya, dan tempat-tempat duduk rendah, juga dari marmer putih. Seorang anak menunjukkan dimana letak tempat wudhu wanita. Sebuah ruangan mirip toilet biasa. Namun ada wastafel rendah untuk mencuci kaki.
Keluar dari tempat wudhu, kami sudah harus melepas sepatu. Namun tetap diminta untuk mengenakan kaos kaki. Sebab kami sudah memasuki wilayah karpet tebal mereka. Karpet telah membentang dari lantai dasar hingga dua lantai di atasnya. Bahkan tangganya pun beralas karpet tebal. Mungkin karena luasanya wilayah karpet ini sehingga mesjid ini diperkirakan mampu menampung 2500 jemaah. Yang terbanyak di Jerman, sehingga hingga saat ini menjadi mesjid terbesar di negeri ini.
Seorang wanita menunjukkan tempat sholat wanita di lantai dua. Lantai satu adalah tempat sholat utama jamaah pria. Tak seorang pun sholat saat itu. Lantai dasarnya terdiri dari banyak pilar berwarna putih dan coklat. Sedangkan karpet empuknya didominasi warna merah. Lampu-lampu kristal gantung menghiasi atap dan kubah mesjid. Menurut Emak, interiornya lebih sederhana dibanding mesjid besar di Jerman lainnya, Merkez Moschee Duisburg.
Possibly Related Posts:
- Program Afiliasi Perhotelan Booking.com
- Hotel Van Belle, Brussels
- Canary Islands - Kepulauan Kenari - Spanyol (3)
- Buku Panduan Wisata ke Belgia
- Tiket Kereta Murah ke Brussels
Tags: Islam di Eropa, Islam di jerman, Mesjid, Seputar Jerman
Ini kumpulan video dari kota Heidelberg di musim panas tahun 2010.
Suasana di dalam istana Heidelberg.
Kedua adalah kota Heidelberg direkam dari Schlossgarten.
Terakhir adalah suasana di sekitar balai kota Heidelberg.
Possibly Related Posts:
- Di Alter Zoll, Bonn
- Place de Palais, Brussels
- Markas Besar Uni Eropa, Brussels
- Video Grote Markt/Grand Place, Brussels
- Place de la Bourse, Brussels
Tags: Seputar Jerman
Heidelberg adalah salah satu kota tujuan wisata utama di Jerman. Dulunya adalah ibukota Kurpfalz. Kota tuanya terletak antara Sungai Neckar dan pegunungan, dimana berdiri reruntuhan satu istana selama berabad lamanya. Penulis-penulis terkenal Jerman seperti Armin, Brentano, Eichendorff, Keller pernah hidup di sini.
Sudah sangat lama kami ingin sekali mengunjungi kota ini. Tepatnya saat kami masih tinggal di kota Nuernberg. Dari sana sebenarnya tak terlalu jauh ke Heidelberg, yakni sekitar 4 jam perjalanan dengan kereta api ekonomi. Namun kesempatan itu baru tiba belum lama ini. Dari Düren, tempat kami tinggal sekarang, Heidelberg sejarak sekitar 6 jam perjalanan dengan kereta api ekonomi.
Kami sekeluarga membeli tiket akhir minggu (Wochenendeticket), berjalan kaki pagi-pagi dari rumah agar bisa mengejar kereta pukul 5 pagi. Perjalanan lancar hingga hampir pukul sebelas kami di Heidelberg. Melewati banyak kota serta naik turun berganti kereta api.
Cuaca sangat cerah hari itu. Bahkan terasa sangat panas setelah berhari sebelumnya selalu mendung dan hujan di beberapa bagian Jerman. Suasana ramai sudah terasa begitu kami sampai di stasiun pusat kota Heidelberg. Keluar dari stasiun suasana kota wisata segera terasa. Orang asing berseliweran. Keluar masuk kantor turis informasi di depan stasiun. Kami sendiri sudah punya peta di buku panduan.
Kami naik bus yang lewat halte Rathaus. Tujuan pertama adalah naik ke reruntuhan istana dimana Raja-Raja Pfalz memerintah selama lima abad lamanya. Sejak diserang oleh bala tentara Perancis pada tahun 1689 dan 1693, istana ini tak pernah dibangun kembali secara utuh.
Naik ke istana dengan menggunakan gerbong khusus ternyata mahal rasanya bagi kami. Padahal jika berjalan kaki istana tersebut bisa dicapai selama 10 - 15 menit. Kami pilih alternatif kedua. Bapak agak kesusahan juga membawa kereta dorong Adik melalui tanjakan terjal menuju istana. Kami masuk sebentar, berfoto diantara tembok-tembok batu tua. Sebagian sedang direnovasi. Lapar dan kepanasan, kami kemudian turun, lalu naik kembali menuju kebun istana di luar area istana.
Schlossgarten (kebun istana Heidelberg) terlihat luas, sejuk dan tenang. Cocok untuk berpiknik atau sekedar bersantai atau tidur-tiduran. Awalnya kami duduk-duduk di bawah pepohonan rindang di kebun bagian bawah. Menyantap bekal dari rumah. Sebelum kembali, kami naik ke kebun atas, memotret serta mereka suasana kota tua Heidelberg di bawah sana. Kebun atas lebih luas dan ramai di banding di bawah. Ada satu kolam air mancur sedang direnovasi. Kami keliling sebentar saja.
Di kota tua, suasana terlihat semakin ramai saja. Kami memuli perjalanan dari Rathaus. Banyak sekali turis berwajah asia kami jumpai di sini. Toko-toko menggunakan tulisan korea dan jepang. Sehingga kami simpulkan bahwa pasti banyak turis dari kedua negara itu disini.
Hari semakin panas saja. Dan kemuruman orang semakin padat. Kami susuri Hauptstrasse, melewati Heilig Geist Kirche, toko-toko beraneka rupa, kafe-kafe, restauran berbagai macam makanan, kedai-kedai cinderamata, gedung-gedung tua unik di sepanjang jalan ini. Semuanya terasa indah, unik serta mengesankan. Sayangnya kami tak bisa berlama-lama. Ada satu tempat lagi ingin kami kunjungi sore itu. Apalagi hari semakin panas. Kurang nyaman rasanya berjalan di bawah terik matahari. Sampai di ujung Hauptstrasse, kami segera ke halte transportasi umum. Untuk segera naik ke sebuah tram menuju kota tetangga Heidelberg, Mannheim.
Possibly Related Posts:
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (3)
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (2)
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (1)
- Venezia di Italia (2)
- Venezia di Italia (1)
Tags: Kota tua, Seputar Jerman
oleh Feronica Luttmer
Tempat yang kami kelilingi :
- Alun-alun Markus ( Markusplace ) merupakan jantung kota. Kita di sini juga bisa foto waktu kita kasih makan burung merpati, tinggal beli makanan burung aja, aku sich cuma numpang mejeng aja.
- Basilica di San Marco (Gereja Markus). Kita dapat masuk ke sana setelah kita membayar tiket masuk. Hanya saja waktu itu kami tidak masuk karena antriannya panjang sekali. Kami berfoto-foto saja dari luar. Gereja ini mempunyai 3 bagian muka gedung, dimana 2 tingkat utama penuh dihiasi dengan mosaik.
- Palazzo Ducale (Dogenpalace), Bangunan kedua ini berhubungan dengan Gereja Markus melalui Porta della Carta yang merupakan jalan masuk ke halaman istana. Harga tiket masuk di sini waktu itu 9,5 € . Bangunan ini merupakan karya utama peralihan corak antara Gotik dan Renaissance. Bangunan ini juga merupakan symbol dari kekuasaan, kekuatan serta kecantikan negara Venezia. Sayangnya kita juga tidak masuk ke sini selain mahal itu antriannya panjang banget. Padahal waktu itu belum musim turis banget, gimana waktu musim turis ya?
- Campanile, merupakan menara dari Gereja Markus. Di Venezia menamakannya tuan rumah. Menara ini merupakan kekuasaan dan simbol dari Republik. Sebagai penghargaan dapat di lihat dari Patung Malaikat agung Gabriel sejak 1517 yang berada di ujung menara yang menaungi tempat ini. Menara gereja Italia selalu dibangun untuk menyesuaikan bagian dari gereja dan seharusnya sebagai keuntungan dari Venezia. Ketika 14 juli 1902 Menara ini runtuh, untungnya cuma di depan menara. Pada tahun 1903 – 1912 di bangun kembali seperti semula. Dari atas menara ini kita dapat melihat pemandangan sekitar kota dan laguna.
- Jembatan Rialto, Jembatan ini di bangunan untuk menghubungi antara kanal, pertama kali di bangun dari kayu. Jembatan ini runtuh karena keberatan penonton di atas jembatan ini, ketika itu ada prosesi pernikahan. Jembatan ini akhirnya di bangun dari batu. Jembatan ini merupakan jembatan pertama di Venezia. Waktu kita di sana, ada satu pasangan pengantin dari Inggris yang menikah di Venezia dan mengambil foto di atas jembatan Rialto ini.
- San Giorgio Maggiore, Gereja ini terletak di pulau sebrang Venezia. Dengan tiket 24 jam kita bisa ke sana dengan bus air. Gereja ini di bangun dari batu kapur. Di dalam gereja ini bagus sekali, hanya saja untuk ke atas menaranya kita mesti bayar tiket masuk.
Lebih baik kita juga berjalan kaki untuk keliling sekitar Venezia, dengan begitu kita bisa banyak menemukan beberapa bangunan tua di sekelilingnya. Dengan melewati beberapa gang kecil yang mengelilingi Venezia.
- Lido, untuk orang Italia yang tinggal di pulau ini tidak dapat di katakan sebagai Venezia. Bagi penduduk Venezia, pulau ini digunakan untuk berjemur di pantai di depan rumah. Di pulau ini kita dapat menemukan gubuk atau rumah kayu kecil yang terletak di pantai. Bangunan ini di gunakan di waktu musim panas, harga untuk menyewa bangunan ini ternyata tidak murah. Kami mengelilingi pulau hanya dengan berjalan kaki. Tidak semua di pulau ini kami lihat. Kami juga berjalan-jalan di pantai.
- Murano, dengan naik bus air lagi kita ke pulau yang terkenal sebagai pulau dengan kesenian membuat beragam bentuk souvenir atau hiasan dari gelas. Kita dapat melihat pabrik yang sedang membuat kelereng dari gelas. Pulau ini hanya di huni oleh para seniman karena dulunya administrasi negara Venezia takut dengan bahaya kebakaran dari panasnya oven gelas serta takut negara lain mencuri teknik membuat gelas ini. Dulu tidak semua dapat menyingahi pulau ini.
- Burano, pulau ini seperti murano di huni oleh para seniman, hanya saja pulau ini untuk para pengerajin seni rajutan renda.
Bagi yang ingin melihat karnaval topeng Venezia, sebaiknya di akhir bulan Februari berlibur di sana. Aku ada cerita lain juga, bagi yang ingin duduk minum kopi atau es di restaurant di daerah alun-alun Markus dengan orchestranya. Kita nantinya mesti bayar juga biaya untuk mendengar musik orchestra tersebut. Sebaiknya duduk di tangga sekitar alun-alun, gratis
Possibly Related Posts:
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (3)
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (2)
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (1)
- Akhir Minggu di Heidelberg
- Venezia di Italia (1)
Tags: Eropa Selatan, Italia
oleh Feronica Luttmer
27 Mai – 06 Juni 2004
Liburan di Venezia sangat menyenangkan. Pemandangan di sini sangat indah. Kota ini di kelilingi oleh beberapa kanal. Sebaiknya sich kalau liburan ke sini tidak di musim penuh dengan turis, karena akan sempit sekali dan mahal.
Waktu itu kami liburannya akhir bulan Mai sampai awal Juni gitu. Udaranya lumayan enak dan tidak terlalu penuh dengan turis. Sebenarnya kami tidak hanya liburan di Venezia, tapi juga Gardasee dan Verona. Ini hanya cerita kami waktu di Venezia saja.
Kami berangkat liburan dengan naik mobil dan bermaksud kemping. Tinggal di hotel di venezia itu mahal. Oleh karena itu alternatif yang terbaik adalah kemping. Tempat kempingnya terdapat di Punta Sabbioni seberang dari kota Venezia. Kota Venezia dapat di tempuh dengan waktu kurang lebih 45 menit dari Punta Sabbioni dengan perau motor.
Bagi yang terbang ke Venezia, dapat juga menyebrang ke Punta Sabbioni untuk menginap di sana. Waktu itu banyak juga orang Italia yang berlibur ke Venezia dengan naik mobil kemping menginap di daerah Punta Sabbioni, tapi tidak tinggal di kompleks perkemahan. Padahal tempat mereka parkir itu di larang parkir, tapi tetap aja mereka cuek. Malah memancing serta langsung panggang ikan disana.
Dari tempat menginap/kemping menuju pelabuhan perahu motor tak jauh. Sekitar 15 menit berjalan kaki. Harga sewa tenpat kemping saat itu 21 euro semalam. Orang bisa juga menyewa bungalow berpendingin jika mau.
Untuk transportasi, yang umum biasanya orang naik perahu motor. Fungsinya mirip bus, namun berjalan di atas air. Ada halte-halte pemberhentiannya juga. Saat itu satu orang harga tiketnya 6 euro pp. Tiket 24 jam harganya 10,50 euro per orang. Ada juga tiket untuk 3 dan 5 hari.
Di Venezia ada dua stasiun kereta api. D pulau (Stasiun Santa Lucia) dan di daratan (Stasiun Venezia Mestre). Dari Santa Lucia ke Mestre bisa naik kereta api dengan tarif saat itu 1 euro per orang. Awalnya kami membeli tiket pp saja. Dan waktu itu agak telat menyeberang. Ternyata satu hari berkeliling Venezia sambil berjalan kaki, membuat badan pegal dan tak semuanya bisa dilihat. Besoknya kami membeli tiket 24 jam sehingga bisa berkeliling naik bus air/perahu motor.
Banyak orang kemping sambil membawa kanu atau perahu kecil sendiri. Dari sana, mereka mendayung hingga Venezia. Kadang kami lihat, saking penuhnya satu kanal dengan perahu dan gondola, sampai-sampai bertabrakan. Saat satu perahu dikayuh mundur, pengayunya tidak melihat ada satu gondola mau lewat. Pengemudi gondola marah-marah. Belum lagi ditambah bus atau taksi air. Kalau musim panas, pasti suasananya lebih ramai. Kanal juga pasti lebih ramai oleh turis yang membawa perahu sendiri.
Gondola adalah perahu tipikal di Venezia. Dikayuh mengelilingi kanal oleh pengmudinya. Harganya tak murah mesti tawar menawar dulu sebelum naik. Saat itu harganya sekitar 62 euro utuk 50 menit (maksimal 5 orang). Kami tidak naik, sebab menurut kami terlalu mahal.
Possibly Related Posts:
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (3)
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (2)
- Thailand (Bangkok, Koh Samui, Koh Phangan, Koh Tao) (1)
- Akhir Minggu di Heidelberg
- Venezia di Italia (2)
Tags: Eropa Selatan, Italia
Memandang ke arah Sungai Rhein dan tujuh pegunungan Siebengebirge di belakangnya.
Possibly Related Posts:
- Video dari Kota Heidelberg
- Place de Palais, Brussels
- Markas Besar Uni Eropa, Brussels
- Video Grote Markt/Grand Place, Brussels
- Place de la Bourse, Brussels
Tags: Seputar Jerman, Sungai Rhein



Apa Kata Mereka...