Kabar mengejutkan datang dari penerbangan murah besar di Asia, yakni AirAsia minggu lalu. Emak dapatkan dari fan page AirAsia di jejaring sosial paling ternama saat ini. Katanya, beberapa penerbangan AirAsia bakal dihentikan. Alasannya selain karena melambungnya harga bahan bakar dan pajak, juga mereka ingin berkonsentrasi di pasar Australaisa , China, Taiwan, Jepang dan Korea.
Kabar ini selain mengagetkan juga menyedihkan bagi kami. Mulai akhir Maret, maka penerbangan arah Asia dari Kuala Lumpur yakni dari London dan Paris akan dihentikan. Padahal ini adalah salah satu alternatif murah untuk terbang ke Asia. Apalagi ada rumor sebelumnya bahwa akan ada koneksi baru dari Jerman. Yaitu dari Cologne-Bonn dan atau dari Berlin. Dengan adanya keputusan penghentian penerbangan ke Eropa ini, naga-naganya, koneksi ke Jerman juga dibatalkan. Entahlah, apakah keputusan ini jangka panjang ataukah pendek. Yah, semoga saja lebih banyak tiket murah dari penerbangan konvensional nantinya ke arah Asia. Amin….
Possibly Related Posts:
- Riset Sebelum Jalan-Jalan Ala Keluarga Pelancong
- Makanan Halal di Antwerpen
- Tinggal di Desa
- Maraknya Wisata Halal
- Hidup, Tak Lain Adalah Sebuah Perjalanan
Tags: Asia, Maskapai murah, Maskapai Penerbangan, Sekilas info
Pertengahan tahun lalu Bapak beruntung mendapatkan satu voucher menginap gratis di salah satu dari banyak sekali jugendherberge/youth hostel di negara bagian Rheinland-Pfalz. Berbulan-bulan voucher tersebut nganggur nyaris terlupakan. Akhir Desember adalah batas akhir berlakunya. Sayang sekali jika tak digunakan. Pertengahan Desember kami akhirnya bisa meluangkan waktu untuk liburan singkat.
Ada 42 youth hostel di negara bagian Rheinland Pfalz, terbagi menjadi 4 kelas : II, III, IV, IV+, Inginnya kami mencari youth hostel terbaik kelas IV+ dan tak terlalu dekat dengan rumah. Maksimal sejam perjalanan lah dari rumah. Bapak memesan kamar agak mepet. Di awal minggu. Padahal kami ingin datang hari Jumat. Semua youth hostel terbaik dan terdekat sudah penuh. Bapak mencoba menelpon ke Altenahr, Bad Neuenahr dan Prüm. negatif. Alternatif terakhir adalah Gerolstein, kelas III. Kami ambil.
Cuaca di sore saat kami berangkat tak terlalu elok. Hujan. Di Jumat sore, jalan tol juga relatif ramai. Akan tetapi semuanya kami lalui dengan lancar. Menjelang natal, ramai sekali dekorasi bertema natal di youth hostel Gerolstein. Bahkan lagu-lagu natal diputar kencang di lantai dasar, oleh ibu-ibu resepsionis.
Menunggu sejenak di dekat meja penerima tamu, kami disambut ibu setengah baya dengan ramah. Urusan admistrasi selesai dengan cepat. Beliau langsung memberikan kunci kamar kami. Untungnya masih di lantai yang sama.
Youth hostel, adalah penginapan relatif murah. Di Rheinland Pfalz, jika ingin menginap di salah satu youth hostel mesti menjadi anggota terlebih dahulu. Kalau kepepet, bisa mendaftar menjadi anggota saat masuk atau menginap. Keanggotaan berlaku hingga 15 bulan. Jika mendaftar bulan November 2011, maka keanggotaan akan berlaku hingga akhir Januari 2013. Negara bagian lain di Jerman ada ynag tak mensyaratkan keanggotaan. Akan tetapi, bukan anggota tarif menginapnya sedikit lebih mahal. masuk kamar, tak bisa langsung tidur seperti biasa. Kami mesti kerja bakti memasang alas kasur, alas selimut dan alas bantal. Sebelum pulang pun ada tugas mencopoti alas-alas tersebut, memasukkannya ke dalam keranjang cucian di dekat resepsionis.
Kamar kami disini tak terlalu luas. Paling-paling sekira 20 meter persegi. Lebih kecil dari youth hostel Montabaur. Kamar mandinya juga lebih sempit. Ada dua kamar tidur bertingkat buat kami berempat. Dua lemari pakaian besar, satu meja dengan tiga kursi. Tak cukup buat duduk berempat tentu saja.
Yang menyenangkan dari tempat ini bagi anak-anak adalah karena adanya satu kamar bermain besar. Mainannya sangat bervariasi mencakup segala level umur anak. Buku bacaannya sungguh membuat Embak tahan berlama-lama di dalamnya. Adik pun susah disuruh berhenti main. Selain kami, ada beberapa keluarga lagi bersama anak-anak mereka yang aktif. Kami dengar mereka lari-lari dan berteriak di koridor depan kamar. Selain kamar bermain, ada satu meja ping pong (alatnya harus dibawa sendiri atau membelinya di resepsionis), serta satu meja pinball, favorit Adik. Mereka cuma diperbolehkan main sekali saja.
Semalam di youth hostel ini sungguh mengesankan. Adik tak mau pulang. Bapak berencana kembali lagi kemari insyaallah suatu saat di musim panas. Untuk menghibur anak-anak dan menjelajah alam Gerolstein yang terkenal dengan sumber air mineral ini. Semoga saja!
Possibly Related Posts:
- Berkendara di Swiss
- Hotel Poker Rimini
- Riset Sebelum Jalan-Jalan Ala Keluarga Pelancong
- Daftar Maskapai Penerbangan Murah Dunia
- Hotel Etap Antwerpen Central
Tags: Akomodasi, Eifel, Rheinland Pfalz, Seputar Jerman, Youth Hostel
Menginap semalam gratis di Eifelsteig-Jugendherberge Gerolstein, sebuah youth hostel di negara bagian Rheinland Pfalz, kami tak berkehendak untuk menjelajah alam pertengahan Desember lalu. Cuaca buruk, mendung tebal dan hujan hanya di malam sebelumnya. Karenanya kami tak memiliki perbekalan memadai. Kami hanya bermaksud jalan-jalan sejenak menikmati isi kota yang terkenal akan sumber air mineralnya ini.
Malamnya, temperatur udara turun drastis. Hujan di ramalan cuaca ternyata berubah menjadi hujan salju lebat, sehingga kota Gerolstein di sekitar tertututp selimut putih tebal. Menyesal kami tak membawa schlitten, seluncuran salju milik kami. Apalagi ketika lewat daerah Prüm yang memiliki dua tempat bermain ski dan schlitten. Nah ya, sebagus-bagusnya ramalan manusia tak kan bisa mengalahkan kehendak Allah.
Menjelang check out Emak melihat beberapa brosur wisata di seputar Gerolstein. Sementara menurut informasi resepsionis, di musim dingin sangat sedikit wisata alam yang bisa dilakukan. Cuaca sering tak memungkinkan. Dari brosur, tapi ada beberapa hal menarik. Diantaranya adalah wisata gua-gua di pegunungan sekitar Gerolstein dan sebuah puri kuno.
Ada banyak gua yang bisa dikunjungi. Ibu resepsionis menyarankan Mühlensteinhöhlen di desa bernama Hohenfels-Essingen.
Jalanan normal ke desa tersebut ditutup entah kenapa, sehingga kami mesti memutar lebih dulu. Perjalanan lancar dengan pemandangan umum berupa hamparan salju dimana-mana. Bapak memarkir kendaraan di tempat yang ditunjukkan ibu resepsionis. Ternyata masih jauh dari lokasi gua-gua tersebut. Bapak menanyakan ke penduduk setempat apakah mungkin memarkirnya tak jauh dari gua. Kata seorang bapak tua, sebaiknya tidak, sebab tak diketahui dengan pasti kondisi jalanan beraspal menuju atas sana. Salju lumayan tebal, bisa jadi ada lapisan es licin tak dibersihkan.
Jelajah alam kali ini tak kami lakukan dengan persiapan matang, mendadak. Sepatu musim dingin kami biasa saja. Tanpa alas tebal dan kasar. Licin digunakan berjalan diatas salju, apalagi jalan berlapis es. Sarung tangan tipis-tipis saja. Tak cukup menahan dinginnya udara. Sehingga kedua telapak tangan lebih banyak berada dalam saku jaket musim dingin. Walau jaketnya lumayan memadai, kami tak memakai celana khusus. Klop sudah penderitaan disengaja ini.
Jalanan naik dan licin membuat kami berjalan pelan, hati-hati. Makin lama tanjakan makin curam. Meski lokasinya Tanjakan satu kilometer lebih kami lalui selama setengah jam lebih. Dalam kondisi normal tanpa salju atau es, kendaraan pribadi bisa naik dan parkir dekat lokasi gua.
Kompleks pelataran sebelum menuju gua terlihat lengang. Sepertinya hanya orang tak ada kerjaan seperti kami kami mau naik-naik ke gunung bersalju di tengah temperatur udara tak jauh dari titik beku seperti ini. Ada dua rumah kayu terbuka tempat orang istirahat, sebuah taman bermain anak di dalam sebuah cekungan bebatuan alam.
Kami putuskan langsung naik lagi menuju lokasi gua. Sebuah tangga dan papan petunjuk mengisyaratkan bahwa perjalanan belum usai. masih ada tanjakan ynag musti dihajar. Di tangga, kami melihat satu jejak sepatu dan anjing. Rupanya tak hanya kami orang kurang kerjaan naik melihat gus di tengah salju tebal. Cuaca yang sepertinya cerah tadi pagi, berubah mulai tak bersahabat ketika kami berada di atas. Mendung menebal, suhu udara terasa mendingin. Entah berapa derajat Celcius.
Mühlenberg, gunung mini setinggi 583 meter ini adalah gunung batu basalt. Bebatuan ini dulunya sebagian ditambang untuk dijadikan penggilingan. Sebagian bangku dan meja batu di pelataran tadi juga terbuat dari batu basalt ini. Nah tempat bekas lokasi penambangan itu berubah menjadi gua. Ada setidaknya tiga gua besar bernama Schwedenfeste, Borussiahöhle dan St.-Martin-Höhle.
Awalnya Emak membayangkan gua-gua besar dan panjang. Setelah melewati sebuah tempat pemujaan di gunung, kami temukan Gua St.-Martin. Sebuah tangga membawa kami ke peurt gua. Adik menjerit, takut melihat kegelapan. Setelah Emak merayu, mau juga dia. Dalamnya tak terlalu luas. Lebih hangat rasanya berdiam di dalam sana. Luasnya seukuran ruangan besar. Tak lebih dari 10×10 meter persegi.
Keluar, kami balik arah menuju Gua Borussia. Satu ini lebih panjang , entah berapa meter menjorok ke dalam. Emak memegang Adik yang hanya mau berdiri di mulut gua. Bapak mau lebih ke dalam. Tak terlalu jauh. Senter bawaan tak bagus lampunya. Tak mau berlama-lama dalam kedinginan, kami secepatnya kembali ke parkiran. Adik merengek dan menangis hampir sepanjang jalan pulang. Rupanya sudah sangat kedinginan.
Di bulan Desember-April, kami temukan sebuah informasi di situs milik desa Hohenfels-Essingen, gua-gua tersebut disarankan tidak dimasuki. Sebab menjadi tempat peristirahatan para kelelawar di musim dingin. Yaaa…. terlambat!
Possibly Related Posts:
- Luzern, Sebuah Gambaran Tentang Surga di Dunia?
- Menatap Swiss di Musim Dingin
- Centro Islamico Al-Tawhid, Mesjid Sederhana di Rimini, Italia
- Di Republik San Marino (2)
- Republik San Marino (1)
Tags: Eifel, Gua, pegunungan, Rheinland Pfalz, Seputar Jerman
Dari hotel, kami mendapat jatah makan pagi setiap harinya. Makan di waktu-waktu lainnya harus beli. Di Rimini, dan Italia pada umumnya, harga makanan kami rasakan lebih mahal dibanding di Jerman. Selama di Rimini tak sering kami makan di luar. Paling sehari sekali. Untuk makan malam, kami membelinya di supermarket setempat. Selain harganya jauh lebih murah, kami bisa meneliti dan membli produk-produk aman dikonsumsi. Alias halal. Resikonya adalah kami tak bisa makan makanan hangat. Apalagi di hotel tempat kami punya jenis colokan berbeda dengan Jerman. Alat penjerang air yang kami bawa tak berfungsi disini. Kami pun tak membawa adaptor. Yah harus bersyukur dengan makanan dingin dari supermarket.
Makanan dari supermarket paling-paling adalah roti dengan tuna kalengan dan salat. Kadang kami beli pula pizza supermarket murah meriah. Alhamdulillah kenyang dan hemat.
Pertama makan di luar, kami pilih kedai Turki. Ada label halal di kedai mereka. Jadi kami tak ragu-ragu masuk. Bapak dan anak-anak pilih kebab. Emak pikir, kebab mah sudah biasa di Jerman. Emak pilih pasta saja. Ada lasagna di menu mereka. Saat Emak tanyakan kata mereka lasagna-nya juga halal.
Dag dig dug Emak menunggu lasagna. Kebab-nya enak. Tapi rasanya standar. Samalh dengan makanan serupa di negeri tempat kami tinggal. Lasagna-nya mengecewakannn. Ternyata hanyalah lasagna beku yang dipanaskan dengan microwave. Lalu langsung dihidangkan. Mana harganya mahal lagi. Kalau lasagna seperti ini di Jerman juga tinggal beli di supermarket. Rasanya pun tak ada spesial-spesialnya. Gondoklah Emak…. hihihi..:)
Di San Marino, kami perhatikan harga makanannya tak semahal di Rimini. Makanya kami berani masuk sebuah restoran yang harga makananya terjangkau kantong. Di San Marino tak ada pajak apapun. Itulah sebabnya mereka bisa menjual apapun lebih murah dibanding Italia. Emak pilih pasta lagi. Kali ini Spaghetti frutti di mare, ato spaghetti seafood. Bapak dan anak maunya pizza. Pizza agak tebal, tak tipis bagai pizza yang kami makan di Venezia. Spaghettinya tak terlalu banyak tomat serta tak ada rasa oregano atau basilikum. Hanya terlihat tumisan tomat dan entah bumbu apa. Seafoodnya tak sedikit. Didominasi oleh kerang. Rasanya sederhana namun nikmat. Puas bisa makan pasta enak kali ini.
Possibly Related Posts:
- Makanan Halal di Antwerpen
- Ravintola Habibi, Restauran Halal di Helsinki
- Wisata Kuliner di Brussels (2)
- Wisata Kuliner di Brussels (1)
- Rheinlauf, Pertengahan Sungai Rhein Dari Mainz Hingga Köln
Tags: Makanan Halal, wisata kuliner
Di hari terakhir, setelah check out kami punya waktu hampir seharian. Pesawat pulang terbang di malam hari. Melihat jembatan tua Ponte di Tiberio, siangnya kami alokasikan waktu singgah di mesjid setempat sekalian sholat dhuhur dan ashar. Di hari pertama di Rimini sebenarnya kami telah melewati mesjid tersebut. Hari itu hari libur sehingga setelah sholat dhuhur bagian depan mesjid sangat ramai. Para lelaki bergerombol. Emak jadi enggan masuk. Selain itu kami berniat mengunjungi satu mesjid lain di Jalan Via destra del Porto. Sayangnya tak ada mesjid di alamat yang kami tuju. Entah, apa dulunya memang ada mesjid, ada informasi di internet tak benar.
Kami sempat mampir dan berbelanja di sebuah toko milik seorang muslim Bangladesh. Tokonya dekat dengan mesjid dan stasiun pusat Rimini. Lumayan besar dan menjual sosis halal, aneka ikan dan beberapa barang oriental lainnya. Saat kami masuk, lelaki 30-an menyapa dalam bahasa inggris. Menanyakan apakah kami orang Malaysia. Saat kami jawab Indonesia, dia bilang, minggu lalu ada tiga penyanyi asal Indonesia mampir juga ke toko tersebut. Tapi dia lupa siapa nama mereka.
Di dekat situ ada mesjid, katanya lagi. Kami bilang kami sudah lewat sana. Katanya di Rimini banyak orang Bangladesh. Makanya dia sampai bisa buka toko. KKetika kami tanya, banyakkah warga muslim di Rimini, jawabannya tak nyambung. Semua orang Bangladesh disini adalah muslim. Jadi perkirakan banyak juga. Gerombolan lelaki di depan mesjid tadi berbahasa Arab.
Mesjid Al-Tawhid Rimini terletak di Jalan Corso Papa Giovanni XXII nomor 100, adalah satu bangunan berbentuk rumah dua lantai. Daerah sekitarnya dipenuhi toko-toko India, Bangladesh dan orang kulit hitam. Daerah orang asingnya Rimini. Lantai pertama diperuntukkan sebagai ruang sholat pria. Sedangkan wanita di lantai atas.
Emak dan Embak naik ke lantai atas setelah menyimpan sepatu di lantai dasar. Toilet lantai atas dikunci. Tak berani kembali ke bawah sebab khawatir Bapak sudah masuk ke ruang sholat, kami bertayammum. Lalu menunggu di salah satu dari kedua kamar. Kamar bagian depan semuanya berkarpet. Kamar lainnya berkarpet sebagian. Mungkin kamar ini dipergunakan jika jamaah tak tertampung ruang sholat depan. Karpetnya tampak usang dan kasar serta tak seragam. Berbeda dengan mesjid-mesjid jerman berkarpet empuk. Semuanya hanya perlu disyukuri. Alhamdulillah jamaah Rimini sudah punya mesjid meski sederhana. Sehingga kami bisa singgah, istirahat dan sholat.
Emak tidur-tiduran di atas karpet. Tak ada jamaah wanita lain selain kami. Agak dingin di dalam ruangan sholat wanita. Pemanas sedang tisak dinyalakan. Emak memakai jaket agar tak terlalu kedinginan. Menunggu sekitar setengah jam, adzan dhuhur berkumandang. Lamaaaa kami menunggu waktu sholat berjamaah. Jarak antara adzan dan waktu sholat lumayan lama, sekitar sepuluh menit. Tak ada puji-pujian, sehingga Emak sempat menyangka bahwa suara pengeras suara tak sampai di lantai atas. Kata Bapak, imamnya oarang Arab muda. Entah dari negara Arab yang mana. Selain Arab dan Bangladeh, kata Bapak, ada pula beberapa jemaah berkulit hitam.
Tak ada prospek silaturahmi, kami meninggalkan mesjid segera setelah sholat. Sungguh damai dan lega hati sehabis mengunjungi sebuah mesjid. Alhamdulillah…:)
Possibly Related Posts:
- Luzern, Sebuah Gambaran Tentang Surga di Dunia?
- Menatap Swiss di Musim Dingin
- Jelajah Alam Musim Dingin di Sekitar Gerolstein
- Di Republik San Marino (2)
- Republik San Marino (1)
Tags: Eropa Selatan, Islam di Eropa, Islam di Italia, Italia, Mesjid, Rimini
Karena Rimini merupakan kota tujuan wisata utama di Pantai Adriatik, hotel pun tersedia banyak sekali. Kita bisa pilih bintang yang mana. Harga juga bervariasi sesuai kemampuan kantong. Kami memesan hotel di Rimini melalui booking.com.
Biasanya kami pilih penginapan dekat pusat kota. Kali ini dengan beberapa pertimbangan, kami pilih lebih dekat dengan bandara. Meski akhirnya agak menyesal, sebab memang sebaiknya memilih dekat dengan pusat kota. Satu pelajaran lagi bagi keluarga pelancong.
Dengan tarif hampir 70 euro per kamar per malam, sebenarnya terlalu mahal bagi kami. Akan tetapi karena tarifnya sudah termasuk sarapan bagi empat orang, ya kami ambil yang ini. Lokasinya tak jauh dari pantai. hanya sekitar seratus meter-an berjalan kaki. Sangat cocok bagi mereka yang ingin berwisata pantai. Bagi kami tak ada bedanya. Sebab kami lebih banyak menghabiskan waktu menelusuri isi kota Rimini dan San Marino. Dua kali kami ke pantai sepi dengan durasi kurang dari sejam di masing-masing kunjungan. Memuaskan hasrat dua anak kecil untuk bermain pasir putih.
Kamarnya berisi satu double bed dan satu tempat tidur susun, satu televisi layar tipis, lemari raksasa. Kamar mandinya sangat bersih, didominasi warna biru. Embak langsung memilih tidur paling atas. Adik paling suka lompat-lompat di atas kasur per. Menurut kami, tarifnya sesuai dengan fasilitas yang tersedia. Apalagi Italia terkenal dengan kamahalan hotel-hotelnya. Jadi wajarlah hotel bintang tiga ini bertarif hampir 70 euro.
Salah satu daya tarik, seperti Emak uraikan adalah sarapan ala Italia. Emak bayangkan adalah aneka antipasti kesukaan Emak. Paprika isi keju segar, buah zaitun, terong panggang. Ketika masuk ruang makan di pagi hari, makanan yang tersedia jauh dari bayangan. Sarapan ala Italia adalah sarapan serba manis. Isinya kue-kue, roti manis, olesan buat roti pun semuanya manis. kecuali mentega, olesan rotinya terdiri dari madu dan krim cokelat. Mesin kopinya terlihat canggih dna punya banyka pilihan. Orang Italia terkenal suka minum kopi. Ada pula jus, tapi bukan terbuat dari buah asli.
Tak terbiasa sarapan manis, kami justru tak bisa makan banyak-banyak. Baru kali ini sarapan di hotel, tapi tak begitu berselera. Berbeda dengan hotel-hotel lain yang pernah kami inapi, yang menyediakan sarapan berstandar eropa. Ya, disyukuri saja. Paling tidak menambah satu ilmu baru tentang sarapan ala Italia.
Possibly Related Posts:
- Berkendara di Swiss
- Menginap di Eifelsteig-Jugenherberge Gerolstein
- Riset Sebelum Jalan-Jalan Ala Keluarga Pelancong
- Daftar Maskapai Penerbangan Murah Dunia
- Hotel Etap Antwerpen Central
Tags: Akomodasi, Eropa Selatan, Hotel, Italia, Pantai Adriatik, wisata pantai
Melakukan riset atau mencari informasi seputar tempat tujuan sangat penting sebelum memulai perjalanan. Ini pengalaman pribadi kami. Di awal kami memulai perjalanan mengunjungi kota-kota Eropa, kami lakukan secara spontanitas. Malam hari muncul ide mau jalan-jalan, pagi harinya beli tiket langsung melesat ke tempat tujuan. tanpa bekal informasi, bekal makanan dan cukup dan bekal-bekal penting lainnya. Sampai di tempat tujuan bengong lama sekali. Bingung hendak kemana. Peta kota tidak punya. Sementara informasi wisata tak selalu tersedia di tempat tujuan. Hasilnya putar-putar kota tak jelas. Padahal jika lebih punya bekal, dengan alokasi waktu yang sama, pastinya lebih banyak obyek wisata yang berhasil dinikmati.
Belajar dari pengalaman, meski masih sering melakukan perjalanan secara spontan, setidaknya beberapa informasi pasti kami cari sebagai bekal. Ibaratnya riset adalah setengah perjalanan. Pendukung utama kesuksesan perjalanan. Meski terjadi hal-hal tak terduga, dengan bekal informasi cukup maka dampaknya tak menyenangkan bisa ditekan.
Jenis informasi yang dibutuhkan bagi setiap orang berbeda-beda. Buat kami, pasukan jalan-jalan berisi setidaknya empat personil, berbeda kebutuhan dengan mereka yang melakukan perjalanan sendirian. Informasi paling penting bagi keluarga pelancong antara lain :
- Informasi penginapan, kami usahakan dekat dengan pusat kota, terutama jika mengunjungi kota-kota besar.
- Untuk perjalanan dengan kendaraan umum, tentu saja informasi mengenai jenis kendaraan umum paling murah dan nyaman buat anak-anak. Anak-anak saya lebih suka naik bus atau tram atau kereta api, dibandingkan dengan metro (kereta api bawah tanah), jadi sebisa mungkin kami cari rute tanpa metro. Jika berkendara dengan kendaraan pribadi maka informasi penting bagi kami adalah dimana ada tempat parkir murah, harga bahan bakar, peraturan lalu lintas jika sudah melintas ke lain negara, apakah aman membawa kendaraan pribadi, dsb.
- Tempat-tempat wisata utama dan kalkulasi waktu kunjungan. Sebab seringkali waktu perjalanan terbatas, maka hanya sebagian atraksi wisata kami nikmati. Jika sudah mengetahui atraksi wisata apa saja yang ada disana, kami tentukan target. Bersama dua krucil targetnya tak bisa muluk-muluk.
- Keberadaan restauran halal dan mesjid. Jika alokasi waktu di satu kota/tempat lumayan panjang (lebih dari 3 hari), kami agendakan kunjungan mesjid di kota setempat. Bahagia rasanya bertemu saudara seiman di negeri lain. Infromasi mengenai restauran atau tempat makan halal sangat penting di Eropa. Sebab di kota-kota tertentu jumlahnya bisa dihitung dengan. Jika tak ditemukan atau alamatnya sulit dijangkau, kami mencari infromasi mengenai supermarket setempat. Di supermarket paling tidak ada roti, ikan atau makanan vegetarian dengan harga relatif murah.
- Aneka tips seputar perjalanan. Diantaranya adalah dimana saja daerah yang rawan kejahatan atau penipuan. Kami bisa lebih berhati-hati jika kesana. Di Praha misalnya, rawan terjadi hal tak mengenakkan. Dari penipuan di kios penukaran uang, ditodong sopir taksi, dll. Atau tips lain seperti dimana mengambil foto terbaik berlatar belakang menara Eifel, dimana belanja lebih murah, bagaimana jika menawar barang, dan masih banyak lagi.
- Hal penting namun sering terlupa adalah informasi cuaca. Di Eropa, hal ini termasuk esensial. Biasanya sehari atau dua hari sebelum keberangkatan, kami cek lagi ramalan cuaca. Jika di tempat tujuan bakal hujan, tentu perbekalan jas hutan menjadi tak terelakkan. Ramalan cuaca memang tak sepenuhnya benar. Namun cukup membantu dan mempengaruhi persiapan lainnya.
Informasi bisa di dapat dari berbagai sumber. Sumber utama kami adalah internet. Ada situs-situs tertentu berisi segala informasi wisata seperti lonely planet atau trip advisor. Di kota atau tempat tujuan wisata utama, seperti Paris, Berlin, Praha, dll, informasi di internet semakin mudah ditemukan. Sumber informasi terpercaya lainnya adalah buku panduan wisata. Buku semacam ini sangat mudah ditemukan di toko buku. Agar lebih hemat, kami pilih pinjam saja di perpustakaan kota. Selain info tentang tempat wisata, di buku bisa kita temukan info pendukung lain mengenai sejarah, isi sebuah museum, aneka tips. Buku panduan kecil praktis dibawa kemana-mana dan seringkali sudah memuat peta kota.
Sumber terpercaya lainnya, apalagi kalau bukan teman-teman yang tinggal atau pernah berkunjung ke tempat tujuan. Mereka lebih tahu tiket transportasi termurah atau tempat makan enak dan halal. Jika tahu ada teman demikian, biasanya kami hubungi dan mintai keterangan. Tak jarang teman yang tinggal di sana kemudian menawarkan untuk menginap di rumah mereka. Alhamdulillah, info dapat, ongkos perjalanan berkurang, silaturahmi terjalin.
Jadi, jangan sampai melakukan perjalanan tanpa persiapan sama sekali. Percayalah, makin banyak bekal informasi, maka perjalanan terasa makin mudah dan ringan.
Possibly Related Posts:
- Berkendara di Swiss
- Penerbangan AirAsia ke Eropa Dihentikan Per Akhir Maret 2012
- Menginap di Eifelsteig-Jugenherberge Gerolstein
- Hotel Poker Rimini
- Makanan Halal di Antwerpen
Tags: Tips & Tricks
Daftar tempat dan kota yang ingin kami kunjungi selama berada di Swiss lumayan panjang. Dengan alokasi waktu 5 hari, kami ingin mengunjungi setidaknya 10 kota : Jenewa, Lausanne, Bern, Lugano, Luzern, Interlaken, Grindelwald, Liechtenstein, Rheinfall dan Büsingen. Kenyataan membuktikan, kondisi badan tak sebanding dengan ambisi. Tiga kota harus dicoret dari daftar. Berkeliling Swiss di musim dingin butuh stamina sangat prima.
Swiss, negara mahal bagi keluarga pelancong. Sekali kami kesana sekitar tahun 2006. Naik kereta malam dengan tiket murah meriah. Ke kota
Apa Kata Mereka...