ira on February 24th, 2010

Judul kali ini sebenarnya jauh lebih bombastis daripada kenyataannya. Jangan membayangkan kami berwisata belanja barang-barang bermerek dan mahal di negara Belanda. Sama sekali tidak. Yang benar adalah Sabtu minggu lalu kami bersama satu keluarga dari Aachen datang di dua kota kecil Belanda dekat perbatasan dengan Jerman untuk berbelanja satu dua hal.

Dari Aachen kami berangkat agak pagi, sekitar pukul setengah sebelas. karena tiket harian menuju Belanda hanya bisa dibeli di bus nomor 50 menuju Maastricht, kami pun naik bus tersebut. Hanya sampai Vaals, desa di perbatasan antara Jerman-Belanda.

Dari situ sempat agak lama kami menunggu bus nomor 43 menuju Heerlen. Bahkan kami sempat kaget ketika di jadwal halte tak kami temukan bus nomor 43 di hari Sabtu. ternyata dia lewat di pemberhentian sebelahnya. Hari itu angin berhembus lumayan kencang, sehingga suhu udara terasa menusuk tulang.

Bus 43 berjalan pelan melewati pedesaan, perbukitan dan lahan pertanian. Melewati banyak halte pemberhentian, perjalanan terasa lama. Jalanan di Belanda tampak lengang. Setelah beberapa waktu sampai juga kami di stasiun Heerlen. Dari sini perjalanan berlanjut menuju Wilhelminastraat, Brunssum. Ada empat pilihan bus nomor 21, 28, 36 dan 37. Kami tak perlu menunggu lama, sudah bisa duduk lagi dalam bus hangat.

Toko Indradjaja letaknya tak jauh dari halte bus Wilhelminastraat, Brunssum. Tinggal berjalan ke arah laju bus, menyeberang, masuk ke kompleks pertokoan, belok kanan, kira-kira 20 meter di sisi kanan. Bau makanan indonesia segera menyengat ketika kami sampai disana. Di samping menjual kebutuhan pokok asal tanah air, juga ini juga menjual makanan dan jajanan khas kita. Baunya tentu saja membuat kami lapar. Kami disambut oleh bebrapa bapak ibu tua yang sedang menikmati hidangan sambil mengobrol. Toko ini sedikit lebih besar dibanding toko indonesia di Hamburg. barang-barang yang dijual pun relatif sama. Krupuk, ikan asin, berbagai cemilan, kecap, sirup, mie instan. Membuat kami semakin lapar mata dan ingin membeli banyak hal. Setengah jam-an berada disana, kami keluar, mencari bangku kota. Istirahat sambil makan bekal untuk mengisi energi lagi sebelum lanjut ke tujuan berikutnya.

Bus nomor 39 dari stasiun Heerlen menuju IKEA ternyata adalah kendaraan berkapasitas 8 orang. Tak boleh lebih. Semuanya duduk dan memasang sabuk pengaman. Kami bertujuh saat itu. Ada tempat lapang untuk kereta dorong Adik di belakang tempat duduk penumpang. Untunglah kata Mas Riza. Jika lebih dari delapan, tampaknya selebihnya mesti menunggu bus berikutnya. Benar saja. Satu halte setelah stasiun, dua orang wanita hendak menumpang. Karena hanya sisa satu bangku, mereka tak bisa naik. Pas sopir menelpon ke sentral, memberitahu kedua ibu untuk menunggu kira-kira sepuluh menit hingga sebuah kendaraan mengangkut mereka.

IKEA merupakan tempat asyik untuk cuci mata. Meski kami belanja tak banyak. Tak bisa sebentar jika keliling jaringan mebel ini. Banyak barang unik dan menarik. Melihat mebel-mebel tertata apik tersebut rasanya jadi kepengen cepet-cepet punya rumah sendiri. Sehingga bisa kami tata secantik semenarik mungkin seperti dalam mebel IKEA.

Possibly Related Posts:


ira on February 21st, 2010

Seperti biasa kami memesan hotel lewat booking.com. Website penyedia jasa penyewaan hotel dari seluruh dunia ini selain gratis, juga tak pernah mengecewakan kami sebelumnya. Kami menenukan penginapan-penginapan murah dengan fasilitas memedai dari sini.

Dua bulan sebelum keberangkatan ke Malta, kami sudah menandai beberapa hotel di booking.com. Waktu itu Europa Hotel menawarkan harga termurah 69 euro untuk empat orang selama tiga hari termasuk sarapan. Murah sekali. Kami tak langsung pesan saat itu. Setelah terlupakan beberapa waktu, kami pun mesti segera memesan penginapan. Sebenarnya saat itu harapan untuk mendapatkan penginapan murah sudah mulai menipis. Semakin dekat dengan hari-H harga penginapan biasanya makin menjulang. Akan tetapi…. ketika kembali membuka website booking dan mengklik Europa Hotel, hargaya jadi 66 euro saja. makanya kami langsung memesan saat itu juga.

Menjelang berangkat Emak ternyata lupa mencetak petunjuk untuk menemukan Europa Hotel. Emak pikir sudah ada di halaman booking. ternyata tidak dan baru menyadarinya ketika sudah sampai di Malta.

Syukurlah petugas di kantor informasi wisata bandara dengan senang hati menujukkan lokasinya kepada kami di peta kota, serta menunjukkan bus nomor berapa mesti kami naiki. Kami naik bus kota menuju Valetta, disambung bus ke arah SLieme atau St. Julian. Haltenya dekat dengan Hotel Preluna di Tower Street. Bagian depan hotel enam lantai ini menghadap ke laut.

Penerima tamu kami adalah seorang wanita muda cantik dan ramah. Urusan pembayaran dan penyerahan kunci berlangsung cepat. kami tak mendapat kamar menghadap langsung ke laut. Jika ingin mendapatkan kamar seperti ini, tentu saja ada biaya tambahannya. Tak apa. Kamar hotel sangat bersih dengan kamar mandi di dalam. Handuk, alas kamar mandi dan sabun mandi telah tertata rapi. Lantainya bahkan terlihat mengkilap.

Sarapannya adalah sistem prasmanan, Makanannya standar eropa. Berbagai macam roti, keju, salami, telor rebus, sereal susu, kopi, susu, selai coklat, mentega serta beberapa macam selai buah. Setiap tamu hotel boleh mengambil sendiri sekenyangnya. Disediakan pemanggang roti bagi mereka yang ingin roti panggang. Kami bisa sarapan dengan puas. Bahkan sempat membungkus satu dua roti sebagai bekal makan siang. hehe. Semakin mendekati jam tutup (sarapan disajikan pukul 7:30 - 9:30 pagi), semakin ramai saja tamu berdatangan untuk sarapan.

Kami hanya bisa menilai positif tentang hotel ini. Baik dari segi harga, kebersihan dan pelayanan. Semuanya terlihat sopan dan ramah. Sebelum kami pulang, petugas kebersihan mengucapkan selamat tinggal sambil berharap bakal melihat kami datang kembali ke sana. So nice!

Possibly Related Posts:


Tags: ,

ira on February 19th, 2010

Malta adalah salah satu negara kecil di Uni Eropa. Masuk wilayah Schengen, sehingga kami sebagai penghuni negara Schengen lainnya tak perlu mengajukan visa agar bisa kesana. Posisinya di Laut Mediteran, sebelah selatan Sisilia di Italia. Sekitar dua ratus kilometer dari pantai utara benua Afrika. makanya di musim dingin seperti ini, suhu udara disana lumayan hangat, yakni berkisar 10-15 °C.

Negara Malta sendiri terdiri dari tiga pulau : Malta, Gozo dan Comino. Comino terletak antara kedua pulau lainnya. Terkecil dan tak berpenghuni. Meski demikian, Comino masih sering dikunjungi wisatawan. Ada feri khusus menuju Comino.

Meski termasuk negara kecil, dengan penduduk sekitar 300 ribu jiwa, Malta termasuk tujuan wisata utama. Konon empat puluh persen pendapatan negara ini berasal dari sektor pariwisata. Tak mengherankan, sebab meski berukuran mini, Malta menyimpan banyak sekali potensi wisata. Mulai wisata arkeologi dan sejarah, wisata alam, wisata bahasa, ataupun tempat untuk bersenang-senang.

Sebagai tempat wisata arkeologi Malta memiliki sisa-sisa banyak candi berumur berumur ribuan tahun. Pulau ini telah dihuni manusia sejak 7000 tahun lalu. Candi-candi ini tersebar di Malta dan Gozo. Keindahan alam Malta pun tak kalah memukau. Karang-karang indah di tepi lautan biru, perbukitan, dsb. Malta adalah salah satu tempat menyelam favorit di Eropa. Sedangkan, untuk wisata bahasa, Malta memanfaatkan peninggalan masa lalunya sebagai bekas negara jajahan Inggris. Sehingga semua orang Malta yang kami temui disana berbahasa inggris aktif. Dibanding kursus bahasa di Inggris atau Irlandia, Malta tentu saja menawarkan harga sangat bersaing. Mereka yang ingin bersenang-senang bisa menghabiskan waktunya untuk berjemur di pantai atau mengunjungi kelab malam, bar, atau diskotik di daerah St. Julian.

Harga penginapan dan transportasi di Malta lumayan murah. Apalagi jika berkunjung di musim dingin. Harga penginapan bisa separuh harga biasa. Sarana transportasi umum tersedia dengan murah dan mudah. Bagi kami, negara ini adalah salah satu tujuan paling mengesankan di Eropa.

Possibly Related Posts:


Tags:

ira on February 17th, 2010

Terminal bus Valetta, MaltaSebelum datang ke negara kecil ini, kami sudah mendapat sedikit gambaran mengenai sistem transportasi umum di sana. Malta terdiri dari tiga pulau kecil : Malta, Gozo dan Comino. Comino tak berpenghuni. Malta dan Comino punya dua perusahaan angkutan umum berbeda. Makanya tiket di Malta tak berlaku di Gozo, begitupun sebaliknya.

Menurut website www.visitmalta.com dan sebuah buku panduan, transportasi umum Malta yang murah adalah bus kota. Jaringan bus kota ini sudah sangat baik. Menjangkau sebagian besar daerah berpenghuni di pulau kecil ini.

Saat pertama sampai disini, kami bingung mencari rute bus kota menuju ke penginapan kami di daerah Sliema. Psetugas di kantor informasi turis kemudian memberikan kami sebuah peta Malta dan brosur mengenai jaringan bus kota. Ternyata kami harus naik bus bandara ( nomor 8) menuju Valetta (ibukota), lalu disambung ke Sliema. Anda bisa membeli tiket sekali jalan, harian atau tiga harian, 5 harian atau mingguan, tergantung kebutuhan, jelas si ibu petugas dengan ramah. Atau bisa juga naik taksi sampai di tempat sekitar 19 euro. Meski harga taksi untuk perjalanan sejauh lebih dari 10 kilometer ini jauh lebih murah dibanding di Jerman, kami lebih memilih untuk menggunakan jasa bus.

Agak ribet sebenarnya menggunakan bus dengan membawa dua anak kecil, satu tas ransel besar dan satu kereta bayi. Bus kota Malta sebagian besar adalah bus tinggi dengan hanya satu pintu di dekat sopir. Setiap penumpang masuk memberitahukan tujuan, membeli atau menunjukkan tiket masing-masing. Kami membeli tiket terusan tiga hari. Satu orang dewasa harganya 9,32 euro. Berlaku di seluruh jaringan bus kota di Pulau Malta. Sayangnya untuk anak-anak hanya ada tiket sekali jalan. Sehingga setiap kali naik bus kami mesti membeli sati tiket untuk Embak. Harganya murah. Tiga puluh lima atau 58 sen sekali jalan, tergantung jalur bus mana yang kami naiki.

Satu hal yang sedikit menyulitkan kami, halte-halte bus di Malta tak memiliki nama atau nomor. Jadi kami bingung awalnya, di halte mana kami harus turun ketika pertama datang ke penginapan. Untunglah bapak-bapak sopir di Malta menguasai bahasa inggris dengan baik. Beliau dengan ramah menunjukkan di mana kami mesti turun. Selanjutnya kami pun selalu memberitahukan tujuan, dan mewanti-wanti bapak sopir untuk memberi tanda ketika kami telah sampai tujuan.

Sebagian bus kota Malta masih kuno modelnya. Warna sebagian bus adalah kuning. Makanya dijadikan salah satu merek dagang Malta. Banyak pernak-pernik disini bermotifkan bus tersebut.

Di Gozo, pulau lebih kecil dibanding Malta, bus lebih jarang. Apalagi kami kesana pas hari Minggu. Susah sekali. Kami hanya sampai pusat kota Viktoria, walau sebelumnya bermaksud mengunjungi satu pantai dan satu kompleks candi.

Secara umum, jaringan transportasi disini lumayan bagus. Untuk tujuan tertentu, bus lewat setengah jam sekali. Namun ke daerah-daerah turis ramai, hampir setiap menit ada bus kota. Harganya pun relatif lebih murah dibandingkan di Jerman dan negara-negara Eropa Barat lainnya. Dan jika tak terlalu sering naik turun bus, sebaiknya membeli tiket satuan saja.

Possibly Related Posts:


Tags: ,

ira on February 16th, 2010

Kesampaian juga keinginan kami untuk mengunjungi Malta, negara kecil terdiri dari gugusan tiga pulau : Malta, Gozo, Comino. Kami berangkat kesana dengan steengah hati. Bagaiman tidak. Hanya selang sehari sebelum berangkat, Adik demam. Tak terlalu tinggi, 38°C. Namun tetap saja membuat kami was-was. Persiapan informasi mengenai negara kecil ini pun kurang. Emak hanya membaca sekilas satu buku panduan wisata untuk mengetahui beberapa hal penting sepeti sistem transportasi, harga tiket, suasana di sekitar penginapan, dsb.

Dalam kereta api, satu masalah besar timbul. Kami salah memasukkan tanggal saat membeli tiket kereta api cepat. Mestinya tanggal 12, ternyata kami pesan untuk tanggal 11 Februari. Tentu saja, karena membeli harga diskon, tiket kami jadi tak berlaku di kereta tersebut pada tanggal 12. Emak panik. Pak petugas meninggalkan kami sebentar. Bapak dan Emak sepakat untuk membayar jika memang diharuskan. Tak lama bapak pemeriksa karcis datang sambil membawa tiga kue buat anak-anak. Ok, saat ini anda boleh terus tanpa membayar biaya tambahan. Tapi lain kali harus berhati-hati saat memesan tiket. Syukurlah, satu pelajaran agar kami berhati-hati di kemudian hari.

Di Frankfurt, suasana ramai seperti biasa. Sebagai bandara teramai kedua di Eropa, di sini berseliweran manusia dari berbagai bangsa dengan berbagai tujuan. Kami rehat sebentar, mempersiapkan diri sebelum check in. Antrian check in, meski panjang, tapi pelayanannya sangat baik. Tak sampai lima menit kemudian. Kami sudah berdiri di depan konter petugas. Semuanya lancar sampai di sini.

Saat pemeriksaan keamanan, antrian kembali mengular. kali ini kami menunggu sangat lama. Kira-kira setengah jam. Padahal kami sudah mengantri di loket khusus. Sebab kami membawa dua anak kecil. Pemeriksaan dilakukan dengan seksama. Kami mesti mengulang pemeriksaan laptop dua kali.

Di dalam, gerbang tempat keberangkatan masih disibukkan oleh penerbangan menuju Brussels. Saat kami tanyakan, penerbangan ke Malta adalah penerbangan berikutnya. Para penumpang mulai terlihat gelisah. Waktu boarding telah berlalu. Tapi tetap saja mereka melayani penerbangan sebelumnya. Ketika boarding ke Brussels kelar, baru para petugas mengumumkan bahwa pesawat ditunda dua jam keberangkatannya. Penumpang terlihat sangat kecewa. Apalagi pemberitahuan tersebut dibuat dengan sangat mendadak.

Kami memilih menunggu di tempat bermain anak. Tak lama sebelum berangkat, sebuah pengumuman tiba. memberitahu bahwa gerbang keberangkatan dipindah. Tak lama, kami telah berada dalam pesawat. Pak Pilot memberitahukan bahwa pesawat berangkat dari Berlin. Sebab buruknya cuaca, suhu minus, pesawat perlu penanganan ekstra. Makanya telat dua jam. memang di musim dingin seperti ini, kami sering dengar berita mengenai bandara mesti ditutup, banyak penerbangan ditunda. Atau bahkan dibatalkan. Mau tak mau kami mesti maklum akan hal tersebut.

Kembali ke Jerman, sekali lagi pesawat ditunda sekitar 40 menit. Kami sempat cemas. Sebab memesan tiket kereta api dengan jam yang agak mepet dengan jam kedatangan (tepat waktu). Meski Pak Pilot berusaha mempercepat laju pesawat, tak urung ijin mendarat di Frankfurt susah didapat. Walhasil, pesawat telat hampir sejam dari jadwal semula. Kami berlari dari pintu keluar pesawat, sepanjang belalai. Seorang polisi sempat memeriksa paspor, namun semuanya lancar diperiksa. Bagasi pun syukurnya cepat keluar. Tak sampai sepuluh menit sejak kami tiba, bagasi sudah muncul. Sehingga kami pun masih punya waktu beberapa menit menunggu kereta api kembali menuju rumah.

Possibly Related Posts:


Tags:

ira on February 6th, 2010

Budaya dan seni istimewa, tradisi berabad umurnya serta pesona scenic, semuanya adalah di wilayah wisata negara bagian Sachsen. Pertunjukan budaya digawangi oleh teater-teater yang telah direnovasi berskala internasional serta rumah produksi musik, festival prestisius, museum dan berbagai pergelaran. Sachsen juga dikenal akan keunikan kerajinan tangan di berbagai daerah : alat-alat musik di Vogtland, kerajinan kayu dari pegunungan Erzgebirge, porselen dari Meissen tekstil di Plauen dan jam di Glashutte. Pemandangan menagasyikkan berupa pegunungan, lembah-lembah dan danau menjadikan daerah ini sebagai tujuan wisata menarik, tempat tetirah, ataupun sebagai tujuan berlibur bagi keluarga.

Daerah pegunungan Erzgebirge punya tradisi kuno memproduksi kerajinan tangan kayu berumur lebih dari 300 tahun. Contoh paling terkenal adalah Nussknacker dan Räuchermännchen dibuat dalam bentuk boneka kayu mini. Nama pegunungan ini pun (Erzgebirge=pegunungan bijih logam) sebenarnya berasal dari bijih perak yang telah ditambang selama berabad lamanya disini. Kemakmuran kota-kota pertambangan masih bisa kita saksikan di Annaberg-Buchholz, Schneeberg dan Freiberg. Di “Rute Perak”, pengunjung bisa menikmati tempat-tempat peleburan bersejarah, daerah tambang, sekolah matematika pertama (didirikan oleh Adam Riese), seorang aritmetikawan terkemuka.

Wilayah perbukitan di sekitar Plauen dan Göltzsch adalah tempat dimana “renda Plauen” masyur dibuat. Sedangkan kota Marknuekirchen dan Klingenthal di Vogtland membuat alat-alat musik berklas tinggi sejak lebih dari 300 tahun lalu.

Dresden, ibukota Sachsen, dikelilingi oleh pdang rumput, taman-taman menyenangkan, perkebunan anggur serta istana-istana tua. Selain itu ada perkbunan anggur terkemuka di Lössnitz, Istana Moritzburg, penghasil keramik di Meissen. Elbland adalah inspirator bagi salah satu penulis terlaris dunia, Karl May.

Kota-kota dan desa di Sachsen punya sejarah panjang dan budaya unik. Orang-orang besar seperti Johann Sebastian Bach, Felix Mendelssohn dan Robert Schumann menghasilkan karya besar mereka di sini. Di Dresden, Leipzig, juga di kota-kota seperti Bautzen, Görlitz, ZWickau dan Chemnitz merupkan pengingat kekayaan khasanah budaya di masa lalu.

Dresden sebagai ibukota terkenal sebagai salah satu kota indah dengan gedung-gedung megah bergaya baroque, dan panorama indah di tepi Sungai Elba. Banyak orang menjuluki Dresden sebagai “Florence di Tepi Elba”. Vila-vila dan istana menjadikan pemandangan di tepi sungai ini semakin indah saja.

Saat ini, salah satu kota bisnis terpenting di Jerman, Leipzig semakin terlihat sibuk. Selain menjadi tujuan berbgai pameran dagang, pusat bank-bank besar, serta bermacam konferensi, Leipzig juga menjadi salah satu pusat budaya, hiburan malam dan belanja. Gedung-gedung kuno bergaya baroque dan renaissance, gedung bisnis bersejarah, mal-mal besar menjadi tempat ideal untuk berbelanja atau sekedar jalan-jalan. Banyak teater budaya, pertunjukan kabaret dan jazz diselenggarakan di sini. Tradisi musik di Leipzig diperkaya oleh nama-nama Bach, Mendelssohn dan Schumann.

Chemnitz adalah kota terpenting ketiga di Sachsen. Pemilik harta karun seni, bermacam budaya, arsitektur Art Nouveau megah, budaya industri jaman dahulu dan pemandangan idilis. Opera House Chemnitz mendapatkan reputasi sebagai “Bayreuth Sachsen” setelah berhasil menggelar pertujukan sukses dari Richard Wagner. Dua ratus tahun sejarah industri Sachsen bisa disimak di Museum Industri.

Bautzen atau Budysin dulunya ibukota Kerajaan Sorbs sejak tahun 1002. Sekarang, menjadi minoritas Slavia di Lusatia, Budysin tetap menjadi pusat politik dan budaya. Lambang kota ini antara lain menara air Alte Wasserkunst. Para pengunjung sebaiknya juga tak melewatkan benteng tua, kota tua bersejarah dan Istana Ortenburg. Tujuh belas menara dan benteng-benteng menjadi penghias kota ini.

Possibly Related Posts:


Tags:

ira on February 2nd, 2010

Negara bagian Sachsen-Anhalt terltak di bekas negara Jerman Timur dan beribu kota di Magdeburg. Wilayahnya antara lain meliputi daerah industri di Halle dan Bitterfeld serta perkebunan angggur di Saale dan Unstrut. Salah satu jantung negara Jerman ini memiliki banyak potensi wisata yang belum sepenuhnya tereksploitasi.

Saat melakukan perjalanan menuju Leipzig dan Dresden, kami sempat melewati beberapa kota di Sachsen-Anhalt, termasuk Magdeburg. Sebagian besar wilayahnya terlihat suram. Banyak gedung tak bertuan dibiarkan magkrak tak terurus. War-warnanya pun kelabu, susah menimbulkan mereka untuk menikmati keindahannya.

Padahal konon kota dan desa-desa di Sachsen-Anhalt punya signifikansi arsitektur dan sejarah. Sebagian menawarkan atraksi wisata pra-sejarah, abad pertengahan. situs-situs di masa reformasi, serta banyak situs yang berhubungan dengan industrialisasi dan klasik-modern. Katedral serta gereja-gereja miliknya banyak diasosikan dengan Marthin Luther, ditawarkan sebagai obyek budaya dan pengetahuan.

Magdeburg, salah satu kota dengan universitas tertua di negeri ini, adalah kota hijau pemilik sekitar 20 taman kota. Juga gedung-gedung bersejarah yang pernah dijuluki “mutiara romanesque”, seperti gereje Liebfrauen dan katedral Magdeburg. Sungai Elbe dan tepiannya ikut memberi bentuk kota ini.

Saat industri marak di Jerman pada akhir abad 19, banyak distrik bermunculan di kota-kota Jerman. Sebagian besar telah punah akibat modernisasi dan dua perang dunia. namun hal ini tak berlaku di Halle. Tak ada kota lain di Jerman masih memiliki struktur lengkap kota urban untuk kepentingan komersial, perkantoran dan tempat tinggal selain di kota ini.

Kota tua Wernigerode di lereng pegunungan Harz baru saja merayakan hari jadinya ke 775. Bangunan bertulang kayu a la abad pertengahan telah sukses bertahan berabad lamanya. Tertua berasal dari tahun 1400 masehi. Yang terkenal adalah “rumah termini”, “rumah bengkok” dan balai kota. Istana Wernigerode punya pemadnagan langsung ke gunung Brocken, puncak terjangkung di Harz.

Monumen-monumen arsitektur menjadi bukti kemegahan dan kekeayaan budaya kota Merseburg, salah satu tempat tinggal kaum ningrat dan pemerintah. Arsitektur kompleks bermenara banyak mendominasi di kota di atas Sungai Saale ini.

Di Sachsen Anhalt, pemandangan alam, buadaya dan sejarah berbaur menjadi satu kombinasi menarik. Istana-istana, gereja dan taman-taman merupakan produk keahlian arsitektur. Pemandangan di taman kerajaan Dessau-wörlitz, kota abad pertengahan Quedlinburg, daerah terpelihara terluas di Jerman serta rumah unik Bauhaus masuk dalam daftar situs cagar budaya UNESCO.

Heinrich der Finkler, Raja Sachsen dinobatkan menjadi raja pertama Jerman pada tahun 919. Kota tempatnya bertahta meliputi lebih dari 1200 gedung bertulang kayu khas abad pertengahan. Gedung tertua di kota abad pertengahan Quedlinburg baru ditemukan tahun 2003. Aslinya dibangun sekitar tahun 1220.

Di bawah Pangeran Leopold Friedrich Franz Anhalt-Dessau, kerajaan mengalami masa kejayaan. Pangeran menemukan petingnya mengekspresikan ide brilian miliknya, sehingga terciptalah taman-taman indah antara tahun 1764 - 1800. Kanal-kanal, gua, dan patung-patung tak hanya terlihat cantik, namun juga masing-masing punya arti tersendiri. DI Taman Kerajaan Dessau Wörlitz, arsitektur klasik dan neo-gothik berbaur dengan desain taman bergaya inggris.

Sekolah Bauhaus di Weimar, didirikan tahun 1919 oleh Walter Gropius, adalah institut seni dan desain klasik-modern terkenal di negara ini. KInerja Bauhaus antara 1919 hingga 1933 memepengaruhi apresiasi dunia akan arsitektur dan desain.

Possibly Related Posts:


Tags:

ira on February 1st, 2010

Dengan sekitar 18 juta penduduk, negara bagian Nordrhein-Westfalen (NRW), beribukota di Düsseldorf adalah yang terpadat di Jerman. Selain berperan sebagai wilayah industri utama, daerah ini juga merupakan pusat ekonomi internasional penting. Juga sebagai pusat teknologi, budaya dan media. Perusahaan baja dan besi besar seperti Thyssen & Krupp, menjadi salah satu penyakong ekonomi utama di negara bagian ini. Salah satu bekas tambang, Ruhr sekarang telah disulap menjadi pusat budaya, olah raga dan hiburan.

Selain padat, negara bagian ini juga memiliki keragaman di sektor wisatanya. Daerah Münsterland adalah salah satu pusat olah raga dan penghobi sepeda. Memiliki banyak istana megah di jalur sepedanya. Sauerland dan Bergisch Land punya dataran tinggi indah serta menjadi salah satu pusat wisata musim dingin. Sedangkan Ruhr pusat budaya yang menjadi ibukota budaya Eropa tahun 2010. Daerah Niederrhein dianggap sebagai wilayah romantis NRW.

Satu lagi keistimewaan NRW sebagai negara bagian. Sebab penduduknya relatif padat, kota-kota di negara bagian ini juga sangat berdekatan dibanding di negara bagian lain. Jaringan kereta api sangat bagus, menyambung hampir sleuruh kota dan desa di sana. Makanya tarif tiket hariannya (Schoene Ticket NRW) juga paling mahal. Kota Cologne dan Düsseldorf adalah kota-kota terbesar dan terpadat penduduknya di NRW. Keduanya menawarkan kancah budaya fantastik, fasilitas pameran berskala internasional, dan pusat karnaval besar di bulan Februari. Tempat menarik lain adalah Wuppertal dengan monorail gantung unik, kota mahasiswa Muenster, kota-kota di Ruhrgebiet, dan tentu saja mantan ibokota Jerman Barat, Bonn.

Cologne atau Köln adalah kota terbesar dan paling banyak dikunjungi di NRW. Merupakan pusat seni dan pameran terkemuka. Selain Dom (katedral) terkenal miliknya, salah satu kota tertua di Jerman ini punya 12 gereja Romawi dan banyak peninggalan Romawi lainnya. Salah satu putera Köln paling terkenal adalah Heinrich Böll, pemenang hadiah nobel literatur. Selain itu, di Köln berdiri banyak kantor pusat media Jerman.

Ibukota elegan Düsseldorf dikenal punya banyak butik dan galeri eksklusif sepanjang Koeningsallee. Juga pub-pub di kota tuanya. Banyaknya ekspatriat asal Jepang membuat kota ini menjadi tujuan wisata utama bagi orang Jepang juga.

Essen, kota di Ruhrgebiet penyandang gelar ibukota budaya Eropa tahun 2010 tak hanya menawarkan baja dan batu bara. Saat ini, Villa Hügel di Essen-Bredeney, eks-residen milik keluarga industri Krupp, menjadi pusat pameran budaya. Katedral Essen memiliki patung bunda Maria tertua, dari tahun 990 masehi. Sedangkan, Folkwang Museum memamerkan koleksi budaya penting dari Perancis dan Jerman abad 19 hingga 20 masehi.

Kota tempat lahir Ludwig von Beethoven, sekaligus mantan ibokota Jerman Barat, Bonn masih memiliki kemgahan sebuah bekas ibukota negara. Atraksi wisata utama di sini adalah universitas, museum dan rumah Beethoven , dan sebuah gereja Romawi yang dibangun antara abad 11 - 13 masehi.

Tak ada orang bersepeda di kota lain di Jerman sebanyak di Muenster. Kota mahasiswa ini juga dijuluki kota sepeda. Berada di Muenster serasa berasa di salah satu kota di negara Belanda. Jumlah sepedanya lebih banyak dibanding jumlah penduduknya. Kota tua Muenster didominasi oleh bangunan aristokrat. Atraksi utama disini termasuk pusat perbelanjaan Prinzipalmarkt, balai kota abad 14 bergaya gothik, katedral St. Paul, salah satu gereja terbesar di Westfalen.

Nordrhein-Westfalen mungkin terkenal akibat kemajuan industrinya di masa lalu. Namun negara bagian ini juga punya pemnadnagan tak kalah menarik di banyak tempat, dari daerah datar Muensterland hingga dataran tinggi seperti Sauerland , Eifel dan Niederrhein. Bahkan Ruhrgebiet punya beberapa daerah dengan pemandangan spektakuler bagi para pecinta alam. Taman Nasional Eifel misalnya, meliputi hutan seluas 10.700 hektar yang jarang sekali terkena pengaruh manusia. Serta menjadi tempat tinggal lebih dari 230 spesies hampir punah.

Possibly Related Posts:


Tags:

ira on January 25th, 2010

Main salju adalah favorit anak-anak ketika musim dingin. Selain bisa main lempar bola salju atau membuat boneka salju, jika salju cuckup tebal, bisa pula maeluncuran (schlittenfahren/sledding).

Possibly Related Posts:


Tags:

ira on January 25th, 2010

Aachener Kreuz

Selain mal dan pertokoan di pusat kota, ada satu lagi alternatif tempat berbelanja di Jerman bernama Einkaufszentrum. Alternatif belanja ini bisa diartikan sebagai pusat perbelanjaan. Namun bentuknya sama sekali tak mirip mal.

Einkaufszentrum adalah kumpulan toko-toko besar di satu tempat. Biasanya di luar kota atau bahkan di pedesaan. Kadang malah di tempat sepi jauh dari keramaian. Di tanah air, mungkin hal ini kurang lazim. Siapa mau bela-belain belanja di tempat sepi dengan jarang kendaraan umum seperti ini. Namun jsutru di tempat seperti inilah segala jenis barang bisa diperoleh dengan banyak pilihan. Di satu kompleks Einkaufszentrum (disingkat EKZ) biasanya ada toko mebel besar, satu pusat belanja kebutuhan pokok atau supermarket, toko peralatan elektronik, toko kain dan baju, toko-toko penjual segala macam kebutuhan olah raga, penjual makanan, dsb. Satu tokonya berukuran besar. Sehingga butuh banyak waktu untuk menjelajahi satu kompleks luas EKZ.

Di Bremerhaven dulu ada 2 EKZ di luar kota. Satu EKZ Spaden. Satu lagi Böhmsiel. Spaden jauh lebih luas dan banyak macam toko dibanding Böhmsiel. Kami perhatikan, semakian lama, jumlah toko di kedua EKZ tersebut semakin banyak saja. Di Bremen kami cuma kenal EKZ Weserpark dan Brinkum di antara beberapa EKZ di sana. DI Brinkum ada IKEA dan satu factory outlet perlatan olah raga yang harganya lumayan miring.

Baru-baru ini di dekat Aachen kami berkunjung ke EKZ Aachener Kreuz. Letaknya tak terlalu jauh dari pusat Aachen. Kendaraan umumnya pun lumayan sering. Setidaknya ada tiga penjual mebel besar, dua toko bahan bangunan raksasa. Satu pusat elektronik, toko mainan anak-anak Toys R US, dan masih banyak lagi toko-toko lainnya. Di setiap toko besar tersebut sudah tersedia kafe-kafe. Sehingga para pengunjung tak perlu khawatir bakal kelaparan di sana. Banyak pula toko menyediakan sarana bermain anak secara gratis. Orang tua cuci mata, anak-anak bermain. Makanya kedua anak kami kerasan berada di daerah tersebut.

Possibly Related Posts:


Tags: