Apartemen Ferdinand SarajevoWaktu pertama ke Sarajevo akhir tahun 2013 lalu, keluarga pelancong pergi bersama sepasang sahabat. Kami menyewa sebuah apartemen yang muat untuk 6 orang. Terdiri dari dua kamar tidur dan dapur. Apartemennya bagus dan nyaman. Sewa permalamnya murah pula. Sayangnya lokasinya agak jauh dari pusat kota. Dan letak rumahnya di bukit. Gak bisa bolak-balik jalan kaki pusat kota. Selain hawanya dingin, agak susah nyari parkir di daerah Bascarsija. Kecuali parkir di mall.

Makanya untuk kunjungan kedua kami di Sarajevo, kami bertekad untuk mencari penginapan di dekat pusat kota saja. Syukurlah di kota ini penginapan tersedia cukup dan banyak pilihan. Pilihan kami waktu itu adalah hostel atau apartemen. Banyak hostel tersebar di dalam #kotatua. Sayangnya seringnya gak ada tempat parkir sendiri. Sedangkan kami berencana membawa kendaraan. Lahan parkir mutlak kami perlukan. Kalau bisa, yang gratisan. hehehe.

Sehingga pilihan pun jatuh ke apartemen. Yang biasanya punya lahan parkir sendiri. Tak apa jika lokasinya sedikit di luar kota tua. Asal tak terlalu jauh saja. Pilihan jatuh kepada Apartemen Ferdinand. Lokasinya hanya sekitar 500 m dari #Bascarsija, pusat keramaian #Sarajevo. Fasilitasnya terlihat OK. Dan yang penting, harganya sesuai bujet.

Beberapa hari sebelum kedatangan, kami mendapat surel dari pemilik apartemen. Meminta informasi waktu kedatangan serta memberikan beberapa nomor telefon miliknya. Emak catat dan membalas email tersebut. Emak perkirakan, kami akan datang malam hari. Sekitar pukul 7 – 8.

Sewa apartemen Sarajevo

Kamar mandi apartemen

Sarajevo tertutup kabut tebal malam itu. Aplikasi GPS di hape berhasil mengenal lokasi alamat yang tertera bookingdocom. Tapi ternyata, mencari alamat tepatnya tidak mudah. Di malam yang dingin, gelap dan berkabut, mencari alamat menjadi tantangan baru. Nomor di jalan yang dimaksud, tidak berurutan. Yeeee…

Emak kirim sms ke pemilik apartemen. Mengabarkan kedatangan kami.

“Saya tunggu di depan kedutaan Jepang, ya!” katanya.

“OK.”

Tapi teh, kedutaan Jepang itu dimana, yah. Gak nanya lagi. Trus dekat tempat kami parkir ada rumah trus ada tulisannya Japon gitu. Eh kali itu, pikir kami. Kagak mikir, itu rumah kecil, dalam gang lagi. Kami positive thinking ajah. Kali ajah orang Jepang emang humble. Pakai gedung kedutaan mini. Gedung kedutaan Jepangnya ternyata di pinggir jalan gede.

Nunggu beberapa lama, kok gak ketemu juga ama pemilik apartemen. Emak jalan sekitar gang. Trus ketemu satu gedung apartemen. Nomornya cocok. Kami cari yang namanya sesuai dengan nama pengirim email. Gak ketemu. di gedung apartemen.

“Bukan di sini,” kata seorang lelaki yang tinggal di gedung tersebut.

Beliau mengajak kami keluar lalu menunjuk sebuah gang kecil lainnya. Itu alamatnya di atas sana. Hah, masak sih. Bapak pun kemudian mendaki gang tersebut.

Pemilik apartemen rupanya menelpon. Menanyakan posisi kami di mana. Emak kemudian menyebutkan nomor gedung terdekat.

“Ok, saya segera ke sana,” katanya.

Yang datang seorang mas-mas. Langsung mengajak kami ke apartemen. Ternyata bener apartemen yang kami datangi sebelumnya. Kamarnya di lantai 3. Dan gak ada nama pemiliknya. Pantesan aja gak kami temukan. Si Mas lalu menunjukkan isi apartemen. Dari kedua kamar, kamar mandi, dan dapur.

“Semua yang ada di dapur boleh dipakai,” katanya.

Terakhir beliau memberikan kata sandi wifi *penting banget ini mah*. Serta memberitahu gimana kalau mau check out.

Fasilitas Apartemen

Alhamdulillah, setelah 24 jam menempuh perjalanan dari rumah, dan tidur di mobil, sampai di apartemen rasanya hepi banget. Bisa segera istirahat. Tempat tidurnya hanya satu. Double bed gede, cukup buat bertiga. Di kamar satu lagi, adanya sofa, tapi bisa dijadiin kasur juga. Cukup buat berdua. Setiap kamar tersedia televisi. Channel-nya mayan. Ada yang berbahasa Inggris.

beli alat dpaur

Dapur apartemen

Apartemennya bersih. Di dalam disediakan sandal khusus. Kamar mandinya kecil. Tapi ada hair dryer-nya. Ada bathtub kecil. Agak sempit buat mandi berdiri. Karena di bagian atas ada boiler gede. Furniture di semua ruangan terlihat agak kuno. But it’s OK. Yang penting buat kami nyaman buat tinggal selama 5 malam.

Dapurnya luas,  agak tua isinya. Akan tetapi semua alat elektroniknya berfungsi sempurnya. Mulai lemari pendingin, microwave, alat pemasak air, sampai oven. Alat-alat dapurnya lengkap. Meski kami sudah antisipasi membawa peralatan dapur sendiri dari rumah. Di dalam dapur terdapat seperangkat meja kursi makan. Kami lebih suka makan sambil duduk di atas sofa. Sambil menonton televisi.

Oh ya, apartemennya di lantai tiga. Gak ada lift. Agak pegel naik turun, terutama kalau udha capek jalan. hehehe. Tapi asyik kok. Sewa per malam buat 4 orang, 25 euro  (Rp. 375.000,-). Dengan fasilitas yang ada, dan letaknya yang dekat kota tua, menurut Emak, harganya murah. Di ujung gang ada supermarket. Nebrang agak kesonoan, ada toko roti. Tapi kami selalu beli roti di sebuah toko roti dekat #MasjidBey di Bascarsija. In shaa Alalh mau nginep di sini lagi kalau ada rezeki ke Sarajevo.

***

Apartemen Ferdinand 

Bistrik Basamaci 20,

71000 Sarajevo,

Bosnia and Herzegovina

Possibly Related Posts:


Tags: , , , , , ,

4 Responses to “Apartemen Ferdinand, Sarajevo”

  1. Emakmbolang says:

    Murah dan kayak dirumah sendiri. Gapopo mbak nggak ada tangga, ngelunturin lemak yg semakin lama semakin menggunung ditubuh. hehehe

  2. Mukhsin Pro says:

    Keren banget, jadi pengen juga jalan-jalan kesana.

  3. ira says:

    @Zulfa: hehehhehe, betul kuwi… mangkane pas wingi sempat mudun BB-ku… :)

  4. ira says:

    @Mukhsin: inshaa ALlah bisa…

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>