Tema artikel Emak masih berputar ke soalan ski. Mumpung masih musim dingin. Walau salju tidak turun lagi. Setelah membahas tentang bermacam alat keperluan olah raga ski, sekarang membahas beli di mana.

Alhamdulillah sekarang semua anggota keluarag pelancong sudah memiliki peralatan ski sendiri. Tak perlu menyewa jika ingin latihan atau bermain ski. Hampir semua kami beli bekas.

Berapa harga peralatan ski jika membeli baru? Macam-macam, tergantung merek dan kualitas, tentu saja. Kalau lagi diskon, harga termurah papan ski dan binding-nya sekitar 150 euro (Rp. 2.200.000,-). Tongkatnya paling murah 15 euro (Rp. 220.000,-) dan sepatu untuk orang dewasa mulai 50 euro (Rp. 700.000,-). Yang bermerek terkenal, harganya tentu berlipat-lipat. Peralatan untuk atlit, tambah lagi. Emak pernah mengintip di ebay, papan ski kualitas atlit, bekas, harganya 3.000-an euro atau sekira 42 juta rupiah.

Peralatan kami dibeli di tempat berbeda-beda. Punya sejarah masing-masing. Punya Bapak kami beli pertama kali. Waktu itu, dua tahun lalu, kami belajar ski di Wolfsschlucht. Pinjam peralatan ski di Am Schwarzer Mann. Persewaan tersebut menjual alat-alat ski miliknya. Punya Bapak, Emak sudah agak lupa, papan ski, sepatu dan tongkat sekitar 70-an euro (Rp. 1.000.000,-).

Yang kedua giliran Adik. Kami beli di sebuah pasar loak kota Düren. Motifnya bunga-bunga. Panjangnya 90 cm. Masih terlalu panjang buat dia, sebenarnya. Pertimbangan kami, anak-anak kan tumbuh dengan cepat. Apalagi harganya murah. Hanya 9 euro (Rp. 130.000,-). Bungkus!!!

Papan ski Embak juga dapat di pasar loak kota Kreuzau. Harganya 12 euro saja. Di sana juga nemu sepatu ski Adik, 2 euro. Setelahnya, kami belum sempat berburu lagi di pasar loak.

Awal musim dingin, dan mulai latihan ski lagi, kami pakai apa yang ada. Sebagian pinjam di persewaan. Di Hellenthal, Embak pinjam sepatunya. Emak gantian ama Embak. Latihan sebentar. Harga persewaan alat ski lengkap, antara 15-25 euro.

Sebab salju turun lumayan tebal dan lama tahun ini, kami putuskan membeli peralatan sisanya. Kali ini berburu lewat internet. Situs andalan adalah ebay. Peminat peralatan ski ternyata lumayan banyak. Mungkin karena masih tengah-tengah musim dingin. jadi orang banyak butuh. Termasuk kami.

Di ebay, kami berburu sepatu. Agak lama kami baru dapat yang harganya sesuai. Serunya menawar di ebay adalah di saat-saat terakhir, banyak orang menaikkan harga tawar. Dari yang harga mula-mula 1 euro, tiba-tiba udah jadi 15 euro saja. Emak sering kalah cepat. Dan lagi, yang perlu diperhatikan adalah ongkos kirim. Jika barangnya besar dan berat seperti sepatu ski, ongkos kirimnya bisa jadi lebih mahal dibanding harga barangnya. Setelah beberapa hari kalah melulu, Emak berhasil mendapatkan dua sepatu seharga masing-masing di bawah 20 euro.

Embak sudah punya ski dan sepatu. Adik juga. Bapak punya lengkap dengan tongkatnya. Emak baru sepatu saja. Waktunya Emak beli papan ski. Di ebay, susah dapat harga di bawah 50 euro yang bekas. Berhari-hari nawar, selalu kalah. Banting setir, cari situs lainnya. Coba-coba Emak intip Kalaydo. Ada yang relatif murah. Lengkap dengan tongkat, 25 euro. Di Kerpen. Saat Emak hubungi lewat surel, sudah laku rupanya.

Ada lagi di Aachen, 15 euro, papan ski doang. Panjangnya pas. Ketika Emak tanya, katanya masih ada. Kami segera bikin janji mengambil. Prosesnya mudah dan cepat. Papan ski Emak bekas milik anak Bapak penjual. Terbuat dari bahan ringan. Emak suka. Mereka juga menjual tongkat ski, 3 euro. Buat Adik, walau sedikit ketinggian.

Tinggal tongkat, nih buat Embak dan Emak. Embak sudah lancar main ski. Akan tetapi, dia bilang kalau pakai tongkat bisa lebih stabil. Sedangkan Emak butuh tongkat, biar gak mudah jauh. hehehe. Liat-liat di ebay dan amazon, kami putuskan kali ini beli baru. Ada yang harganya miring, buatan negeri Tiongkok. Lima belas euro per pasang. Alhamdulillah sudah lengkap. Jadi kapan kita mau main ski lagi? Ada yang mau gabung?

Possibly Related Posts:


Tags: , , ,

4 Responses to “Berburu Peralatan Ski”

  1. Rien says:

    Ada temen, dulu pergi ke San Fransisco pas musim salju. Diajak main ski, celaka. Kakinya patah. Pas balik mau balik ke Indo, ama temennya dikasih peralatan ski yang harganya puluhan juta. Antara sakit dan seneng katanya :D

  2. ira says:

    Blessing in disguise ya, Mbak Rien. Tapi kaki patahnya horor juga, Mbak. :)

  3. Rien says:

    Iya mbak. Patah. Mana disaat bersamaan istrinya sedang operasi sesar melahirkan di Jakarta. Pas suaminya balik dalam keadaan begitu, shock. ALhamdulillah patahnya masih bisa dibenerin. Skrg sudah normal lagi dan sehat. Sejak itu kalo pas tugas ke LN dimusim salju, dia kapok main ski :D

  4. ira says:

    Kebayang deh, Mbak Rien… Aku kalau ngeliat orang meluncur kenceng banget juga serem. Takut tiba2 gak bisa mengendalikan diri dan nabrak orang lain.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>