Lanjutan Kisah Dayung Kano di La Lesse

Setelah semua siap, berjalanlah kami ke loket penjualan tiket. Hari itu cuma ada dua pekerja. Bapak-Bapak. Pekerja all round. karena kami juga melihat mereka ngosek toilet sebelumnya.

Mereka tak bisa bahasa Jerman. Inggris little-little. Si Embak disuruh maju ke depan untuk mempraktikkan bahasa Perancis yang dipelajarinya di sekolah. Eh, pas disuruh nerjemahin ke bahasa Jerman atau Indonesia, Embak bingung. hehehe. Ya udah akhirnya pake Inggris dan bahasa isyarat.

Pelampung renang

Mendayung kano di La Lesse

Tarif main kano di la Lesse per orang minimal 15 euro. Itu kalau pakai kano standard. Kano comfort yang ada sandarannya lebih mahal. Bila Emak tidak salah, 23 euro per orang. Tarif ini seragam. Mau rute 12 atau 21 km, sama saja. Kalau dipikir-pikir rugi banget yah. Pilih 12 km kan dayungnya lebih sebentar. Kok sama aja ama yang dayungnya lamaan. Gak mau rugi? Monggo mendayung sampai lengannya gempal. :)

Kami pilih tarif paling murah saja. Itu sudah termasuk jaket pelampung bagi yang mau makai. Anak-anak di bawah 10 tahun wajib pakai jaket pelampung. Keluarga pelancong bekal pelampung sendiri dari rumah. Kedalaman Sungai La Lesse, sebenarnya hanya sampai sekitar 100 cm-saja. Dan Emak bisa berenang. Akan tetapi, tetap milih pakai pelampung, biar kano tetap bisa ngambang dipermukaan sungai. hihihi.

Oh ya, mulanya kami mau sewa dayung ringan. Belajar dari pengalaman sebelumnya yang lengannya pegel pakai dayung kayu maha berat. Tarif dayung ringan 2 euro per dayung.

“Gratuit,” kata Bapak-bapak itu.

“Hah!”

Kebahagiaan langsung terpancar dalam raut muka kami. Apalagi ember tahan air yang biasanya disewakan 2,5 euro ikut digratiskan. Bersebelas, kami pesan 4 kano: 3 kano kapasitas 3 orang, dan 1 kano buat berdua. Daaaaan, kano buat berdua itu dikasih yang bagus. Yang harga sewanya 23 euro per orang. Mashaa Allah. Alhamdulillah rejeki tak terduga banget.

Yuhuuuuu, petualangan pun dimulai. Satu per satu dari kami naik kano yang sudah disiapkan petugas. Kanonya diletakkan di atas rel yang mengarah ke sungai.  Lalu didorong. Srrrtttt, byurrrr, kano meluncur asyik dan seru.

Memang lebih enak pakai dayung ringan. Lengan gak cepet pegel. Pakai dayung kayu, satu dua kali dayung, istirahat. Bentuk dayungnya panjang. Ada dua bilah sendok. Eh, istilahnya apa sih dalam bahasa Indonesia. Pendayung memegang bagian tengahnya dengan dua tangan, lalu mengarahkan ke air, kanan, kiri, bergantian. Panjang dayung disesuaikan dengan tinggi badan pemakai.

Mendayung beberapa puluh meter, kami ketemu rombongan anak-anak belasan. Cowok, lebih dari 10 orang. Mereka sednag istirahat di pinggir. Ada yang terlihat kedinginan. Kasihan sekali. Tapi sebagian besar cerah dan tertawa-tawa. Ternyata sungai La Lesse tak terlalu sepi hari itu.

Belum satu kilometer mendayung, semua sepakat, bahwa waktu makan siang telah tiba. Baiklah. Mari kita melipir ke kiri. Kano diseret ke tepian. Bekal masing-masing dibuka. Duduk di pinggiran kano, menikmati hidangan. Alhamdulillah makanan cukup. Tenaga ngengkol dayung terisi lagi.

Pelan-pelan kami mendayung. Menikmati peregangan otot di lengan. Cuaca berubah-ubah. Mendung, gerimis, matahari tersenyum malu-malu. Namun semakin lama, matahari menyapa makin panjang. Emak tidak merasa kedinginan. Lokasi dayungnya sendiri masih tetap seperti dahulu. Hutannya tetap rimbun. Airnya jernih.

Kata Bapak, air sungai Lesse lebih dalam dan arusnya lebih deras dibanding saat pertama kami di sana. Syukurlah, mengurangi tenaga jadinya.

Sayangnya hari itu kok gak ada yang bawa tongsis, sih. Jadi gagal deh eksis merekam aksi diri main kano lewat video. Bapak membawa action camera. Kalau cuaca mendung, hasil rekaman kamera tersebut kurang maksimal.

Highlight dayung di la Lesse adalah ketika kita melewati sebuah tebing tinggi. Di atas tebing berdiri sebuah kastil tua. Romantis banget, deh. Hanya beberapa meter ke arah hilir, terdapat air terjun mini. Air terjun buatan, tak terlalu tinggi. Beda ketinggiannya tak sampai satu meter. Namun lumayan menantang buat pedayung kano pemula seperti kami.

Kano kami arahkan ke bagian kanan sungai. Setelah dekat pinggiran air terjun, angkat dayung dari sungai. Byurrrrr. Moncong kano menyelam sebentar, tidak terbalik. Air menembus baju yang tak tertutup jas dan celana hujan. Sepatu kuyup. Kano kami punya lubang , air yang masuk langsung mengalir keluar. Berbeda dengan kano satu kelompok dalam rombongan. Airnya banjir sampai beberapa cm.

Keluarga pelancong memperhatikan kebelakang. Adegannya persis di film-film. Saat perahu bajak laut mau tenggelam. Lalu ada orang menguras air dengan ember. Embernya diganti botol air minum. hehehe.

Kira-kira satu km sebelum finish, terdapat air terjun berundak. Spot ini biasanya dipakai untuk pose. Ada fotografer stand by. Akan tetapi karena sepi, gak ada fotografer. Padahal Emak yang duduk di bagian depan kano sudah siap-siap bergaya.

Syukurlah kali ini acara mendayung bersama sukses lancar bahagia. Tak ada adegan perahu terbalik dan ada yang kecebur ke sungai. Kalau kecebur pun, Emak gak khawatir. Kan dah pakai pelampung. hehe.

Possibly Related Posts:


Tags: , , , , , , ,

10 Responses to “Berolah Raga Kano di Belgia”

  1. waaahh serunyaaaa… belum pernah malahan pakai kano… itu airnya dinginnya kira2 berapa dercel mba?

  2. ira says:

    @Ima: aku gak tahu berapa kira2 suhu airnya, Ima.. Yang jelas, pas nyelupin tangan ke air, brrrrrrr ajah. hehehe.

  3. Emakmbolang says:

    Memang kalau Kano atau snorkling meski jago berenang lebih baik pakai Jaket Pelampung untuk safety apalagi Anak2.

    Alhamdullilah dapat murah, rezeki anak Sholeh :) Pingin kano dengan View gitu… Asyikkk :)

  4. ira says:

    @Zulfa: yup… ati tambah marem yen nggawe pelampung. Nang sungai2 Belgia sing nduwe trayek kano, view-ne apik2, Zulfa.

  5. lia says:

    kastil itu bener2 jadi perangkap mata .. kita terkesima lihat kastilnya.. begitu nyampe depan langsung panik ada air terjun hihihi.. untung berasa aman pakai pelampung meski bukan anak2 hihihi. serunya tetap manthaap kyk bbrp tahun yang lalu ya mbak, meski besoknya tetep sama meringis juga gara2 tangan kesakitan.

  6. ira says:

    @Lia: bener banget, Li… View ke arah kastil itu indah banget, yah… Setujuuuu, tetep seru walu udah pernah kano-an di sana. In shaa Allah kapan2 kita coba sungai lainnya… :)

  7. Dee An says:

    Huaaa serunyaaaa… bapak-bapak penjaganya baik yah :)
    Aku pengen ngerasain serunya berkano lewat air terjun gitu, belum pernah soalnya, selama ini main kano cuma lurus lempeng aja. Dan sepertinya aku bakalan PD jaya kalo pake pelampung, hehehe.. maklum mbak, aku ora iso nglangi :D

  8. ira says:

    @Mbak Dee An: kali mirip2 arung jeram, yah…Tapi aku belum pernah arung jeram…:)

  9. Wah ada air terjun buatannya juga. Kalau pake pelampung aman ya mba

  10. ira says:

    @Zahra: pas air terjun itu arusnya mayan deras. Jadi berasa lebih aman pakai pelampung. :)

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>