Tiket sudah dibeli. Hotel sudah dipesan. Waktunya meminjam buku wisata tujuan di perpustakaan.
Kami memang jarang sekali membeli buku panduan wisata. Hanya sesekali jika merasa sangat butuh atau memang kami ingin memilikinya. Koleksi perpustakaan kota lebih lengkap. Untuk satu tujuan, mereka bisa punya empat sampai lima macam buku dari berbagai penerbit. Semua buku punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Ada yang memuat point-point penting saja seperti nama-nama hotel, restauran serta harganya. Ada pula yang lengkap sampai sejarah, kebiasaan, berbagai festival setempat dan lain sebagainya.
Saat akan bepergian ke suatu tempat, kami meminjam beberapa buku sekaligus. Satu buku lengkap untuk referensi dan mengenal daerah yang hendak kami tuju. Sehingga kami bisa tahu, tempat-tempat mana saja ynag akan kami kunjungi. Tentunya dengan menyesuaikan waktu yang kami punya disana. Untuk kami bawa, biasanya kami memilih buku ringan, tak terlalu tebal, tapi punya peta kota jelas. Setelah mengetahui hendak kemana saja saat bepergian, adanya peta wisata jelas akan sangat membantu kami ketika bepergian.
Untuk perjalanan ke Belgia minggu depan, kami hanya meminjam dua buku panduan saja. Satu buku hijau tentang Bruessels terbitan Michelin, satu lagi tentang kota-kota seni di Flaemish terbitan Vista-Point. Sebab kami juga ingin mampir ke Antwerpen.
Possibly Related Posts:
- Tulisan Tentang Malta di Republika
- Artikel di Jawa Pos Hari Ini
- Di Maroko : Kedatangan
- Tulisan Emak di Majalah Itrah, April 2012
- Eurolines Pass, Alternatif Murah Berkeliling Eropa
Tags: Buku