Petualangan hari itu di Idar-Oberstein belum usai. Selain Deutsche Edelsteinmuseum atau Museum Batu Mulia Jerman, masih ada beberapa tempat lagi ingin kami datangi. Tempat-tempat penting yang berhubungan dengan batu mulia.

“Di mana letak pusat kota?” tanya Emak kepada petugas di museum.

“Tak jauh dari sini. Hanya beberapa puluh meter saja. Anda bisa berjalan sampai bundaran. Hari ini di pusat kota sedang ada bursa batu,” jelas beliau.

“Ah, ya? Menarik sekali,” Emak mengomentari.

Kami pun tetap memarkir kendaraan di seberang gedung museum. Bermaksud mengunjungi bursa batu sekalian mencari rumah makan untuk makan siang. Roti dan biskuit bawaan dari rumah, tidak bisa mengganjal perut lama-lama.

Dan ternyata acara bursa batu-batuan dan mineral ini sangat menarik hati. Bursa ini diadakan di banyak toko di seluruh Idar-Oberstein. Akan tetapi pusatnya di Idar. Dekat bundaran. Di tempat bernama Schleiferplatz. Walau Idar-Oberstein sudah ratusan tahun dikenal sebagai kota batu mulia di Jerman, bahkan Eropa, bursa batu mulia dan semacamnya ini ternyata bukan tradisi lama. Ia diselenggarakan pertama kali pada tahun 2012.

Bursa batu Jerman

Gelang batu cantik

Idarer Edelsteinmarkt, nama resmi bursa batu ini, tahun 2015 ini diadakan 4 kali. Di musim panas. Tepatnya di Sabtu minggu kedua. Mulai bulan Juni, Juli, Agustus, hingga September. Keluarga pelancong mendatangi bursa pertama pada tanggal 13 Juni 2015.

Suasana bursa batu, tidak terlalu ramai. Stand penjualnya pun sekitar 30-an saja. Mereka menempati tenda-tenda berwarna putih. Akan tetapi batu-batu yang dijual banyak sekali macamnya. Harganya murah-murah dibandingkan jika kita membeli di museum batu mulia Jerman. Walau agak mendung, cuaca enak dipakai untuk jalan-jalan.

Emak yakin, di tanah air banyak diadakan bursa-bursa seperti ini. Waktu Emak ke Gresik pun ada penjual batu akik menempati kios-kios. Di beberapa pusat perbelanjaan, terpajang spanduk besar: pusat gemstone dan batu akik dan semacamnya.

Penyelenggara acara pameran sekaligus bursa batu ini adalah Idee Idar. Menurut berita di surat kabar, bursa pertama dibuka resmi oleh walikota Idar  Frank Früauf dan mantan ratu batu mulia Carolin Totten. Emak baru tahu juga, ada pemilihan ratu-ratuan batu permata segala. Sayangnya kami tidak sempat melihat bagaimana acara pembukaannya.

Menurut sumber berita yang sama, hari itu, pameran dikunjungi sekira seribu hingga seribu dua ratus orang. Sekitar setengahnya adalah turis. Jumlah sekian ini sangat menggembirakan mereka. Katanya jumlah ini lebih banyak dibanding pembukaan bursa tahun lalu. Waa…. kalau bursa serupa dilaksanakan di tanah air, pasti pengunjungnya langsung membludak. Bisa puluhan riba, kali yah.

Awalnya kami tak berniat beli apa-apa. Sebelumnya di museum kami sudah membeli liontin batu dan beberapa batu yang sudah diasah. Tapiiii, kok Emak kepengen membelikan Embak gelang batu cantik, yah. Ketemu satu ynag cocok. Emak suka, Embak pun suka modelnya.

Ada apa saja sih di bursa batu mulia ini? Banyak banget. Emak sangat suka berada di sini. Ini beberapa pengalaman baru yang kami temukan:

Aneka Jenis Batu Mulia

Ya, tentu saja, namanya juga bursa batu. Yang dijual tentu saja batu-batu cantik. Penjualnya rata-rata datang dari Idar-Oberstein. Mereka mengimpor batu lalu menggarapnya hingga menjadi permata menawan. Akan tetapi di sini kita bisa menemukan juga batu-batu yang masih berbentuk bongkahan. Harganya tidak terlalu mahal dibanding harga di museum. Pilihannya pun lebih banyak. Sayang Emak dan Bapak sama sekali tidak mengerti tentang batuan. Kalau tahu, bisa berburu, kali. hehehe. Batu-batu yang sudah berbentuk perhiasan dan berharga relatif mahal, diletakkan dalam lemari kaca.

Proses Mengasah Batu

Ada satu stan menarik milik seorang Bapak tua. Emak taksir usia beliau sudah 70-an. Menjaga stan beserta seorang wanita tua. Beliau mendemonstrasikan cara mengasah batu. Ada dua mesin asah dipamerkan. Sambil mengasah, si Bapak menerangkan dan menunjukkan bagaimana batu diasah agar kinclong. Mesin dan batu asahnya besar sekali.

Tawar Menawar

Di bursa ini pula Emak mendengar ada orang tawar menawar saat membeli. Eh, ternyata bisa juga, ya. Bisa dicoba nih, kapan-kapan kalau ke sana lagi.

Alhamdulillah, video Emak tentang bursa batu ini, ditayangkan pula di NET10.

 

Possibly Related Posts:


Tags: , , , ,

11 Responses to “Bursa Batu Jerman”

  1. Dee An says:

    Wow! ternyata peminat batu-batuan di sana banyak juga ya mbak :)
    Aku suka gelang batu yang warna hitam.. eaaa teteeeep…

  2. ira says:

    @Mbak Dee An: iyah, mayan juga sih, Mbak… Gelangnya emang cakep-cakep.. :)

  3. ira says:

    @Zahra: Alhamdulillah…

  4. Ila Rizky says:

    Batunya cantik2, mba. Kalo di sini harganya berapa ya, hehe. :D

  5. Emakmbolang says:

    Alhamdullilah masuk tipi.

    Kirain batu akik buat cincin saja. ternyata bisa dibuat gelang juga.

  6. ira says:

    @Ila: Kalau di sini, malah belum tahu harganya berapa, La? Kalau disana mulai seratus ribuan..

    @Zulfa: He-eh, dibuat gelang pun cakep.. :)

  7. Katerina says:

    Aku jadi lapar mata kalo liat perhiasan-perhiasan batu seperti ini :D

  8. ira says:

    @Mbak Rien: Emang menggoda iman banget, Mbak… :)

  9. Wah masuk NET. Omong-omong dapet honor gak sih? hihihihi

  10. ira says:

    @Cek Yan: Dapet…. :)

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>