Jatah cuti Bapak tahun ini masih banyak. Akumulasi dari cuti tahun lalu yang juga banyak belum terambil. Kalau tidak segera diambil bisa-bisa hangus. Kami manfaatkan beberapa di musim gugur, mumpung anak-anak sedang liburan.
Seperti biasa, tiket pesawat rata-rata mengalami kenaikan alias mahal di setiap musim liburan. Apalagi untuk tempat-tempat liburan utama. Di situs Ryanair, kami temukan [...]
Continue reading about Perjalanan ke Rimini dan Republik San Marino
(sambungan dari sini)
Hari telah menjelang senja. Meski di sekitar Onze-Lieve-Vrouwekathedraal masih ramai. Sebagian besar duduk-duduk saja di bangku. Sambil bercengkerama, berfoto, tiduran, melamun atau bahkan mabuk. Kata seorang teman, ada sebuah band musik di depan katedral. Setiap ke Antwerpen pasti teman tersebut tak pernah melewatkan pertunjukan langsung mereka. Apalagi pemain musiknya ganteng-ganteng, imbuhnya. hehehe.
Setelah intermezzo [...]
Continue reading about Perjalanan di Kota Pusat Berlian Dunia, Antwerpen (2)
Beruntung perang dunia tak menghancurkan kota tua Tallinn, sehingga suasana abad pertengahan masih terasa di ibukota Estonia ini. Ini berdasarkan informasi yang kami dapatkan di internet dan buku panduan wisata ketika akan berkunjung di salah satu kota utama wilayah Baltik, Eropa utara dekat Rusia.
Mendapatkan informasi seperti, tentu saja, membuat kami semakin penasaran. Setelah menyaksikan bekas-bekas [...]
Tinggal di dekat Taman Nasional Pegunungan Eifel membuka kesempatan bagi kami untuk memperbanyak wisata alam. Selain mudah dijangkau, biayanya pun murah meriah. Di awal-awal musim semi, kami dan beberapa teman dekat sangat bersemangat untuk menjelalah sebagian daerah Eifel. Emak meminjam dua buku tentang mendaki gunung. Di buku tersebut terdapat beberapa rute pendakian dengan berbagai tingkat [...]
Continue reading about Perburuan Bunga Narzissus Liar di Pegunungan Eifel
Segera setelah kami tiba di ibukota Estonia, Tallinn, kami langsung mengunjungi mesjid setempat. Saat mencari informasi tentang rumah ibadah satu ini, kami temukan letaknya tidak sampai lima ratus meter dari bandara. Dan kami sampai di sana sebelum tengah hari. Jadi masih ada kesempatan berkunjung sebelum melanjutkan perjalanan ke pusat kota.
Turun dari pesawat, hari terlihat cerah [...]
(sambungan dari sini)
Keesokan harinya, kami memulai jalan agak siang. Kami yakin, pagi hari suhu udara pasti masih malas beranjak naik. Sama seperti kami yang juga malas beranjak dari tempat tidur.
Seperti banyak kota di Eropa lainnya, Taliin punya kota dalam kota. Kota tuanya dikelilingi tembok yang sudah dibangun di abad pertengahan. Di sekelilingnya adalah bangunan-bangunan modern [...]
Hanya selang sebulan setelah Helsinki, kami kembali terbang menuju utara di pertengahan April lalu. Ke ibukota Estonia, Tallinn. Estonia adalah negara ke 23 yang kami kunjungi di Eropa. Sebab jumlah negara di benua ini sebanyak 46, artinya kami baru mengunjungi separuhnya.
Helsinki - Tallinn sebenarnya hanya dipisahkan lautan selebar sekira 80 kilometer. Akan tetapi, musim dingin [...]
Apa Kata Mereka...