tabloid-rumah-267Alhamdulillah. Bulan lalu Emak sempat menulis kisah kami ketika menginap di Istana Diez, negara bagian Rheinland Pfalz. Bagian tertuanya berusia lebih dari satu milenia. Sedangkan bagian lebih barunya dibangun ketika abad pertengahan, beratus tahun lalu.

Kisah ini Emak tulis dengan versi lain untuk Tabloid Rumah. Ada Rubrik Arsitektur di tabloid ini. Bisa juga isinya berhubungan dengan traveling, namun kental nuansa arsitekturnya.

Waktu itu, di sebuah grup jalan-jalan ada teman yang mengabarkan tentang rubrik ini. Tak mau menyiakan kesempatan, Emak langsung mengirim email, bertanya lebih jauh bagaimana caranya mengirimkan tulisan kemari. Mbak baik hati segera menjawabnya. Kebetulan saat itu Emak punya satu ide artikel, namun masih bingung hendak mengirimkan kemana.

Baru pertama ini Emak menulis artikel jalan-jalan yang condong ke arsitektur. Beberapa waktu Emak habiskan untuk membaca-baca referensi, mencari-cari istilah arsitektur, berharap ada kamus arsitektur online dalam bahasa Indonesia. Ada tantangan sekaligus pelajaran baru. Hampir dua hari membaca, belajar, memilah referensi, jadilah satu artikel ini. Emak belum pede sebenarnya. Ingin sekali mendapat banyak masukan dari si Mbak.

Beberapa minggu kemudian, ada email masuk dari seorang redaktur Tabloid Rumah. Katanya, artikel ini sudah naik cetak. Hepiiiii…. :)

Possibly Related Posts:


Tags: , ,

5 Responses to “Cerita Istana Diez di Tabloid Rumah”

  1. Liza says:

    wah keren sekali emakkkk

  2. ira says:

    terima kasih… saya aminkan sebagai doa. :)

  3. Elka Ferani says:

    Alhamdulillah selamat ya maakkk :)

  4. ira says:

    Terami kasih, Mbak Elka… :)

  5. Alvi says:

    Terus menulis ya mbak, supaya semakin banyak artikel yang naik cetak hehe…

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>