Impian mengunjungi Turki tunai sudah. Meski satu Minggu rasanya sama sekali tak cukup. Paling tidak sudah kenalan dengan negara dimana khalifah Islam terakhir memerintah.

Sebelumnya Emak pernah menulis bahwa sering ada pesawat bertarif murah dari Charleroi, Belgia. Berbulan sebelumnya, kami mulai berburu tiket. Kami hendak pergi di liburan Paskah tahun ini. Beberapa alternatif tersedia. Ternyata dari Belgia, tak ada yang memuaskan dari segi harga.

Pencarian beralih. Emak mulai survey terbang dari berbagai bandara dan maskapai. Ada Pegassus. Murah. Terbang dari Amsterdam atau Brussel. Tapi tiket murahnya hanya untuk 4 hari di tempat tujuan. Bapak (dan Emak juga) inginnya kami seminggu ada di sana. Biar lebih puas menjelajah kota bersejarah dengan peradaban berusia puluhan abad ini.

Di situs langganan buat ngecek harga tiket, kami temukan pula Swissair. Harganya relatif murah untuk sebuah penerbangan reguler. Karena ragu-ragu terus sebelum beli, eh, lama kelamaan, harga makin membengkak. Jauh dari bujet semula. Tak jadi lah kami pesan.

Alhamdulillah tak lama kemudian, cek lagi di Skyscanner, ada pencerahan. Alternatif baru muncul. Dari maskapai Transavia asal Belanda. Mulanya Emak cek harga dari Amsterdam. Cocok. Saat mau pesan, terpikir, coba dulu dari Eindhoven. Sapa tahu ada. Aih, malah lebih murah. Bungkus! Eindhoven lebih dekat dari rumah kami. Tarif parkir di sekitar bandara terjangkau kantong. Rizki kami tahun ini, bisa ke bekas ibukota Byzantium dan Turki Utsmani.

Pulang dan pergi pesawat tepat waktu. Petugas ramah. Dan kami dapat nomor tempat duduk. Tak perlu mengantri sejam sebelumnya agar dapat tempat duduk strategis.

Possibly Related Posts:


Tags: , , , ,

5 Responses to “Dengan Transavia ke Istanbul”

  1. pita says:

    artikel yang menarik mbak Ira, kebetulan aku juga pengen ke Turki. Kalau boleh tau web apa yang sering d lihat mbak Ira untuk mencari tiket murah? Saya suka cek di momondo, skyscanner dan cheaptickets.nl. Kebetulan sampai saat ini belum ada tiket ke Turki yang murah (menurut saya) hehe. Lalu adakah periode2 bagi airlines2 itu memberi tiket murah/promo? terimakasih infonya :)

  2. ira says:

    Saya biasanya pakai skyscanner aja, Mbak. Kami waktu itu perginya pas liburan Paskah. Lumayan masih terjangkau. Kemarin ngecek lagi buat musim panas (Agustus) harganya sudah dua kali lipat. Kalau saya nyoba dari bandara lain juga. Karena rumah kami deket perbatasan Belanda – Belgia, kalau terbang bisa lewat bandara2 di negara tersebut. Kalau Mbak mungkin bisa lirik ke Belgia (Brussel/Charleroi) atau dari Jerman jika memungkinkan…

  3. pita says:

    Iya nih, tadi pas ngechek emang untuk terbang sekitar agustus, mahal ternyata hihi. Berburu tiket murah sepertinya seru juga ya mbak :D Posisi saya di Delft (NL) jadi lebih dekat ke Amsterdam. OK akan saya coba cari yang dari Belgia. Terimakasih advicenya mbak ;)

  4. ira says:

    Iya asyik sekali berburu tiket. Biasanya tiga bulan sebelum rencana terbang, saya sudah mulai rajin ngecek di internet, mencari berbagai alternatif.. :)

  5. […] Sebelum Turkish Airlines, kami pernah naik maskapai penerbangan murah dari Turki, yakni Pegasus Airlines. Saat itu, tujuan kami adalah Georgia. Sebelahnya Turki. Waktu ke Turki sendiri, kami malah naik maskapai milik Belanda, Transavia. […]

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>