Benar-benar tak ada ide sama sekali untuk membuat judul indah, cantik apalagi eye-catching buat artikel ini. Inginnya bercerita tentang proses naik pesawat hingga sampai ke Maroko. Sudah bisa ditebak, isi cerita ini bakal segaring judulnya.

Waktu perjalanan dari rumah hingga tiba waktu terbang kami terbilang mepet. Biasanya kami mengambil jeda waktu keberangkatan – jam terbang lebih lama. Biar aman, kalau terjadi sesuatu tak dikenhendaki di perjalanan. Sayangnya, pilihan penerbangan murah, tak memberi kami pilihan lain. Si Embak ada pesta karnaval di sekolahnya. Kami mintakan ijin agar bisa dijemput sejam lebih awal. Syukur diijinkan.

Setengah dua belas kami berangkat dari rumah. Pesawat terbang setengah lima. Perjalanan lancar memakan waktu kira-kira dua jam di bandara. Masih ada waktu sejam sebelum check in. Alhamdulillah semuanya lancar. Kami parkir di tempat murah di bandara Frankfurt Hahn. Ada bus gratisan membawa penumpang ke bandara. Cuaca dingin, salju tebal. Tapi hati senang.

Tak ada kendala berarti soal tiket dan check in. Kami check in awal, masuk ke tempat boarding tak lama kemudian. Karena harus melewati petugas imigrasi, kami harus lewat pintu khusus. Nah, orang sudah mulai mengantri di depan sana. Kami ikut antri juga. Baru lega setelah sudah melewati imigrasi, tinggal menunggu boarding.

Semua tepat waktu hingga sampai bandara Fes. Liku-liku unik Pegunungan Atlas di utara Maroko terlihat cantik dari atas sana. Walau terlihat coklat dan gundul. Setelah tak jauh-jauh dari suhu minus di Jerman, udara musim dingin maroko terasa hangat. Ria sekali berjalan tanpa harus takut terpeleset. Orang langsung ramai mengantri.

Sebelum masuk Maroko, setiap orang wajib mengisi custom form. Karena mereka mengecek satu per satu, proses stempel di imigrasi Maroko terbilang lama. Paspor kami diteliti satu persatu, juga formulir isian. Kami ditanya mau ngapain. Mau liburan. Menginap dimana? Di hotel. Apa nama hotelnya? Belum tahu, mau nyari. Si ibu petugas agak bingung. Tapi dicap-nya juga paspor kami.

Kami memang tak pesan hotel lebih dahulu. Menurut informasi banyak hotel murah yang tak mesti di pesan lewat internet. Adik-adik mahasiswa membantu kami selama di Maroko. Tak menyangka bakal ditanya nama hotel atau alamat orang ynag mau dikunjungi, ya kami tak siap. Nama hotelnya kami belum tahu. Syukurlah, lolos……..:)

Possibly Related Posts:


Tags: ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>