Sudah lama tak ke tanah air, banyak hal berubah. Salah satunya adalah kebijakan pemerintah mengenai fiskal. Ditambah semakin terjangkaunya harga tiket pesawat udara. Mempengaruhi pola bepergian orang Indonesia keluar negeri. Banyak hal positif ditemui keluarga pelancong selama mudik ke tanah air. Proses di imigrasi terbilang cepat ketika kembali memasuki tanah air.

Kami menyempatkan diri mengunjungi Malaysia lewat bandara kota Pekanbaru. Karena tinggal di luar negeri, kami juga menikmati fasilitas bebas fiskal. Asal menunjukkan stempel kedutaan atau konsul di negara yang ditinggali. Stempel berisi alamat ini biasanya ada di halaman terakhir paspor. Nah dulunya, agar terbebas dari fiskal, seseorang mengisi formulir khusus dari imigrasi di bandara.

Ketika check in, petugas sudah menanyakan, apakah kami sudah menyiapkan fotokopi paspor dan NPWP? Kami yang sebelumnya tak tahu menahu jika harus memfotokopi semua itu, tentu saja menjawab belum. Dan, memfotokopi semua dokumen di bandara, bandara, biayanya membuat kaget.

Dokumen yang mesti dipersiapkan bagi mereka yang tinggal di Indonesia adalah fotokopi paspor halaman depan, visa, jika dibutuhkan, serta fotokopi NPWP. Jika tinggal di luar negeri, siapkan fotokopi halaman depan paspor, visa, dan alamat tinggal di halaman paling belakang paspor. Semuanya nanti akan diserahkan ke pihak imigrasi. Lalu kita akan mendapatkan stempel bebas fiskal di boarding pass.

Persiapan fotokopi semua dokumen ini tampaknya sepele. Tapi bila tak dipersiapkan seperti kami dulu, sempat menyebabkan olah raga jantung. Apalagi jika waktu untuk check in, mengisi segala formulir serta mengurus bebas fiskal sangat mepet seperti kami kemarin.

Akan tetapi, ketika akan kembali ke Jerman via bandara Soekarno – Hatta, kami tak dimintai fotokopi dokumen. Kami hanya perlu memperlihatkan dokumen-dokumen asli di kantor imigrasi bandara dan mengisi formulir keberangkatan, lalu diminta menuju petugas pengecek langsung.

Jadi, menurut kami, diminta atau tidak, sebaiknya fotokopi segala dokumen perjalanan dipersiapkan. Lebih baik sedia payung sebelum hujan, bukan?

Possibly Related Posts:


Tags:

5 Responses to “Dokumen Perjalanan Ke Luar Negeri”

  1. Margrit says:

    Ya..kemaren lewat Ngurah Rai juga gak dimintain fotocopy dokumen apa2.
    Tapi emang lebih baik mempersiapkan juga sih..sapa tau diperlukan.

  2. ira says:

    bener. pas di pku itu harga fotokopinya 10 kali lipat harga normal… :(

  3. choiruzzadid taqwa says:

    nama saya zadit. saya ingin bertanya bagaimana kita bisa migrasi ke luar negri. apa saja yang harus disiapkan dan bagaimana mencari tempat tinggal disana. apakah kita harus membeli rumah beserta tanah atau menyewa rumah saja? terima kasih. mhon dibalas lewat email saya.

  4. Mehdar Badrus Zaman says:

    Bagaimana untuk pelajar yang ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri? Apa saja yang harus disiapkan. Tolong dijawab di email saya. Terima kasih

  5. ira says:

    Setiap negara tujuan pasti beda persyaratan. Menurut saya, google akan lebih kompeten dalam menjawab.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


5 * four =