BinchyWalau menulis ini merupakan kegiatan yang sangat sangat Emak sukai, bahkan kadang Emak akui sebagai passion, ada kalanya rasa bosan melanda. Bukan hanya bosan, eneg banget bahkan. Tandanya Emak kudu refreshing dari kegiatan menulis, nih.

Biasanya selain tiba-tiba rajin mengerjakan pekerjaan rumah tangga, Emak menyegarkan pikiran dengan berkebun. Dulu kadang juga nonton drama. Sekarang sudah tidak pernah lagi. Atau jalan-jalan. Atau pun membaca. Membacanya bukan membaca buku atau hasil riset di internet yang berhubungan dengan pekerjaan. Ya, kalau itu mah bukan hiburan, kali. Namun membaca fiksi. Novel atau roman.

Zaman masih kuliah dulu, kalau ada kelebihan uang bulanan, suka Emak belikan novel. Hehehehe, bukan beli buku kuliah, yah. Emak suka bukunya John Grisham ama Michael Crichton. Sejak pindah ke Jerman, entah bagaimana nasib buku-buku Emak sekarang. Semoga ada pecinta buku yang merawat mereka.

Di Bremerhaven, kami menjadi anggota perpustakaan setelah perpustakaan tersebut pindah ke sebuah gedung, satu kompleks dengan mall kota ini. Ia menempati satu lantai sangat luas. Koleksi buku anak menempati satu ruangan tersendiri. Nyaman dan menyenangkan buat anak-anak. Embak dulu sering ikut Bilderbuchbetrachtung di sini. Sebuah buku disiarkan lewat proyektor tanpa kata-kata. Seseorang akan menceritakan isi buku tersebut. Selain buku, koleksi DVD ama video film juga lumayan. Gratis lagi. Berbeda dengan buku yang masa peminjamannya sebulan, video atau DVD hanya seminggu.

Dari sini hobi Emak membaca novel kembali tumbuh. Saat itu, masa jadi keluarga mahasiswa, beli novel bukan jadi prioritas kami. Awalnya Emak gak perhatian. Emak pikir semua koleksi buku di perpustakaan berbahasa Jerman. Ihhh, belum pede baca buku tebal dalam bahasa ini. Akhirnya tahu, mereka punya koleksi buku bahasa Inggris juga. Sebenernya belum pede juga baca novel dalam bahasa aslinya. Tapi bahasa Inggris Emak masih mending dibanding bahasa Jerman.

Di perpustakaan ini pula Emak berkenalan dengan penulis-penulis novel yang kemudian bukunya menjadi favorit Emak. Emak membaca beberapa karya Ernest Hemingway. Walau sebenernya gak terlalu mengerti jalan ceritanya. Lalu ada beberapa buku karangan penulis Inggris. Kocak-kocak juga. Senangnya, Emak bisa membaca buku Harry Potter tak lama setelah keluar. Sementara buku bahasa Jermannya panjang antrian peminjamnya, buku bahasa Inggrisnya jarang ada yang meminjam.

Yang paling mengesankan dari novel-novel tersebut adalah karangan Maeve Binchy, penulis wanita asal Irlandia. Bukunya yang pertama Emak baca berjudul Circle of Friends. Penuh humor, manis, dan romantic. The kind of book I like so much, duehhhh. Apalagi isinya menurut Emak, gak vulgar. Semua novel Maeve Binchy koleksi perpustakaan kota Bremerhavan sudah Emak lahap dengan nikmat.

Tak lama sesudah pindah ke Düren, kami langsung mendaftar jadi anggota perpustakaan. Agak kecewa. Sebab koleksi buku bahasa Inggrisnya tak sebanyak di Bremerhaven. Dan sewa film pun harus bayar. Yaaaaaa… Novel Maeve Binchy di sini sedikit. Itu pun sudah pernah Emak baca semua.

Di sini Emak mulai kenalan ama karya Tess Gerritsen. Pengarang wanita asal Amerika. Bukunya cerita serial mengenai persahabatan seorang polisi dan seorang medical examiner. Sudah pula masuk televisi dengan judul Rizoli and Isles. Pertama membaca salah satu novelnya, The Sinner, wuihhh merinding. Apalagi Emak bacanya malam-malam. Jadi membayangkan ada penjahat dekat-dekat. Mana penjahatnya sadis-sadis, pula. Hiiii. Tapi jalan ceritanya asyik banget. Lalu Emak kenalan dengan Cecelia Ahern. Juga berasal dari Irlandia. Kagum euy, orangnya masih muda, beberapa karyanya sudah best seller internasional.

Sekarang Emak jarang pinjam novel di perpustakaan kota. Belum ada yang menarik hati lagi. Emak mulai membangun koleksi novel sendiri. Yang udah lumayan banyak nih bukunya Maeve Binchy. Satu dua beli baru. Lainnya mah bekas ajah. Beli secara online. Alhamdulilah.

Possibly Related Posts:


Tags: , ,

7 Responses to “Emak dan Novel”

  1. Dee An says:

    Sejak jaman sekolah, uang sakuku selalu habis buat beli buku mbak.. Mulai dari 5 sekawan, trio detektif, STOP, Lupus, Balada si Roy, Harry Potter, aku suka.. :)
    Sampe sekarang selalu kalap kalo udah masuk toko buku :)

  2. ira says:

    WUih, Mbak Dee An keren. Zaman segitu aku masih jarang banget beli sendiri, Mbak. Bujet tiadooo.. hehehehe. Alhamdulillah dapet minjem dari taman bacaan atau temen. :) Kalau sekarang suka baca novel apa, Mbak?

  3. Dee An says:

    Uang saku harian dikumpulin mbak. Inget banget jaman aku SD, 5 sekawan itu harganya masih 2500 rupiah. Uang saku 100 rupiah sehari, dikumpulin deeh buat beli buku :)
    Kalo sekarang aku suka baca novel yg temanya traveling mbak.. barusan selesai baca The dusty sneakers. Bagus… :)

  4. Zulfa says:

    Klo aku bosen nulis. Nongkrong nang web e sampeyan mbak, baca istiqomah nulis. Nek nulis kanggo blog lancar, nggak onok bosene, soale biasane aku pecicilan nang blog. Nah, nek kanggo media iki sering e macet trus bosen, hehehe (pengakuan). Wingi pas sakit dowo karo tahun baru dikasih kado sama Shah Jahan, Buku travelling termasuk buku trekking sampai novel bahkan cerita 1001 malam. Poleh gatel penekan nang gunung. hahaha

    India Surga buku mbak, Murah murah. Bule2 nek mrene pasti mborong buku.

  5. ira says:

    Wah asyikkkk banget yo Zulfa. Keren pemerintah India. Iso menyediakan buku murah gawe rakyat.

  6. Naya Corath says:

    Yang pengin baca2 novel gratis, mampir ke sini yuk! ;)

  7. […] Pamuk, peraih nobel literatur asal Istanbul mengakui, kota ini kuat karena Bosporus. Menurutnya, saat Istanbul mengalami […]

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>