Musim tanam di belahan bumi utara seperti Jerman, biasanya dimulai di bulan Maret. Di awal musim semi. Pehobi kegiatan berkebun berkebun pemula seperti Emak mulai utak-atik alat-alat berkebun. Beli tanah buat nyemai. Atau pakai tanah kompos bikinan sendiri.

Setelah benih disemai, biasanya tak langsung Emak letakkan di luar ruangan. Emak simpan di green house alias teras. Atau di dalam rumah. Dekat pemanas ruangan di jendela. Bulan Mei mulai semai langsung di tanah. Memindahkan benih yang mulai tumbuh besar. Atau memindahkan pot-pot bermacam tanaman.

Musim panas, kami sudah mulai bisa menimati hasilnya. Daun salad, kohlrabi, paprika, tomat, wortel. Masuk musim gugur, panen jagung dan labu. Baru setelah tinggal di negeri empat musim, Emak sangat sangat menghargai kehadiran sinar mentari. Yang kehangatannya membantu pertumbuhan aneka tanaman pangan. Musim dingin, hanya beberapa tanaman di pot bisa diselamatkan di dalam rumah. Ditanam di balik jendela. Emak pun mengenal sedikit mengenai siklus pertanian di Jerman.

***

Makanan adalah kebutuhan pokok manusia. Sebagian makanan kita hasilkan dari tanaman. Sudah sepantasnya kita bersyukur setelah panen berhasil. Hasil panen tanaman tak hanya kita makan. Namun juga untuk makanan ternak.

traktor pertanian buatan Jerman

Traktor tua masih terawat

Zaman sekarang mungkin kita tak terlalu peduli akan masa panen. Buah dan sayur hampir selalu tersedia di supermarket. Seperti tidak mengenal musim. Jika sedang tidak musim, orang bisa mendatangkannya dari daerah lain. Pisang dari Amerika Selatan. Apel dan pir dari Selandia Baru. Mangga dari Afrika atau Amerika Selatan. Avocado tidak kenal musim. Selalu ada di supermarket.

Di masa dahulu, ketersediaan makanan di suatu daerah sangat tergantung pada keberhasilan panen. Musibah kelaparan akan melanda jika panen gagal. Tak sedikit korban jiwa karenanya. Maka dari itu, panen melimpah akan sangat disyukuri.

Di Jerman, syukuran usai panen, disebut Erntedank atau Erntedankfest, merupakan budaya kuno. Jauh sebelum agama Kristen masuk kemari. Biasanya, orang bersyukur dengan melakukan ritual pengorbanan hewan. Saat agama Kristen mulai dianut warga, pesta syukur ini menjadi bagian dari ritual agama. Di hari syukuran, para petani membawa hasil buminya ke gereja untuk diberkati.

Akan tetapi, sebelumnya orang Jerman merayakan Erntedankfest di waktu berbeda. Disesuaikan dengan musim panen daerah setempat. Sejak tahun 1972, dalam konferensi para bishop, disepakati bahwa Erntedankfest diadakan di hari Minggu pertama bulan Oktober.

Saat ini, perayaan syukuran hasil panen ini dirayakan orang seperti laiknya sebuah festival rakyat. Awal Oktober lalu, Emak kunjungi sebuah perayaan Erntedankfest di kota kecil Jülich. Diselenggarakan 2 – 4 Oktober. Suasananya mirip pasar malam kecil. Dengan pertunjukan musik rakyat oleh para senior berpakaian tradisional, serta pameran traktor kuno dan modern.

Emak datang di hari Sabtu. Dekat gerbang kota, Hexenturm, parkiran sudah penuh. Emak parkir depan apartemen penduduk. Agak jauh dari pusat kota. Jülich dikenal akan institut penelitian yang telah menelorkan seorang penerima hadiah nobel bidang fisika.

Perkiraan hari itu bakal gerimis. Syukurlah saat Emak di sana hanya menetes sedikit. Setelahnya relatif cerah. Suara musik tradisional bergema di kejauhan. Di panggung, sekelompok senior sedang memainkan musik tradisional di tiup dan dipukul. Entah apa nama alat musiknya. Yang jelas, Emak suka sekali. Sampai berlama-lama memotret dan merekam aksi mereka. Jarang-jarang Emak saksikan pertujukan musik tradisional seperti ini.

Kios-kios lain banyak. Puluhan jumlahnya. Jualan makanan seperti pizza, sosis bakar Jerman, kacang, waffel. Ada pula yang memakai jilbab, jualan couscous. Sayang Emak belum lapar. Pilih terus berkelana. Di pojokan, merekam traktor-traktor tua dan modern. Traktor tuanya masih kelihatan terawat.

Possibly Related Posts:


Tags: , , , ,

6 Responses to “Erntedank, Pesta Syukur Usai Panen”

  1. Ihwan says:

    Kami juga suka berkebun Mbak, tapi bunga-bunga. Tiap pagi selalu menyiramnya, aktivitas itu bikin hati adem.

  2. Emakmbolang says:

    Berarti festival ini setelah festival Oktober Fest di Jerman, klo nggak salah bulan september.

    Senengnya, pingin lihat acara ini sambil dengerin musik tradisional.

  3. Katerina says:

    Pameran traktor tuanya unik. Identik dengan tema panen. Jarang-jarang ada traktor dipamerkan.

    Selain apel dan pir, katanya kiwi juga dihasilkan dari perkebunan di Selandia Baru ya mbak. Kiwi dari sana terkenal manis dan enak. Di tempatku, kemarin ada event Kidsfair, ada buah kiwi baru panen dari Selandia Baru yang dipamerkan dan dijual murah di sini. 6 biji 50ribu. Manis banget. Kalo kiwi lokal kenapa selalu asem ya? Apa karena perbedaan kontur dan musim ya?

  4. giewahyudi says:

    Festival rasa syukur setelah panen seperti ini banyak sekali di Indonesia, tapi ga ada yang bawa-bawa traktor. :D

    Keren ya masuk Citizen Journalist NET TV. Kelewat nontonnya tapi bisa nonton di youtube. Keren!

  5. Aku suka nonton video di utube yang ngasih lihat peralatan berkebun negara di Eropa yang canggih beut itu UWOOOW

  6. ira says:

    @Mas Ihwan: setuju, berkebun bikin hati ayemm

    @Zulfa: Oktoberfest biasane akhir September – awal Oktober.

    @Mbak Rien: bisa jadi karena perbedaan musim dan tanah, Mbak.

    @Giewahyudi: alhamdulillah. Salam kenal, ya..

    @Cek Yan: paling seru kalau liat pameran khusus alat pertanian. Deuhhh benar2 padat modal, deh…

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>