Saat masih tinggal di Bremerhaven dan punya tiket semester mahasiswa, Hannover ini termasuk salah satu kota yang bisa dijangkau gratis dengan tiket tersebut. Makanya kami lumayan sering pergi kemari. Walau jarang sekali bisa keliling menikmati isi pusat kotanya.

Selain sebagai ibukota negara bagian Niedersachsen, Hannover terkenal akan kompleks pameran. Salah satu pameran besar bertaraf internasional adalah CEBIT, pameran teknologi komunikasi terkini, digelar sekali setahun.

Jika berkunjung ke Hannover, ada satu orientasi unik buat para turis untuk keliling pusat kota. Namanya adalah Roter Faden. Adalah sebuah garis penunjuk sepanjang 4 kilometer, pengubung 36 titik atraksi wisata di jantung Hannover. Titik awal dan akhirnya adalah kantor informasi turis sebelah Haputbahnhof (stasiun utama), dimana pas di depannya berdiri gagah patung salah satu mantan Raja Ernst August (bertahta 1837 – 1851) di Hannover.

Rote faden akan ‘membimbing’ para turis menuju gedung opera, Gereja Aegidien, gedung balai kota, beberapa museum, gedung istana, dan marktplatz. Petunjuk ini sangat ramah bagi pengunjung yang baru mengenal kota ini.

Para penggemar taman kota bisa mendatangi dua dari banyak alternatif taman di Hannover. Salah satunya yang bisa dinikmati gratis adalah taman di kompleks luas Leibniz Universiteit hannover. Kami pernah beberapa kali datang kemari. Meski tak bisa berlama-lama menikmati keindahan taman miliknya. Atau jika mau mengeluarkan uang, bisa berkunjung ke Herrenhauser Garten. Taman sekaligus kompleks mantan residen musim panas kaum ningrat Hannover jaman dulu. Ada tiga taman, keseluruhannya berbentuk segi empat serta merupakan taman bergaya baroque.

Possibly Related Posts:


Tags: ,

One Response to “Hannover”

  1. wah asik nih klo bisa main2 ke hannover..sbtulnya deket sih ama Algeria..hehe tpi dananya ga ada…nice post..

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>