(dari sini)

menuju-grindelwaldAda perasaan meluap-luap dalam perjalanan menuju Grindelwald. Antara ingin tahu dan ria luar biasa. Lalu diantara desa-desa Swiss dan pusat olah raga ski, kami akui bahwa Swiss adalah negara tak biasa. Menakjubkan, menawarkan banyak hal yang belum pernah kami saksikan sebelumnya. Desa-desanya masih punya rumah-rumah kayu tua, berwarna gelap, namun berkesan kokoh. Asap mengepul dari perapian-perapian kuno. Entahlah, mungkin bagian dalamnya sudah modern. Sebab banyak orang Eropa lebih suka mempertahankan sesuatu agar tetap kelihatan tua, walau kenyataannya berbeda.

Interlaken – Grindelwald berjarak nyaris 20 kilometer. Akan tetapi, karena jalanan didominasi tanjakan, memekan waktu sekitar setengah jam. Makin tinggi, ketebalan salju makin meningkat pula. Untunglah jalanan mobil terbilang bersih. Bapak menyetir hati-hati. Walau kondisi jalan bagus, kemungkinan tergelincir tetap harus diwaspadai. Jalanan lumayan ramai. Mobil-mobil mulai kembali dari atas sana. Sementara kami baru saja naik. Hari hampir gelap. Tentu saja aneh jika jam sekian baru mau naik ke atas. Kecuali berniat main ski di malam hari.

Perjalanan menuju Grindelwald mirip dengan perjalanan naik turun pegunungan ketika kami akan pergi ke Liechtenstein. Bedanya, puncak pegunungan di sekitar Grindelwald terlihat lebih dekat. Desa wisata terkenal ini dikelilingi oleh lima puncak terkenal : Wetterhorn, Schreckhorn, Eiger, Mönch dan Jungfrau. Di atas sana hutan cemara menutupi sebagian badan gunung. Di tepi jalan, kami lihat sungai lumayan panjang. Mungkin berasal dari 2 gletser dekat Grindelwald, Gletser Atas dan Bawah.

Kami lalui tempat-tempat yang terdengat unik di telinga seperti Wilderswil, Ruti, Rudli, Lutschental, Lindi. Setengah jam berlalu dengan lancar. Tak terasa oleh suguhan pemandangan mengesankan. Kami kesulitan mencari tempat parkir. Walau banyak mobil telah turun gunung, akan tetapi mobil masih saja menumpuk di pusat desa Grindelwald. Disini, jalanan sudah mulai tertutup salju. Bapak lebih hati-hati lagi. Kata beliau, di jalanan seperti ini orang mesti menggunakan rantai ban. Agar kendaraan tak mudah tergelincir. Bus-bus yang penuh dengan pemain ski kami perhatikan menggunakan rantai ini. Banyak mobil juga demikian.

Grindelwald menggantungkan sebagian besar hidupnya dari sektor pariwisata. Lebih separuh penghasilan berasal dari sini. Di musim dingin, berdatangan penghobi atau olahragawan musim dingin, terutama ski. Di musim lebih hangat, berdatangan para turis biasa atau penyuka olah raga mendaki gunung. Jika mau ke Jungfraujoch, puncak dengan salju abadi, orang suka mampir kemari.

Possibly Related Posts:


Tags: , , ,

One Response to “Interlaken dan Grindelwald (2)”

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>