Yoghut enak

Kedai Susu Melkhus

Wohohoho… alhamdulillah kesampaian juga akhirnya keluarga pelancong kemari. Eh, bukan keluarga pelancong seh. Cuma Emak dan Bapak. Anak-anak gak mau ikut. Ke desa seniman terkenal di Jerman Worpswede.

Dulu waktu keluarga pelancong tinggal di Bremerhaven, sebenarnya dah tinggal ngesot ke Worpswede. Gak deket banget, seh. Dari Bremerhaven, naik kereta ke Bremen. Dari depan stasiun Bremen ada bus langsung menuju Worpswede. Tapi dulu Emak belum ngeh, Worpswede ada apa, seh. Nyatanya ini desa menarik. Penuh kreatifitas. Padahal dengan tiket semester khusus buat mahasiswa milik kami dulu, kami tidak perlu membeli tiket kendaraan umum lagi.

Nah ya, memang rezeki dan kesempatan itu baru datang sekarang. Kami diantar Pakde Puji, sahabat keluarga kami sejak lama. Beliau sudah hafal daerah tersebut. Sebab sering bersepeda mengelilingi Bremen, Niedersachsen, hingga Hamburg.

Bentang alam di daerah sini, dan daerah utara Jerman umumnya relatif datar. Jarang ada bukit atau dataran tinggi. Tempat yang enak untuk bersepeda. Dulu kami sering sepedaan di Bremerhaven. Oh ya, dulu Emak sama Bapak punya impian: ingin bersepeda sekeluarga menyusuri Sungai Weser. Sayangnya mimpi ini belum menjadi nyata hingga kini.

Dari Gropelingen, rumah sahabat kami, ke Worpswede sekitar 20 km saja. Gak perlu lewat jalan tol. Kami bermobil menyusuri daerah bersepeda favorit banyak orang. Di tepi Sungai Hamme yang membatasi negara bagian Bremen dan Niedersachsen. Berjam-jam kami habiskan hari itu. Hari yang mengayakan dan penuh makna.

Melkhus

Mulanya Pakde Puji membawa kami menuju Melkhuis. Sambil menyusuri daerah bersepeda indah. Hari itu cuaca lumayan hangat. Sehingga kami bertemu banyak sekali goweser. Di sebuah tempat parkir, kami lihat puluhan mobil. Banyak diantaranya memiliki tempat khusus menggantung sepeda di belakang atau di atas atap mobil. Satu tempat gantungan bisa muat hingga empat sepeda, lho. Asyik bisa ngangkut sepeda-sepeda dengan mobil trus bersepeda keliling Jerman. Atau bahkan keliling Eropa.

Susu segar enak

Susu, Yoghurt, dan Keju Melkhus

Melkhus ini merupakan sebuah kafe. Sekaligus tempat istirahat di jalur-jalur sepeda. Banyak kafe ini di negara bagian Niedersachsen dan Schleswig – Holstein. Produk utama yang dijual adalah produk susu. Karena berada di jalur sepeda, kafe ini malah berada di tempat-tempat terpencil yang jarang dilalui mobil.

Melkhus yang kami datangi juga demikian. Masih ada jalan mobil, namun sempit. Kadang cuma bisa dilalui satu kendaraan saja. Kalau papasan, salah satu kudu nunggu di tempat yang lebih lebar.

Nama Melkhus sendiri terdengar asing dan unik. Tidak ditulis dalam bahasa Jerman biasa. Emak bisa menebak artinya. Yakni kedai susu. Sekilas mirip bahasa Belanda. Sepertinya bahasa Plattdeutsch, bahasa yang masih banyak digunakan oleh warga Jerman utara dan sebagian timur Belanda.

Warung susu yang kami datangi ini berada satu kompleks dengan peternakan sapi. Keluar dari mobil di tampat parkir, langsung tercium bau-bau “sedap”. Bau kotoran sapi dan bau segar rumput. hehehe. Perlu beberapa menit bagi hidung Emak untuk beradaptasi dengan bau-bauan ini.

Sebelum masuk kafe, Emak memotret-motret lapangan luas di sekitarnya. Wuihhh, kalau malam dan musim dingin gimana ya sepinya? Serem gak sih, hidup jauh dari tetangga kayak gini?

Melkhus sedang didatangi beberapa pelanggan saat itu. Tak banyak. Mungkin sekitar 10 orang termasuk kami. Kedai susunya kecil saja. Dindingnya kayu hijau. Atapnya genteng merah. Akan tetapi tempat duduk outdoor-nya banyak. Berada di sebuah halaman yang ada rumah peternakan khas di desa. Temboknya dari bata merah dan tidak diplester. Di dekat gerbang masuk berdiri greenhouse kecil. Ada paprika, tomat dan tanaman labu sedang tumbuh. Di satu susdut, anak-anak sedang bermain di boks pasir.

Masuk ke kedai, pengunjung bisa memilih kue-kue, yoghurt aneka rasa, dan minuman susu. Semuanya segar. Yoghurtnya tinggal ambil sendiri di kulkas. Ada rasa stroberi atau blueberry.  Emak pilih yoghurt frambos. Yang ada taburan bongkahan gula. Asam manis seger. Nyaman banget pastinya abis bersepeda trus mengkonsumsi seger-seger seperti ini. Kapan-kapan pengen ah, bersepeda ke daerah ini trus mampir ke Melkhus dan nyoba milkshake atau produk susu lainnya.

(Bersambung ke: Desa Seniman Worpswede)

Possibly Related Posts:


Tags: , , , , , , , ,

6 Responses to “Kafe Pecinta Sepeda, Melkhus”

  1. Emakmbolang says:

    Kok ora onok foto e sampeyan bersepeda? hehehe. Sik ta mbak, Bau kotoran sapi? bau sedap? duh duh duh poleh ilin iling Dung :))))

    Wah, produk Susu iku kesukaanku opo maneh yogghurt dan keju. Maem Telur kadang tak lapisi melted keju, mangkane enduuttt :D

  2. ira says:

    @Zulfa: hehehhehehe, kata sedap-e lali diwenehi tanda petik. Iki aku pancen mrono gak spedaan. Numpak mobil.

    Aku yen susu gak pati. Lek susu kental manis doyan. Yoghurt yo mayan doyan, tapi ojok sing asem nemen…. Keju, doyan pisan.

  3. Dee An says:

    Iiiih tampilan kedai susunya manis banget, mbak… Toss ama mbak Zulfa, aku yo penggemar yoghurt dan keju…

  4. ira says:

    @Mbak Dee An: yang motret manis juga sih, Mbak…. #eh… hehhehehe

  5. melkhus jual melk — milk hihi. cocok untuk para goweser.
    ini sebenernya mba ira pengen bilang: aku lagi pacaran sama mantan pacar aku. jangan ganggu anak-anak!

  6. ira says:

    @Zahra: hihihihi… ini perginya bertiga, kok. Bukan kencan… :)

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>