ecolines di riga; LatviaTak semua negara menjadikan kereta api sebagai sarana terpenting di negerinya. Di Yunani, Spanyol dan Portugal yang pernah kami kunjungi, bus antar kota memegang peranan tak kalah penting. Pun di negara-negara Eropa Timur, Balkan dan Baltik. kami dulu juga sempat heran jika mendengar teman-teman asal Eropa Timur lebih suka naik bus jika pulang kampung ke negaranya.

Bukannya naik pesawat lebih cepat, tanya Emak suatu ketika.

Memang, jawab seorang teman dari Polandia. Tapi aku bisa naik bus dari Bremerhaven ke kota kecil tempatnya lahir di utara Polandia sana. Enam belas-an jam. Tak perlu ribet naik turun kendaraan lain, kilahnya.

Saat akan bertandang ke Baltik di liburan musim gugur tahun 2009 dan berencana mengunjungi dua kota besar di dua negara, yakni Latvia dan Lithuania, tentu saja kami mesti mencari informasi kendaraan penyambung keduanya. Menurut google, ada juga kereta api tapi sangat lambat. kecepatan maksimalnya hanya sekitar 60 km/jam. Bus sedikit lebih mahal, tapi cepat. Dan jalan-jalan penghubung juga telah dibangun dengan sangat baik.

Setidaknya dua perusahaan bus antar negara Eropa telah menjual tiket mereka secara online, Ecolines dan Eurolines. Eurolines adalah perusahan bus sangat besar, menjamah hampir seluruh negara di Eropa. Untuk rute Kaunas (Lithuania) – Riga (Latvia), harga tiket Eurolines beberapa euro lebih mahal. Makanya kami pilih Ecolines saja. Harga tiket untuk satu orang dewasa sekali jalan adalah 16 euro, anak-anak 9 euro.

Sebenarnya kami telah membeli tiket bus Kaunas – Riga pp. Namun karena cuaca ketika itu tak mendukung, sehingga pesawat Ryanair tunpangan kami tak bisa mendarat di Kaunas hari itu, melainkan dipindahkan ke Riga. Maka tiket pertama kami batalkan. Menukarnya dengan tiket sekali jalan Riga – Kaunas. Cara pembatalannya sangat mudah, kami tinggal mengirim sms dengan kode tertentu ke nomor pemberian mereka di tiket.

Pukul sepuluh pagi, setelah check out dari penginapan, kami bergegas menuju stasiun bus. Letaknya di pusat kota Riga, tak jauh dari stasiun pusat kereta api dan pasar utama ibukota Latvia ini.

Kami tiba di platform terminal dimaksud kira-kira setengah jam sebelum jadwal bus berangkat. Terminalnya ramai, namun teratur. Awalnya kami agak bingung. Penumpang lain yang kami tanyai tak tahu, kalau bus ini bakal lewat Kaunas atau tidak. Sebagian besar mereka ingin menuju Warsawa. Antrian panjang, dan kami putuskan ikut mengantri.

Seorang petugas wanita di depan pintu bus bisa berbicara bahasa jerman dengan baik. Dia mengecek tiket, passport kami serta mengatakan bahwa kami butuh visa. Emak merasa agak aneh. Latvia sudah masuk sebagai anggota Schengen sekitar dua tahunan. Mestinya tak ada pemeriksaan visa untuk masuk ke Lithuania, anggota Schengen lainnya. Urusan visa dan penyerahan bagasi ke bagian belakang bus usai. Kami masuk ke bus di tingkat atas. Sesuai dengan nomor bangku kami. Dekat dengan rombongan pemuda berbahasa Inggris, entah dari mana asal mereka.

Bangku bus cukup nyaman. Sandarannya bisa diatur agar lebih rileks. Posisi bangku pun bisa dipindahkan agar tak terlalu dekat dengan penumpang di sebelah. Nampaknya, karena lamanya urusan pengecekan tiket, passport dan pengaturan bagasi, bus baru berjalan 20 menit lebih lambat dibanding jadwal.

Di perjalanan, petugas wanita tadi berkeliling lagi, menerangkan kepada setiap penumpang hal-hal yang berhubungan dengan perjalanan kami. Dia memperkenalkan namanya, nama para sopir, menerangkan letak dan aturan pemakaian toilet, serta pemesanan makanan minuman dalam bus.

Negara-negara Baltik memiliki penduduk sangat sedikit di tiap negara. Lithuania misalnya, cuma dihuni sekitar 3 jutaan manusia. Tiga puluh hingga empat puluh persen daerahnya masih berupa hutan. Makanya jarang sekali kami bertemu dengan kota atau daerah hunian selama perjalanan. yang ada adalah hutan dan daerah pertanian. Agak membosankan.

Menjelang masuk Lithuania, ada satu lagi pemeriksaan oleh petugas. Mereka hanya berdua. Seorang ibu berbadan bear pengontrol bagasi, dan bapak petugas pengontrol passport. Dia hanya melihat sekilas ke paspor kami masing-masing.

Bus berhenti dua kali untuk menaik turunkan penumpang. Lama perjalanan total kami hari itu adalah nyaris lima jam. untung anak-anak kami bekali beberapa mainan dan makanan ringan. Sehingga mereka tak terlihat bosan. Jika ingin berkeliling Eropa Timur, tinggal cek saja jadwal bus di negara-negara ini.

Possibly Related Posts:


Tags: , , ,

5 Responses to “Kali Pertama Memanfaatkan Jasa Bus Antar Kota Antar Negara di Eropa”

  1. Perjalanan yang sangat menyenangkan dengan crew yang ramah dan profesional. Bis yang bersih dan nyaman. Pemandangan indah sepanjang perjalanan dengan hutannya dan tanah pertanian yang luas terhampar.

  2. ira says:

    trims, ya…

  3. heryanto says:

    sama ga dengan busway di jakarta

    jakarta harus banyak balajar

    mulai pengelola samapai penumpangnya.

    sukses n salam kenal sob.

  4. nisa says:

    Mbak, misal saya mau pergi ke Serbia dari Jerman menggunakan bus, katakanlah saya melewati Hungaria (sekedar lewat), apakah saya butuh visa Hungaria juga?

  5. ira says:

    Halo Mbak Nisa,

    kalau Embak sudah punya visa Jerman atau visa negara Schengen lainnya, gak masalah kalau lewat Hungaria. Kan Hungaria sudah masuk dlm perkumpulan negara Schengen.

    Salam,
    ira

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>