Seorang teman Emak pernah bertanya dalam sebuah pesan di Facebook, „Kalau mau ke Eropa, enaknya bulan apa, yah?“

Tanpa banyak berpikir, Emak segera membalas : „Menurut saya, bulan dan musim apa saja enak. Yang terpenting adalah persiapan fisik.“ 

Demikian Emak rasakan tentang melancong ke Eropa. Atau kemana saja. Bisa dilakukan kapan saja. Setiap musim ada enak tak enaknya.

Datang ke Eropa di musim panas, enak. Daun-daun menghijau. Taman-taman rindang mengundang untuk berpiknik atau sekedar duduk-duduk. Pakai baju tipis-tipis saja seperti di tanah air. Siang harinya panjang. Bisa menikmati keindahan Eropa lebih lama. Namun tak enaknya ada juga. Biasanya di musim panas, Eropa lebih banyak didatangi para turis. Terutama di daerah tujuan wisata. Paris dan Cologne, misalnya. Terkesan padat dan lebih kotor. Tak jarang pula, matahari Eropa akan terasa sangat menyengat hingga membuat sakit kepala. Jangan lupa aksesori berupa topi dan kaca mata hitam.

Di musim gugur, ketika dedaunan berubah warna menjadi merah, kuning dan coklat, suasana jadi terkesan romantis. Paling enak main ke taman-taman atau mencicipi kopi di bangku-bangku kafe Eropa. Tapi bersiap-siaplah dengan angin kencang dan hujan yang lebih sering turun di musim ini. Apalagi jika mengunjungi wilayah dekat laut. Perlengkapan hujan (jas dan celana tahan air) mesti disiapkan. 

Di musim dingin, bisa melihat salju bila beruntung. Tempat-tempat wisata andalan adalah lokasi wisata main ski, yakni di pegunungan. Selain bisa mengunjungi pasar natal khas Eropa (akhir November – akhir Desember), berjalan-jalan menikmati kue-kue rasa kayu manis atau jahe. Sesekali mencoba berwisata musim dingin bisa jadi kesan tak terlupakan. Meski tak bisa main ski, bisa coba berseluncur menggunakan Slead atau Schlitten. Tapi…. Jangan lupa berpakaian sangat tebal. Lengkap dengan tutup kepala dan sarung tangan. Sehingga badan terasa lebih berat karenanya. 

Di musim semi, para turis akan disuguhi pemandangan indah berseminya bunga-bunga. Taman-taman berwarna-warni cerah ceria. Taman wisata seperti Keukenhof kebanjiran pelancong. Namun, terkadang musim dingin masih melanjutkan hegemoninya di musim ini. Angin dingin dan hujan, harus diwaspadai. 

Jadi kapan enaknya ke Eropa? Yah, kapan saja asyik, kok. Tinggal membangkitkan sedikit jiwa petualangan. Maka semua akan terasa lebih mudah dan mengasyikkan.

Possibly Related Posts:


Tags: , , ,

2 Responses to “Kapan Enaknya ke Eropa?”

  1. Stop dreaming start action says:

    wuih jadi pengen ke eropa asik kali ya apa lagi berduaan ma pasangan hehehe

  2. mutiara says:

    Gak punya duit mau k eropa :)

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>