Kota tua KoblenzSebab satu urusan, keluarga pelancong seringkali mendatangi kota ini. Namun hanya Bapak dan anak-anak sering menjelajahinya. Sedangkan Emak, sebab urusan tersebut hanya sekali sempat menjelajahi sebagian kota Koblenz.

Bertahun sebelumnya, dalam perjalanan kereta menuju kota Trier, kami melewati kota ini. Dan langsung terpesona oleh keindahannya. Tepat di belakang stasiun kereta, sudah tampak salah satu bangunan tua bekas benteng. Fort Constantin namanya.

Pusat keramaian serta atraksi wisata kota ini terletak tak terlalu jauh dari stasiun kereta. Jika kita keluar bagian depan stasiun, Langsung ikuti jalan ke arah kiri. Tak sampai satu kilometer berjalan, maka akan segera terlihat keramaian kota. Mulai dari deretan toko-toko dan tempat makan. Sebelum sampai di satu mal bernama Löhr Center, ada gereja besar bernama Liebfrauenkirche. Dari sini di sebelah kiri adalah mal. Sedangkan di sebelah kanan jalan sudah mulai memasuki wilayah kota tua Koblenz. Ada kompleks pejalan kaki serta pusat pertokoan di wilayah kota tua ini.

Jika ingin keliling kota tua, bisa memulai perjalanan dengan berbelok menuju Friedrich-Ebert-Ring ke arah Sungai Rhein. Dari situ akan sampai ke Congress Centrum berbelok lagi ke arah kiri untuk menyusuri tepi sungai. Pemandangan sungai akan banyak dihiasi oleh kapal-kapal yang sedang berlayar maupun berlabuh. Banyak feri menawarkan perjalanan singkat menuju beberapa daerah di sepanjang Sungai Rhein seperti Cologne, Bingen, St. Goar, dsb. Berjalan terus, maka sampailah kita ke muara Sungai Mosel ke Rhein. Sudut pertemuan kedua sungai ini bernama Deutsche Eck. Nama Deutsche Eck mengingatkan akan para ksatria Orden Jerman pendiri bangunan-bangunan Orden di tahun 1216 masehi. Di sini berdiri Monumen-Kaisar-Wilhelm, sebuah patung berkuda tinggi besar. Ketika kami ke sana terakhir kali, monumen ini sedang dalam perbaikan. Daerah ini rupanya merupakan salah satu titik favorit para wisatwan. Banyak orang berkumpul sambil duduk-duduk di sini. Dari sini pula terlihat Istana Eherenbereitstein di seberang sungai, dibangun oleh bangsawan Trier berabad lalu.

Dari Deutsche Eck, perjalanan bisa dilanjutkan kembali menuju kota tua. Melewati Muenzplatz, balai kota, mampir ke salah satu deretan pusat makanan, serta ke Zentralplatz untuk mengagumi bangunan-bangunan tua di sana.

Possibly Related Posts:


Tags: , , , ,

3 Responses to “Koblenz, Kota Cantik di Pertemuan Dua Sungai”

  1. […] berjalan lancar. Dari Bacharach, sebagian kami naik feri ke Sankt Goar. Lalu kembali ke Koblenz, dan lanjut dengan kereta menuju Cologne. Saat kami berada dalam kereta api, sempat terjadi hujan […]

  2. […] Daerah aliran Sungai Rhein terkenal akan keindahannya. Perbukitan hijau, lembah-lembah menawan, kebun-kebun anggur, desa-desa idyllic, kota-kota tua merupakan beberapa atraksi wisata di daerah tersebut. Salah satu kota tua penarik wisatawan adalah Bacharach. Letaknya antara Mainz dan Koblenz. […]

  3. […] Suasana sangat riuh oleh klakson mobil di jantung kota Koblenz. […]

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>