kartini-maretKartini ini sepertinya majalah orang dewasa yang pertama Emak kenal.  Dulu mama sesekali membeli majalah ini. Sebab nafsu membaca besar sedangkan bacaan kurang, sesekali saja Emak kecil dibelikan majalah anak-anak seperti Bobo dan Kawanku, Emak jadi ikut-ikutan membaca Kartini. Pernah membaca kisah sangat memilukan di Rubrik Oh Mama Oh Papa. Sampai-sampai bingung, kok ada orang yang sangat malang seperti itu, ya. Karena majalah ini pulalah di kelas enam SD Emak pernah ingin membuat sebuah artikel tentang seorang dokter wanita yang bertugas di Irian Jaya.

Majalah Kartini punya Rubrik Wisata. Emak tahu sejak lama. Sudah pula Emak membaca contoh satu tulisan Wisata dari Kartini gratisan di Scoop. Namun belum tergerak untuk mengirimkan artikel ke sana. Baru awal tahun ini, ketika punya beberapa ide menulis, namun bingung hendak dikirimkan kemana.

Seorang teman di sebuah grup menulis, Mbak Jihan, suatu ketika menuliskan daftar artikel yang pernah di dimuat di media massa. Di antaranya adalah di Majalah Kartini. Nah dari situ baru klik. Eh, mengapa gak Emak coba juga? Artikelnya tak terlalu panjang. Walau sempat ragu, media massa lama macam Kartini, antrian artikelnya pasti panjang, ya.

Februari Minggu ketiga Emak kirim, dibalas oleh redaksinya awal April. Katanya bakal segera dimuat serta minta tambahan foto. Emak segera penuhi permintaan foto. Menunggu lagi dikabari tentang pemuatan artikelnya.

Emak tunggu-tunggu sampai awal April. Kok, gak ada kabar lagi, ya? Emak tanya ke Mbak Jihan. Ternyata memang tiada pemberitahuan tanggal atau edisi penerbitan. ‘Langsung beli saja Kartini terbaru, Mbak’, saran Mbak Jihan.

Langsung Emak beli majalah Kartini versi paling baru di Scoop. Tanpa melihat tanggal di majalah terlebih dahulu. Ealah, yang Emak beli ternyata edisi akhir Februari sampai pertengahan Maret. Pantesan, gak ketemu artikel Emak di Rubrik Wisata.

Minggu lalu, baru ada Kartini edisi pertengahan Maret. Pas mau beli, ada kendala lagi. Beli lewat Scoop, Emak tak temukan opsi pembayaran seperti biasa. Berkali mencoba, berkali pula tak muncul opsi tersebut. Emak pun mengomel di satu media sosial. Eh, omelan tersebut, didengar Scoop, padahal gak mensyen. Dengan bantuan merekalah akhirnya Emak tahu, bahwa Emak mesti updata Scoop versi terbaru.

Siang tadi, setelah ingat men-charge ulang baterai pc tablet, Emak langsung beli Kartini tersebut. berbunga-bungalah hati melihat daftar isi. Ada tulisan Nikosia di Rubrik Wisata. Artikel Emak. :) ALhamdulillah.

Possibly Related Posts:


Tags: , ,

2 Responses to “Kota Terbelah Nikosia di Majalah Kartini”

  1. Ellys says:

    Senengnya ya….. biarpun lumayan lama ngantrinya tapi lega karena akhirnya dimuat di majalah sekaliber Kartini bok…. keren :)

  2. ira says:

    Terima kasih… ayooo dirimu coba kirim tulisan juga kesana. :)

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>