Tahun lalu, keluarga pelancong kedatangan teman lama dari utara Jerman yang kebetulan lewat daerah tempat tinggal kami. Kami berdiskusi tentang wisata, dll. Suatu ketika sang suami memberitahukan kepada kami. Bocoran dari petugas KJRI. Mengatakan bahwa orang Indonesia pemilik visa Schengen bisa masuk Kroasia tanpa visa. Kami girang mengetahuinya. Satu pintu lagi di Eropa terbuka lebar. Namun kami belum berpikir untuk mengunjungi negara tersebut.

Sejak beberapa tahun terakhir, kami perhatikan Kroasia kembali menjadi salah satu primadona wisata bagi orang Jerman. Konon karena harga-harga di sana masih relatif murah. Ditambah infrastruktur bagus dan pemandangan alamnya yang aduhai. Tahun ini, Kroasia menyusul Slovenia. Negara bekas Yugoslavia yang bergabung dengan Uni Eropa. Walau belum resmi masuk daftar negara Schengen (direncanakan tahun 2015 masuk Schengen), ia mulai memberi kemudahan untuk masuk negaranya. Salah satunya bagi warga negara non EU pemilik visa Schengen.

Kami masuk Kroasia dari arah Slovenia, yakni Jalan 111. Tak sampai setengah jam dari kota Piran. Di imigrasi Slovenia, petugas hanya memeriksa sekilas paspor kami, serta meminta masing-masing pamer wajah sambil mencocokkannya dengan foto paspor. Di imigrasi Kroasia ceritanya lebih panjang dan lama. Kami diminta memarkir mobil. Mulanya para suami menghadap petugas. Lama menunggu, Bapak memanggil Emak. Ternyata untuk mengisi formulir yang ditulis tangan oleh petugas. Itu saja proses yang membuat kami menghabiskan waktu lebih lama di perbatasan.

Setelah formulir lengkap, kami dipersilakan melanjutkan perjalanan. Setelah sebelumnya membaca informasi mengenai ketatnya pemeriksaan bawaan ketika masuk negera ini, Mas Riza, teman kami menyesal. Pemeriksaan tak seketat bayangan. Menyesal tak bawa rendang masuk ke Kroasia.

Possibly Related Posts:


Tags: , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>