Yang namanya memulai dimana-mana sama saja. Bukan hal mudah di awalnya. Terbiasa menulis tak membuat semuanya selalu mudah dan lancar. Bagaimana mengawali paragraf pertama? Apakah kalimat pembuka cukup menggugah perhatian?

Sebuah catatan perjalanan bisa ditulis dan disimpan di mana saja. Jika tak menulis untuk media massa, bisa menulis secara manual. Disimpan dalam diari atau buku catatan khusus. Jika punya komputer atau komputer jinjing, menyimpan di dalamnya akan lebih mudah dan tak makan tempat dan kertas. Atau disimpan secara online dalam blog atau catatan di media sosial. Di jaman sekarang, alternatif makin banyak saja. Tinggal memilih yang sesuai dengan keadaan kita. Yang introvert bisa menuliskannya dalam diari. Yang mengharapkan komentar dari luar, bisa memasukkan dalam blog dan media sosial.

Jangan menunggu waktu lama untuk menuliskan kisah perjalanan yang baru dialami. Biasanya setelah jalan-jalan kita masih dalam suasana bahagia. Memori masih tajam. Waktu sangat tepat untuk memulai menulis.

Buat yang baru memulai menulis, mungkin akan kebingungan ketika berhadapan dengan lembar kosong. Tak perlu panik. Ingat-ingatlah sesuatu yang ekstrem selama perjalanan. Yang paling membahagiakan, atau menyedihkan. Hal yang berhubungan dengan emosi, biasanya cepat mengalir dalam bait-bait kalimat. Tak perlu pula takut dianggap tidak bagus. Yang penting menulis, menulis dan menulis.

Menunda-nunda keinginan menulis kadang bisa membuat semangat menulis pudar. Jika terjadi pada saya, ada beberapa kita yang biasa saya terapkan. Yakni melihat kembali album-album foto perjalanan atau rekaman videonya. Selain membangkitkan memori, juga semangat untuk menulis.

Jangan lupa, agar tulisan lancar perbanyak membaca. Sebab membaca adalah bahan bakar menulis. Jika tulisan terasa mulai garing, maka itu alarm saya untuk menambah bacaan. Sumber bacaan sungguh luas. Bisa dari internet, buku maupun surat kabar. Tak perlu membaca sesuatu yang berhubungan dengan tempat wisata atau tema tulisan. Membaca sebuah novel menarik, seringkali membantu membuka ide-ide baru.

Selamat menulis!

Possibly Related Posts:


Tags: , ,

2 Responses to “Memulai Menulis (1)”

  1. syukur says:

    Saya suka membaca tapi untuk menulisa rasanya susah sekali,..terima kasih tipsnya sangat membantu

  2. ira says:

    Menulis bagi saya perlu kebiasaan. Kalau sering menulis, In shaa Allah tulisan mengalir lancar.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>