Saat berkunjung ke Immermannstrasse di Duesseldorf, saya pernah bertanya-tanya. Mengapa banyak sekali orang Jepang tinggal di Dusseldorf? Kata seorang teman, mereka awalnya datang untuk mempelajari seni, tapi kemudian banyak tak kembali ke negara asalnya.

Jawaban pertanyaan saya pun terjawab ketika membawa sebuah artikel di majalah online der Spiegel. Ada ceritera mengenai pendatang asal Jepang, serta keterangan mengenai banyaknya orang Jepang di ibukota negara bagian Nordrhein-Westfalen, Jerman bagian barat ini.

Kampung Jepang di Duesseldorf, adalah yang ketiga terbesar di Eropa. Setelah London dan Paris. Menurut konsulat jenderal Jepang di kota ini, di tahun 2008 ada hampir delapan ribu warga asal Jepang tinggal di Dusseldorf dan sekitarnya. Banyak sekali perusahaan Jerman punya cabang di sini. DI tahun 2008 tersebut, sebanyak 507 perusahaan Jepang punya perwakilan di negara bagian Nordrhein-Westfalen. Lima puluh delapan persen diantaranya berada di Duesseldorf.

Orang Jepang pertama datang ke Duesseldorf di tahun 1905. Namun mereka banyak sekali datang sekitar 60 tahun kemudian. Setelah perang dunia kedua, Jepang mencari bahan baku untuk membangun kembali negara mereka berupa baja, mesin-mesin industri dan bahan-bahan kimia. Dan mereka banyak menemukannya di daerah industri Ruhr. Duesseldorf menawarkan diri sebagai basis, sebab posisinya yang mudah dicapai melalui lalu lintas sungai ke pelabuhan besar seperti Rotterdam. Serta dekatnya kota ini dengan wilayah industri Ruhr. Pengusaha pertama Jepang tinggal pada tahun 1951 di kota ini, serta kamar dagang pertama berdiri pada tahun 1955. Jumlah warga asal Jepang melonjak dari 279 orang di tahun 1961 menjadi seribu orang di akhir tahun enam puluhan. Hingga awal tahun sembilan puluhan, jumlah mereka terus bertambah.

Possibly Related Posts:


Tags: ,

4 Responses to “Mengapa Banyak Ekspatriat Jepang di Dusseldorf?”

  1. dina says:

    assalamualaikum…

    hallo slm kenal,, saya dina, td saya sdh mbaca b’berapa tulisan ttg kisah perjalan yg sebagian bsr d’eropa khususnya djerman. mnyenangkan sekaliii…

    saya mau tanya utk info penerbangan yg plng murah dr jakarta ke jerman apa ya?? krn saya&teman2 dpt beasiswa utk ekskursi kjerman tp tiket dtanggung masing2 peserta. jd kami sdang mcari tiket penerbangan termurah kjerman. tlg infonya yaaa trimakasih.

    wass.wr.wb

  2. ira says:

    waalaikum salam,

    terima kasih telah mampir di blog ini. Kalau di tanah air saya tidak tahu dimana membeli tiket pesawat yang murah. Teman2 saya biasanya membeli lewat biro perjalanan. Tapi saya juga tak tahu nama2 mereka. Jika disini, saya biasanya membeli tiket secara online. Baik langsung melalui website maskapai penerbangan masing2, atau melalui expedia.de.

  3. tulisannya kalo dah banyak, ntar bisa dirangkum jadi buku “keluarga pelancong” dong…:)

  4. […] konjen Jepang gak jauh dari stasiun pusat Dusseldorf. Jalan kaki sekitar 5 menitan. Kami datang 10 menit sebelum pukul satu. Mereka masih istirahat […]

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>