istana-diezDi Jerman ini, puluhan ribu bangunan bersejarah masih tegak berdiri. Ada yang sempat hancur akibat dua perang dunia, lalu dikonstruksi ulang semirip mungkin dengan aslinya. Ada yang memang awet, tegar hingga ratusan tahun sejak pertama didirikan.

Bangunan-bangunan tua tersebut berbentuk benteng dan istana. Para ningrat pemiliknya kadang menjualnya ke pemerintah. Perawatan bangunan seperti ini mahal. Tak semua darah biru sanggup memelihara properti macam ini di masa sekarang. Oleh pemerintah, ia dialih fungsikan menjadi museum atau penginapan.

Keluarga pelancong juga ingin sesekali merasakan tinggal di sebuah bangunan tua. Di sebuah artikel di New York Times, Emak pernah membaca bahwa beberapa kaum ningrat Jerman membuka pintu istananya untuk diinapi orang. Dengan biaya tidak murah tentu saja. Mereka akan ‘bertamu’, tidur di ranjang antik, jalan-jalan dan berburu di hutan yang masuk dalam kompleks istana, dijamu menu istimewa.

Kami belum ingin seperti itu. Melainkan hanya ingin merasakan atmosfir di dalam istana tua. Sebelumnya kami pernah menginap di kompleks benteng di Koblenz. Ternyata bagian dalam penginapannya sudah modern. Sedikit sekali kesan kunonya.

Nah, melihat foto istana Diez di situs youth hostel Rheinland Pfalz, kami tergiur untuk mencobanya. Apalagi di musim dingin, ada penawaran murah bagi keluarga. Tak salah, istana satu ini tepat seperti bayangan kami semula. Eksterior maupun interiornya. Walau ada sentuhan modern, tapi tak sampai mematikan kesan kuno yang dimilikinya.

Dingin udara sangat menggigit akhir minggu itu. Tak banyak bersalju tapi dingin sangat. Kami lebih banyak menghabiskan waktu bermain di Rittersaal. Satu ruangan umum tempat orang duduk-duduk santai. Sesuai namanya, ada baju besi untuk ritter (ksatria) di sudut ruangan. Juga lukisan besar bertema para ksatria Diez zaman dahulu. Di sana ada meja tenis. Kami membeli perlengkapannya tenis meja di toko dekat resepsionis. Setengah harian kami habiskan untuk menjelajah kota tua Diez. Kota ini masih punya banyak fachwerkhaus, rumah-rumah tua dari abad pertengahan.

Sebagian istana Diez juga punya fachwerk. Di kamar kamu tulang-tulang bangunan dari kayu ini jelas terlihat. Dicat coklat tua. Atapnya juga diperkuat gelondongan kayu besar. Jika naik ke tempat tidur atas (tempat tidurnya bertingkat), kita akan bisa meraba tekstur kayunya. Sebagian lantai dan tangga masih terbuat dari batu alam. Koridor, dan tembok dihiasi lukisan. Inilah atmosir yang ingin kami rasakan di sebuah istana tua. Sempurna!

Possibly Related Posts:


Tags: , , ,

One Response to “Menginap di Istana Kuno Diez an der Lahn”

  1. […] Bulan lalu Emak sempat menulis kisah kami ketika menginap di Istana Diez, negara bagian Rheinland Pfalz. Bagian tertuanya berusia lebih dari milenia. Sedangkan bagian lebih […]

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>