Bulan lalu keluarga pelancong diminta tolong oleh seorang Bapak untuk mengurus visa kunjungan ke tanah air kita. Beliau berasal dari Tanjung Pinang dan sudah memiliki paspor Jerman sejak sepuluh tahun terakhir.

Lama sebelum berencana mengunjungi Indonesia, beliau sempat bingung, kenapa harus membuat visa. Kan saya orang indonesia, kata beliau. Beliau lupa warga meski orang asli indonesia, tapi paspornya bukan paspor indonesia, ya tetap harus pakai visa kunjungan. Kecuali dari negara-negara tertentu yang bebas visa kunjungan.

Mulanya beliau ingin membuat Visa on Arrival (VoA) saja. Tapi beliau turun di Singapura, lanjut dengan feri ke Tanjung Pinang. Dan tak tahu apakah bisa membuat VoA jika masuk Indonesia lewat pelabuhan laut. Selain itu kunjungannya juga berlangsung hampir dua bulan. Artinya jika mamakai VoA yang berlaku sebulan, beliau mesti keluar dulu ke negara tetangga sebelum masuk lagi ke Indonesia. Ribet. Makanya akhirnya yang bersangkutan memutuskan untuk mengajukan permohonan visa ke konsul Indonesia di Hamburg.

Bingung oleh segala macam urusan. Beliau meminta bantuan kami. Kami pun mencari informasi lewat internet, mencetak formulir pengajuan visa dari kedutaan, membantu mengisi isiannya. Saat mengisi sempat bingung, sebab ada kolom sponsor dari Indonesia. Kami tanyakan ke seorang teman yang telah berpengalaman. Katanya, jika kunjungan dilakukan tak lebih dari dua bulan, maka tak butuh sponsor atau penjamin dari tanah air. Dan kolom isian sponsor dibiarkan kosong. Isian lainnya berupa data diri lainnya. Kami isi semuanya, mengirimkannya kembali ke sang Bapak, meminta beliau menempelkan foto dan tanda tangan. Setelah itu formulir pengajuan beliau kirim beserta paspor dan kopian tiket pesawat terbang ke konsul melalui pos. Disertai dengan amplop dan perangko balasan.

Setelah hampir dua minggu, beliau menelpon, memberitahukan bahwa belum ada kabar dari konsul. Beliau juga belum membayar ongkos pengurusan sebesar 45 euro. Tak tahu mau ditransfer kemana, kata beliau. Kami carikan lagi informasi di internet dan meminta beliau menelpon langsung ke pihak konjen.

Tadi siang, dengan gembira beliau memberitahukan visa sudah jadi. Padahal baru tadi pagi beliau mentransfer uang serta mengirimkan tanda bukti pembayaran ke pihak konsulat. Belaku enam puluh hari, tutur beliau.

Possibly Related Posts:


Tags: ,

62 Responses to “Mengurus Visa Kunjungan ke Indonesia”

  1. lisa says:

    assalamualaikum,
    mbak ira saya butuh informasi agen pengurusan calling visa jadi minta alamat emailnya mbak yanti ya! terima kasih :)

  2. ira says:

    Nunggu ijin Mbak Yanti dulu ya, Mbak Lisa. Kalau beliau sudah mengijinkan, langsung saya japri alamat emailnya. :)

  3. Yanti says:

    Oke mba Ira…kasih aja gpp…senang bisa bantu.

  4. Yanti says:

    Oke Mba Ira….kasih aja alamat emailnya gpp. Mungkin bisa bantu tmn2 yg lain.

  5. Yanti says:

    Okee mba ira…kasih aja mungkin bisa membantu rekan2 yg lain.

  6. Yanti says:

    Okeee mba Ira kasih aja gpp…mungkin bisa bantu rekan2 yg lain

  7. Yanti says:

    Okee mba Ira….kasih aja gpp. Mgkn bisa membantu rekan2 yg lain.

  8. Yanti says:

    Ok mba ira

  9. Maulina says:

    Mba…boleh minta emailnya juga? karena saya mau tanya beberapa hal. thanks ya mba.

  10. ira says:

    Email kami ada di halaman Àbout`.

  11. lusiana says:

    mbak ira, saya butuh informasi pengurusan visa dari abudabi ke indonesia.. thanks

  12. ira says:

    Langsung ke KBRI setempat saja, Mbak. Biar dapat info paling aktual.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


eight * = 72