Suhu udara makin menjauhi titik beku. Bunga-bunga bermekaran. Kuncup dedaunan bermunculan. Sesekali hujan membasahi bumi. Namun cuaca cerah paling sering menghiasi alam musim semi kali ini. Kami sekeluarga mulai melakukan aktifitas di luar rumah lebih sering. Terutama untuk mengisi waktu senggang kami di hari libur atau akhir minggu.

Bersepeda adalah salah satu pengisi aktifitas di waktu senggang kami. Sebenarnya sepeda adalah transportasi kami sehari-hari. Untuk belanja dan sesekali ke tempat kerja. Namun tak jarang kami merencanakan tur sepeda jarak jauh sekeluarga. Tak perlu keluar kota. Di kota di sekitar tempat tinggal kami (Duren) dan sekitarnya, punya jalur sepeda asyik.

Sebelumnya, kami sudah membeli satu buku khusus tur sepeda di kota ini. Lengkap dengan peta khusus jalur sepeda. Turnya bervariasi dengan berbagai tingkat kesulitan. Untuk memudahkan, saya dan suami sepakat untuk membuat tur kami sendiri. Mulai Stockheim, desa kami sampai desa lain bernama Huchem Stammeln. Perjalanan ini berjarak 25 km pp. Agar tak membosankan, kami pilih jalan berbeda saat pergi dan pulang.

Bersepeda di Jerman

Bersepeda di tepi Rapees

Kami berempat menggunakan tiga sepeda dan satu becak untuk Adik, anak kami usianya waktu itu masih 5 tahun. Kami tak gunakan boncengan khusus anak yang dipasang langsung di tempat duduk belakang untuk perjalanan panjang. Becak adalah sebutan kami untuk kereta khusus pengangkut anak kecil yang dihubungkan dengan sepeda. Di dalamnya, anak bisa duduk nyaman atau tidur. Embak,  saat usia 11 tahun sudah kuat bersepeda jarak jauh.

Tidak lupa kami semua mengenakan helm sepeda. Aksesoris sepeda tidak wajib sebenarnya. Namun sangat disarankan untuk dipakai. Terutama bagi anak-anak. Sejak dahulu, kami selalu membiasakan anak-anak menggunakan helm. Walau pun saat bersepeda di rute pendek sekali pun. Keselamatan kami adalah hal paling utama.

Rute 25 km ini melewati desa, perkotaan, ladang-ladang nan luas, hingga menyusur tepi Sungai Rur. Sungai Rur adalah anak Sungai Maas, mengalir di sebagian Jerman, Belanda dan Belgia. Panjangnya hampir 165 km. Punya jalur sepeda sendiri bernama RurUfer-Radweg (Jalan Sepeda Tepi Rur) sejauh 180 km. Dimulai dari Belgia, di hulu sungai sampai muara sungai menuju Sungai Maas di Belanda.

Ramalan cuaca hari itu mengatakan bahwa seharian bakal cerah dan hangat. Suhu udara maksimum di siang hari mencapai 22°C. Pas untuk bersepeda jarak jauh. Tak mau menciptakan rekor dunia, kami perkirakan perjalanan ini akan memakan waktu kurang lebih 4 jam. Lengkap dengan piknik dan istirahat di suatu tempat nantinya.

Di hari Minggu jelang siang, sudah banyak orang mengayuh pedal seperti kami. Di jalan negara bagian Bundesstrasse 56, berkali kami berpapasan atau disalip penggowes lainnya. Tua muda, besar kecil. Seakan tak mau melewatkan kehangatan musim semi begitu saja. Jalan sepeda di pusat kota Duren ingin cepat kami lalui. Sesekali jalan sepeda terputus, mengharuskan kami masuk jalur mobil. Atau jalanan tertutup sebagian oleh deretan mobil sedang diparkir. Masuk ke jalan sepeda dekat daerah pertanian hati kami riang kembali. Apalagi menyaksikan ladang mulai digarap dan ditanami.

Di daerah industri Grossen Tal, tanpa mengecek peta kami langsung masuk satu jalan kecil. Kami pikir itu lanjutan jalur sebelumnya. Setelah sekian lama berputar, baru kami sadar, kami salah jalan. Terpaksa kembali ke persimpangan sebelumnya menuju jalan yang benar.

Dari desa Huchem Stammeln, baru kami balik arah. Menuju tepi Sungai Rur. Di sini kami sempat salah baca peta. Kesasar lagi 2 km-an ke pusat pengolahan air buangan kota, sebelum menemukan RurUfer-Radweg.

Jalur sepeda ini tentu saja jauh lebih indah dibanding jalur perkotaan. Kami keluar masuk hutan. Di sisi sungai, suara gemericik air sungai menemani perjalanan. Tak lama, kami temukan spot nyaman untuk berpiknik. Di seberang tampaknya ada jalur berkuda. Sebab berkali kami saksikan orang menunggang kuda dengan santai.

Berlanjut ke arah rumah, pemandangan makin variatif. Di daerah Birkesdorf, di sebuah lapangan orang berjemur dan barbeque. Anak-anak bermain di tepi sungai. Berbelok kembali ke Stockheim, kami rasakan tanjakan paling terjal selama tur ini. Kecapekan, kami tuntun sepeda hingga titik teratas. Ditambah acara kesasar tadi, kami telah menempuh 34 km selama 5 jam hari itu.

Possibly Related Posts:


Tags: , , , , ,

3 Responses to “Menikmati Musim Semi di Atas Dua Roda”

  1. Dedew says:

    impiamku banget tuh mba bersepeda dengan krucils kemanaa gitu menjelajah…maaf lahir batin ya mba ira…

  2. ira says:

    @Dewi: Mohon maaf lahir batin juga. Iyaa… krucils pasti senang dengan kegiatan2 seperti ini.

  3. […] praktis pakai baju ya di musim panas. Serasa di tanah air. Pakai baju tipis saja saja sudah tipis. Celana cukup selapis. Jarang-jarang […]

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>