Sebelum melakukan sebuah perjalanan wisata sekeluarga, Emak seringnya membuat rencana perjalanannya dulu. Bukan rencana njelimet. Hanya garis besar tempat-tempat yang akan keluarga pelancong kunjungi di tempat tujuan.

Itineraray atau rencana perjalanan bisa disusun berdasarkan banyak hal. Seperti:

– Ketertarikan

Yang suka belajar di museum tentu akan memasukkan museum di rencana perjalanannya. Demikian pula yang suka wisata arkeologis. Atau bahkan wisata alam. Rencana perjalanannya pasti berbeda dengan mereka ynag menyukai hang out di pusat kota.

– Kepentingan

Acara jalan-jalan keluarga, akan berbeda rencananya dengan jalan solo. Apalagi jika membawa anak-anak. Keperluan mereka juga mesti diperhatikan. Misalnya saja, anak-anak perlu lebih banyak waktu break. Serta perlu sesekali mengunjungi taman bermain di tempat tujuan. Kepentingan lainnya adalah belanja, contohnya.

– Waktu

Lamanya waktu yang kita punya juga bakal menentukan rencana perjalanan. Seperti saat keluarga pelancong mengunjungi Irlandia. karena waktu terbatas, kami akhirnya memilih menggunakan jasa tur. Harganya terjangkau dan bisa hemat waktu.

– Bujet

Ini elemen penting dalam sebuah perjalanan. Bahkan bisa jadi yang paling penting, yaks. Banyak hal bisa dipilih berdasarkan dana yang kita punya. Termasuk itinerary. Kalau dana terbatas, kita kudu pintar mengatur rencana perjalanan. Agar acara wisata bisa dinikmati maksimal.

– Kondisi Destinasi

Kondisi di tempat tujuan harus sudah kita perhatikan. Bagaimana kondisi alamnya? Apakah transportasi umumnya baik? Jika tidak, apa solusinya. Apa mau sewa kendaraan sendiri? Semuanya bisa mempengaruhi rencana perjalanan.

***

Sekarang Emak sharing pengalaman menyusun rencana perjalanan sendiri, nih. Setelah destinasi jalan-jalan ditentukan, tiket kendaraan dibeli, peniginapan dipesan, ini waktu tepat untuk mulai memikirkan tentang rencana perjalanan. Karena kami hampir selalu pergi sekeluarga isi empat orang, ya itinerary-nya kami sesuaikan dengan kondisi tersebut.

1. Yang Emak lakukan pertama kali adalah melakukan riset. Biasanya Emak meminjam beberapa buku panduan wisata di perpustakaan di kota tempat kami tinggal. Untuk destinasi  ramai, bukunya tersedia dalam jumlah banyak. Dari berbagai penerbit. Sebaliknya jika destinasinya belum terkenal, atau eksotik, buku panduannya pun tidak banyak. Dan ini termasuk tanah air beta. Hiks. Mudah-mudahan segera berubah. aamiin. Selain buku, Emak mencari informasi dari internet dan teman yang sudah berpengalaman.

2. Setelah terkumpul banyak informasi dari berbagai sumber, baru Emak sortir. Emak pilih destinasi paling menarik dan sesuai dengan minat kami. Atau kira-kira bagus untuk bahan tulisan di media cetak. hehe.

3. Buka Peta. Kadang kita lupa, sudah memilih destinasi, dan membuat itinerary. Di tempat tujuan baru nyadar. Oalah, ternyata dari A ke B itu jauh banget, yah. Kalau perjalanan darat waktunya bisa berjam-jam atau berhari-hari. Hal-hal seperti ini bisa merusah rencana semula. Maka dari itu, sebaiknya liat peta. Cek juga perkiraan lama perjalanan yang ditempuh.

4. Kelar itu, baru deh, mulai disusun itinerary. Di dalamnya berisi: objek wisata yang mau dikunjungi abc, perkiraan biaya dan waktu tempuh, serta jam buka dan alamat. Bisa dibuat per hari. Emak bikinnya di kertas oret-oretan aja. Atau kadang disimpan di notes juga. Ada teman yang rajin. itinerary-nya dibuat lengkap, dicetak, lalu dimasukkan dalam map khusus.

Possibly Related Posts:


Tags: , , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>