Ia bisa berada di mana saja. Dekat dengan puncak pegunungan, di antara kota-kota besar, di sebuah lembah, di tepi sungai atau pantai. Sisi terbaik Eropa seringkali kita temukan bukan di antara gemerlap kota metropolitan. Namun di desa dan kota kecil di sudut benua.

Dahulu bayangan saya tentang desa di Eropa adalah seperti desa Heidi si Anak Gunung. Terletak di sebuah pegunungan. Berpadang ilalang luas, ditumbuhi bunga-bunga liar, dialiri mata air bening, ditinggali petani dan peternak sapi serta domba. Salju menyelimutinya di musim dingin. Rumah-rumahnya terbuat dari kayu.

Ternyata, desa-desa Eropa tersebar di segala penjuru. Walau semuanya tak seindah bayangan masa lalu, banyak desa punya keunikan tersendiri sehingga layak dijadikan obyek wisata. Sebutan desa atau kota di Eropa biasanya berdasarkan jumlah penduduk. Di Jerman misalnya, sebuah desa memiliki penduduk hingga 5 ribu jiwa.

Desa di Tepi Pantai

Desa cantik Eropa

Pelabuhan dan pemandian laut Omisalj

Satu desa pantai terkenal Eropa ada di negeri Belanda. Bernama Vollendam. Para pengunjung berpose a la keluarga Belanda di banyak kedai foto desa nelayan tersebut. Menikmati kincir angin dan membeli keju khas Belanda. Jerman pun punya beberapa desa nelayan menarik di tepi dua lautan miliknya : Lautan Utara dan Lautan Timur di sebelah utara negeri menghadap Skandinavia. Bagi saya pribadi, desa pantai paling mengesankan terletak di Kroasia, Omisalj.

Letaknya di utara pulau terbesar Kroasia, Krk. Atau pulau yang susah dieja namanya, kata anak saya. Ia kota tertua di pulau ini. Seperti banyak tempat di Kroasia, Pulau Krk punya tebing-tebing karang menawan. Dari daratan utama Kroasia, pulau ini terhubung jembatan panjang berbayar.

Pusat desa dan pemukiman penduduknya berada di ketinggian tebing. Satu gereja berdiri di tengah desa. Bangunan-bangunannya  berwarna cerah dengan bentuk khas Mediterania. Di beberapa tempat berdiri konoba (restoran kecil) penjual makanan laut. Tempat orang bisa memesan spaghetti frutti di Mare (spaghetti seafood). Pusat desa terlihat bersih dan apik. Bangku-bangku kayu siap menampung para pengunjung dan penduduk lokal. Sambil memanfaatkan internet gratis yang tersedia di pusat desa.

Deretan perumahan penduduk tak kalah rapi. Setiap rumah punya dua hingga tiga tingkat. Sebagian tangga dan fasad rumah terbuat dari bebatuan alam. Tanah di sela-sela perumahan sering dimanfaatkan sebagai kebun sayuran dan pohon zaitun. Tak terlalu luas, lahan yang ada dimanfaatkan sebaik mungkin. Pinggiran desa dibatasi oleh pagar batu setinggi kira-kira satu meter. Lautan terhampar di bawahnya. Indah. Walau penduduk desa mungkin sudah bosan menyaksikannya.

Menuruni jalanan desa, kita akan masuk ke hutan desa. Pepohonan hijau nan rimbun dan punya jalan setapak  berbatu alam jika mau jalan pintas. Langsung menuju pelabuhan desa.

Sekilas, ia tak tampak seperti pelabuhan sebuah desa mini. Mungkin tak sespektakuler Monaco, pelabuhan desa ini dilabuhi kapal motor banyak sekali. Pun perahu layar. Mirip kapal pesiar dalam versi kecil. Sebagian disewakan pada para turis. Tak jauh dari parkir boat, tersedia parkir untuk kendaraan bermotor.

Berkeliling pelabuhan, akan kita temukan dua pemandian laut di desa. Pasirnya putih, air lautnya sebening kristal. Mengundang siapa saja untuk menceburkan diri ke dalamnya. Anak-anak bermain pasir. Kami datang ketika musim dingin. Sehingga keindahan ini kami nikmati sendiri. Di musim panas, pasti banyak yang mandi sekaligus berjemur di pinggir pantai.

Pemandian laut lainnya ada di sebuah teluk kecil. Pantai berpasirnya sempit sebab tepian pantai lebih banyak dibatasi oleh batu karang. Untung batu karangnya tak tajam. Orang masih bisa duduk-duduk. Sebuah restoran berdiri di tepi pantai. Di seberang, kota pelabuhan Rijeka tampak jelas di kejauhan. Bagian atas bangunan desa menyembul di atas pembatas desa. Benar-benar tempat liburan fantastis.

Possibly Related Posts:


Tags: , , , , ,

2 Responses to “Omisalj, Desa Menawan di Lautan Mediterania”

  1. Emakmbolang says:

    Cakep banget, tapi sekilas nampak seperti danau ya mbak, bukan laut.
    suka mlihat pedesaan desa ditepi hutan gitu mbak, memang asyik buat jalan jalan, menyesap hawa segar :)

  2. ira says:

    @Zlfa: Kalau musim panas, pasti tambah asyik, yooo Zulfa. Abis jalan2 di hutan trus langsung nyebur ke laut.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>