Sekitar satu setengah tahun bermukim di Nuernberg, keluarga pelancong memutuskan pindah ke kota kecil di pantai utara Jerman, Bremerhaven. Keduanya terpisah sejauh hampir tujuh ratus kilometer. Dari selatan ke utara. 

Keadaan keduanya pun sungguhlah kontras. Bila Nuernberg adalah kota industri maju, makmur dan lumayan padat, Bremerhaven adalah kota kecil, terkesan kumuh, berpenduduk seratus dua puluh ribu-an, sekitar seperlima Nuernberg. Kota yang dulunya ramai oleh serdadu Amerika yang berpangkal di sana, menjadi sangat sepi. Ratusan apartemen terlihat kosong. Tingkat pengangguran pun sangat tinggi di Bremerhaven. Kelebihannya dengan keadaan seperti ini, biaya hidup di kota kecil ini pun jauh lebih murah. Semuanya serba dekat, supermarket, toko daging halal, hingga toko Asia menjual barang-barangnya lebih murah dibanding toko sejenis di Nuernberg. 

Sebab posisinya di dekat pantai utara, Bremerhaven bercorak maritim. Mata pencarian utama penduduknya berhubungan dengan sektor kelautan. Pabrik-pabrik pengolahan ikan, bursa ikan segar, bongkar muat barang ekspor dan impor, serta menjadi pelabuhan bongkar muat mobil terbesar di Jerman. 

Di Bremerhaven, keluarga pelancong tinggal selama lima tahun lebih. Tak ayal, jika kota ini membawa banyak kenangan bagi keluarga kami. Kami mengenal hampir setiap sudut pusat kotanya. beberapa bagian daerah pinggiran sudah pula kami jelajahi. Taman-taman, hutan, pantai, hingga pelabuhan adalah tempat kami menghabiskan waktu di hari cerah. Bersepeda, naik bus kota, atau sekedar berjalan kaki pun telah kami lakoni.

Walau masuk kategori sebagai kota miskin, Bremerhaven selalu berusaha menaikkan pendapatannya malalui sektor wisata. Berbagai usaha untuk mempercantik kota dengan merenovasi bangunan-bangunan tua, memperbarui jalan, memugar peninggalan-peninggalan bersejarah atau maskot kota, membangun hotel baru atau merenovasi ynag telah ada, menyediakan sarana transportasi khusus buat para pelancong, hingga membangun museum baru dan mengadakan banyak event bertaraf regional dan internasional. Hasilnya, di tahun terakhir kami tinggal disana, pengunjung kota ini mencapai sejuta orang lebih. Prestasi gemilang bagi sebuah kota kecil kurang makmur.

Mengunjungi tempat-tempat tujuan wisata di Bremerhaven bisa dilakukan secara mudah dan murah. Apalagi kami berdua, berstatus sebagai mahasiswa. memiliki tiket semester, berlaku untuk alat transportasi di dalam kota hingga ke kota-kota di sekitar Bremerhaven. Harganya sangat miring dibanding harga tiket bus bulanan. Jika tak ingin menggunakan bus, biasanya kami bersepeda keliling kota. Nyaman, karena tak seperti Nuerberg yang berbukit, Bremerhaven adalah kota datar. Tak masalah bersepeda kemana-mana. Hanya saja, sebab letaknya di dekat pantai, Bremerhaven relatif berangin dan bercurah hujan tinggi.

Tempat pelancongan favorit kami di Bremerhaven adalah Fischereihafen (Pelabuhan Ikan), dua hutan kota Bürgerpark dan Speckenbütteler Park, pelabuhan baru dan promenade tepi muara Sungai Weser lengkap dengan museum kapal Jerman, serta bersepeda memutari pelabuhan bongkar muat mobil.

Fischereihafen atau pelabuhan ikan di Bremerhaven adalah yang terbesar di Jerman. Kapal-kapal penangkap ikan membongkar muat lalu melelang hasil tangkapannya di sini. Industri pengolahan ikan berkembang pesat. Di satu tempat bernama Schaufenster Fischereihafen (Jendela Pamer Pelabuhan Ikan), berdiri toko-toko produk ikan dalam kemasan atau ikan asap, restauran-restauran ikan, dan akuarium raksasa. Selain menjadi ajang beberapa pameran, konser musik, bazaar dan pasar hasil bumi, tempat ini menjadi lokasi lomba dayung perahu naga setiap tahunnya. Para nelayan menambatkan kapal maupun perahu besar kecil di dermaga, sehingga sering dijasikan latar belakang foto, tak hanya oleh kami, namun juga para pengunjungnya.

Dua hutan kota Bremerhaven, sejatinya bukan hutan beneran. Hutan ini “dibangun” pada tahun 1910-an. Fungsinya selain sebagai paru-paru kota, juga sebagai sarana rekreasi warga kota. Selain berupa hutan, di dalamnya ada taman bunga, danau, padang rumput tempat pengunjung berjemur, lintasan khusus bersepeda serta berkuda, taman bermain anak-anak, serta sarana olah raga seperti lapangan sepak bola, tenis, basket. Danau di kedua hutan ini memiliki boat dayung untuk disewakan. Keluarga pelancong senang bersepeda di hutan ini. Udaranya terasa bersih dan menyegarkan. Pemandangannya indah menghibur mata dan jiwa. Jika capek, tinggal memarkir sepeda, mencari bangku taman atau tidur di atas rerumputan. Di musim semi dan gugur, suasananya lebih indah lagi. Bunga-bunga beraneka warna bermekaran di taman, pucuk-pucuk daun pun mulai bersemi. Di musim gugur, warna hijau hutan berubah menjadi kuning, merah dan coklat. Daun-daun pohon tinggi siap berguguran diterpa angin.

Jika ingin berwisata murah, lokasi pusat kota, pelabuhan baru tempatnya. Sekarang bernama Havenwelten. Merupakan lokasi tiga museum, dua pusat perbelanjaan, satu hotel mirip Burj Al-Arab, dermaga kapal feri, anjungan parkir kapal besar dan kecil, dan satu kebun binatang. Museum kapal Bremerhaven adalah pajangan sekumpulan kapal besar kecil di pelabuhan baru bremerhaven. Tentu saja sebagian besar kapal ini bisa dinikmati secara gratisan. Kecuali jika mau masuk ke kapal selam dan sebuah kapal besar lain untuk mengathui bagian dalamnya. Kapal-kapal ini menjadi obyek foto favorit para turis. Satu kapal bernama Seute Dern berfungsi ganda sebagai restauran. Promenade di dekat muara Sungai Weser adalah tempat andalan untuk sekedar berjalan-jalan, bersepeda, ataupun berjemur. Di musim panas, orang bisa cuci mata di sini. Hati-hati ketika musim semi dan gugur. Angin disini berhembus lebih kencang, siap menerbangkan topi-topi kita.

Karena fungsinya sebagai salah satu pelabuhan bongkar muat terbesar di negara ini, Bremerhaven kerap kali dikunjungi kapal-kapal raksasa. Tanker-tanker, kapal kontainer setinggi gedung bertingkat lima sepanjang seratus meter lebih, kapal-kapal pesiar. Mobil-mobil dari termurah hingga termahal diparkir di pelabuhan bongkar muat khusus mobil. Tak jarang pula kami saksikan tank-tank, ambulan berbentuk unik, yacht, bus-bus siap diekspor atau baru diimpor dan siap dikirimkan ke negara-negara lain di seluruh Eropa. Di sini kami kadang bertemu para pelaut asal Indonesia, Malaysia, Filipina. menyapa kami saat bersepeda, mengajak mengobrol atau menanyakan lokasi suatu tempat.

Satu event terbesar Bremerhaven, adalah acara lima tahunan, Sail, sebuah ajang pamer kapal-kapal unik dari segala penjuru dunia. Pada Sail 2005, Indonesia mengirimkan KRI Dewaruci. Kami dan warga indonesia lainnya menyambut gembira kedatangan salah satu kapal kebanggaan negara kita.

Ah, masih banyak untaian kenangan di Bremerhaven. Entah berapa ribu kata lagi kami butuhkan untuk merangkai semuanya…..

Possibly Related Posts:


Tags: , , , ,

Comments are closed.