stasiun-antwerpenAwalnya, kami kenal Antwerpen sebagai salah satu kota pelabuhan terbesar di Eropa, selain Rotterdam dan Hamburg di Jerman. Belakangan, baru kami dapatkan informasi bahwa selain pusat bongkar muat barang, kota ini juga terkenal sebagai kota pusat berlian di dunia. Ada yang bilang, yang paling besar di dunia, malah. Mendengar kata berlian, membuat mata Emak berbinar-binar. Walau belum mampu membeli berlian, diajak cuci mata kesana saja sudah sangat bahagia. membayangkan kilauan batu permata berharga ini.

Kami ingin ke salah satu kota terbesar di Belgia ini sudah cukup lama. Setelah mengunjungi Brussel tahun lalu, Antwerpen juga masuk daftar kota yang ingin dikunjungi. Apalagi lokasinya tak terlalu jauh dari tempat tinggal kami. Sekitar 200 kilometer atau dua jam perjalanan dengan kendaraan pribadi dari rumah.

Beberapa bulan lalu, kami dan beberapa sahabat keluarga bisik-bisik ingin ke Antwerpen bareng. Konon ada tiket murah bagi grup dengan kereta api. Kami segera tergiur, apalagi mendengar ada tiket murah. Sayangnya kemudian, karena jadwal tak cocok, hanya keluarga pelancong dan satu keluarga sahabat yang memastikan diri untuk berangkat. Plus ditambah seorang sahabat lama, bergabung dari Brussel.

Tiket murah ke Antwerpen, ternyata memakan waktu perjalanan sangat lama. Sebab berganti-ganti kereta di dalam Belgia. Kami putuskan untuk menggunakan kendaraan sendiri untuk menghemat waktu. Sekalian menjajal jalan tol Belgia, kata Bapak. Apalagi jalanannya masih bisa digunakan gratis.

Perjalanan menuju Antwerpen alhamdulillah lancar seperti harapan. Banyak hal baru kami lihat serta alami. Lampu-lampu sepanjang jalan tol, sempat kesasar saat menjemput teman di Brussel, parkir gratis sepuluh menit pertama di ibukota Belgia, dan masih banyak lagi. Sekitar tengah hari, sampailah kami di kota pelabuhan utama Belgia ini. Setelah mendapat tempat parkir murah tak jauh dari penginapan, maka penjelajahan berjamaah pun dimulai sambil diiringi obrolan berat dan ringan.

Kami ke arah kota lewat stasiun megah Antwerpen di sebelah kebun binatang tengah kota. Stasiun Brussel sangat panjang. Di dalamnya terdapat banyak toko berlian. Hari Sabtu, sebgian besar tokonya tutup. Pemilik usaha berlian sebagian besar memang orang Yahudi. Makanya banyak yang tutup di hari Sabtu namun buka di hari Minggunya. Satu keluarga lagi yang lebih dulu datang masih mengunjungi Museum Berlian hanya beberapa meter dari stasiun. Kami manfaatkan waktu untuk mengagumi bangunan stasiun, meminta peta gratis dari kantor informasi wisata dan cuci mata di beberapa toko berlian tak jauh dari stasiun tersebut.

Sebab banyak toko tutup, susunan acara kunjungan kali ini kami rubah. Hari Sabtu tersebut kami manfaatkan untuk menikmati atraksi wisata utama kota setelah sebelumnya check in di hotel Etap. Keesokan harinya baru cuci mata memandangi berlian bagi ibu-ibu. hihihi.

Dari hotel, kami mengikuti jalan bernama Lange Kievitstr. hingga ke seberang stasiun kereta api. Konon di rumah nomor 85 ada sebuah mesjid. Tapi saat lewat, tak ada tanda-tanda mesjid sama sekali. Bahkan daerah ini terlihat seperti pemukiman orang Yahudi. banyak anak-anak memakai tutup kepala hitam bundar dengan kedua kepang di kepala sebelah kiri dan kanan. Ada juga kedai kosher, makanan halal Yahudi yang juga tutup. Sehingga kami terus berjalan hingga ke daerah khusus pejalan kaki di pusat kota.

Dan karena hari itu cerah, pusat kota Antwerpen terlihat sangat padat. Kami tak bisa bedakan mana turis mana penduduk setempat. Kata Mbak Ninik, teman dari Brussel, Antwerpen memang lebih dikenal sebagai tempat wisata belanja. Sednagkan kota wisata yang lebih menarik bernama Brugge.

Kanan kiri jalan adalah toko-toko. Baju, aksesoris, dll. Kafe-kafe dipenuhi pelanggan. Untung kami tak berniat belanja. Melainkan hendak melihat atrksi wisata utama setempat saja. Setelah beberapa lama melewati pertokoan, akhirnya sampailah kami di Groenplats, dimana sebuah katedral besar berdiri.

(bersambung)

Possibly Related Posts:


Tags: , , ,

2 Responses to “Perjalanan di Kota Pusat Berlian Dunia, Antwerpen (1)”

  1. […] tak berbelanja sekeping berlian pun selama kunjungan kami ke kota Antwerpen, kami ingin menuliskan pengalaman dan beberapa tips untuk membeli perhiasan disana. Siapa tahu ada […]

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>