bandara-riminiJatah cuti Bapak tahun ini masih banyak. Akumulasi dari cuti tahun lalu yang juga banyak belum terambil. Kalau tidak segera diambil bisa-bisa hangus. Kami manfaatkan beberapa di musim gugur, mumpung anak-anak sedang liburan.

Seperti biasa, tiket pesawat rata-rata mengalami kenaikan alias mahal di setiap musim liburan. Apalagi untuk tempat-tempat liburan utama. Di situs Ryanair, kami temukan beberapa yang menarik. Mulanya kami ingin ke Madrid. Ada tiket lumayan murah dari bandara Eindhoven. Trus ketemu pula yang sangat-sangat murah ke Triest, Italia. Triest ini sudah dekat dengan perbatasan  negara Slovenia. Jadi dari sana ingin langsung menyebrang negara saja, sebaba kami belum pernah ke Slovenia. Tapi, waktunya tak menguntungkan. Kami sampai pukul 10 malam. Ada kereta dini hari menuju ibukota Slovenia, namun di musim gugur ynag lumayan dingin, serta belum tahu bagaimana kondisi di kota Triest, tak kami pilih. Belum lagi harga sewa hotel di kota yang terlalu mahal buat kami.

Pilihan bergeser ke kota-kota Italia lainnya. Sebenarnya Italia tak masuk daftar negara yang ingin kami kunjungi, sebab tahun 2007, kami telah mengunjungi beberapa kota di negara ini. Hanya si Adik belum pernah ikut kemari. Makanya jika harga tiketnya murah meriah, kami pikir tak ada salahnya kesini lagi. Dari berbagai maskapai, kami cari tiket murah. Dari Milan, Napoli, dll. termurah, kami temukan lewat Ryanair, yakni ke Ancona dan Rimini. Keduanya bisa terbang berempat dengan kurang dari 100 euro saja pp.

Ancona dan Rimini adalah pusat pemandian laut di Italia. Di bulan Oktober, tempat ini tentunya sepi. Mandi di laut pun bakal kedinginan kena angin kencang di musim gugur. Pilihan kami jatuhkan ke Rimini. Lokasinya tak jauh dari Republik San Marino. Satu negara enklav di dalam Italia selain Vatican. Kami belum pernah ke negara mini ini, sehingga untuk menambah koleksi negara kunjungan, datanglah kami kemari. Terbangnya dari bandara Frankfurt Hahn, sebuah bandara lumayan besar yang mengkhususkan diri dengan maskapai penerbangan murah di negara bagian Rheinland Pfalz, sekitar 2 jam perjalanan dari rumah.

Ada hal lucu saat ke San Marino. Mendengar namanya, Emak langsung teringat GP San Marino. Saat kemari, kami ingin juga mampir ke sirkuitnya. Kami cari-cari di brosur panduan wisata tak ketemu. Di San Luca, katanya ada sirkuit, tapi tak menyebutkan GP sekalipun. Kami bertekat mencarinya ketika berada di atas bukit kota tua San Marino. Sayangnya waktu itu kabut sangat tebal, sehingga kami bete tak bisa melihat sirkuit secara langsung dari ketinggian. Ketika sudah kembali ke rumah dan mencari tahu, baru nyadar kalau geblek tak mengecek informasi lagi. Yang namanya GP San Marino itu ternyata tempatnya di Sirkuit Imola, Italia, agak jauh dari San Marino. Hehhehehhe, Emak terlalu pede, padahal udah lama sekali tak mengikuti perkembangan dunia per-GP-an.:D

Possibly Related Posts:


Tags: , , , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>