„Oh, the water,. Hope it won’t rain all day,“ demikian nyanyian Bob Morrison. Itu pula yang mungkin kita dengungkan ketika mengunjungi Irlandia. Hujan, hujan, hujan. Kapan saja, di mana saja. Bahkan saat matahari bersinar cerah. Awan hitam tiba-tiba berarak, mencurahkan isinya.

Bukan berarti negeri ini tak layak dikunjungi. Sebaliknya, hujan atau pun tidak, dia masih punya keelokan yang mengundang siapa saja untuk datang. Bagian barat pulau Irlandia punya alam yang memanjakan mata. Siapkan saja jaket dan celana hujan terbaik. Sepatu boot jika perlu.

Dari kota-kota besar Eropa, kita bisa naik maskapai murah Ryanair ke kota-kota di Irlandia seperti Dublin, Kerry, Cork, dan Shannon. Kota-kota besar di barat negeri adalah Limmerick dan Galway. Dari Galway ada operator tur untuk menjelajah The Burren dan Cliffs of Moher, dua tempat terkenal akan aktor alamnya yang spektakuler. Jika berangkat dari Dublin, sebaiknya alokasikan waktu setidaknya dua hari. Bila tak ikut tur, kita bisa menyewa kendaraan sendiri agar bisa mendatangi atraksi wisata utama dengan leluasa.

Kinvarra

Kastil di Irlandia

Kastil Dunguaire

Berkendara ke arah selatan dari Kota Galway, kita akan menuju gerbang Taman Nasional The Burren. Tak lama, akan kita lewati desa-desa yang sebagian rumahnya beratap ijuk. Bukan rumah kecil dan sederhana. Melainkan bangunan besar dekat areal pertanian.

Warna-warna kontras dan cantik kita temui di desa ini. Birunya langit dan permukaan laut, hijaunya lahan pertanian dan pepohonan, warna-warni ceria rumah-rumah di desa. Salah satu obyek foto romanti di Kinvarra adalah kastil Dunguaire. Kastil di tepi laut dari abad 15 ini masih tegak berdiri, meski tak dimanfaatkan lagi. Pintu gerbangnya tutup. Orang hanya bisa berfoto di pelataran kastil. Tak terlihat petunjuk adanya pemandu atau informasi mengenai jam buka kastil.

The Burren dan Poulnabrone Dolmen

Dari kejauhan, Burren kelihatan seperti gunung dan padang tandus, kecoklatan dan abu-abu. Berlawanan dengan hijaunya sebagian besar daratan Irlandia.Tak ada aliran air sungai, pohon-pohon tinggi dan tanah pertanian. Yang ada hanya bebatuan penutup permukaan bumi. Kadang bebatuan itu seperti disusun hingga berlapis-lapis. Sebagian membentuk lempengan-lempengan di atas tanah. Di sela-selanya tumbuh rerumputan atau tanaman perdu menjadi makanan sapi dan kambing. Batu-batu alam ini banyak dimanfaatkan orang sebagai pagar atau fasad bangunan.

Taman nasional di Irlandia

Taman nasional The Burren

Buah blackberry juga mudah sekali ditemukan. Entah tumbuh liar atau sengaja ditanam orang. Saat berbuah dan matang di musim gugur, kita bisa memetik dan makan sepuasnya. Di musim semi, tumbuh bunga-bunga lonceng warna biru. Di musim panas giliran anggrek dan mawar liar.

Jika berkendara di jalan R 480 antara Leamaneh dan Ballyvaughan, akan kita jumpai objek yang sering difoto dan ditemui di kartu pos Irlandia, Poulnabrone Dolmen. Satu relik terbuat dari empat lempengan batu dipasang tegak dan satu lempengan lebar di bagian atas, sebagai atapnya. Disekitarnya dipasang tali pengaman. Orang berpose di sekelilingnya.

Pada tahun 1989, para arkeolog menemukan belulang 25 orang, perhiasan dan gerabah dari zaman megalitikum. Peruntukan dolmen di zaman dulu, masih jadi perdebatan. Apakah ia sebuah makam atau tempat pemujaan, atau bahkan sebuah jam matahari? Hanya Tuhan pula yang tahu, bagaimana mereka dahulu mengangkat lempengan batu berton-ton itu di atas tiang kayu lainnya.

Kilfenora Catedral dan Crosses

Kecil namun bersejarah, itulah Desa Kilfenora di selatan Taman Nasional Burren. Kota ini mendapat julukan Kota Salib. Sebab banyak salib-salib Celtic penghias biara yang dibangun pada abad ke enam masehi.

Salib-salib Kilfenora terlihat tak biasa. Untuk melihat beberapa diantaranya, kunjungi saja katedral Kilfenora yang punya uskup sendiri berabad lalu. Gedung katedral dari abad 12 dibangun dari bekas biara. Atap katedral yang hancur sebagian ditutup dengan atap kaca transparan. Gerbang kecil mengantarkan kita masuk kompleks katedral. Makam-makam di sekitar katedral sebagian memiliki salib beroda.Satu makam tak jarang berisi daftar beberapa nama. Seperti sebuah pemakaman turun-temurun para keluarga di Kilfenora. Mereka tampak bersih dan terawat. Pot-pot bunga tertata apik di atas makam.

Pintu masuk katedral yang rendah memaksa siapa saja menunduk ketika masuk. Di salah satu salib terdapat relief Sang Kristus memerintahkan dua orang suci untuk mengalahkan para setan.

Doolin

Ingin menikmati alunan musik rakyat di desa tradisional Irlandia? Di Doolin-lah tempatnya. Di musim panas, desa kecil di tepi Lautan Atlantik ini berubah menjadi tempat wisata full musik. Jika berkendara dari Taman Nasional The burren menuju keajaiban alam Cliffs of Moher, Doolin adalah tempat singgah bagi banyak orang.

Di pub-pub setempat seperti Gus O’Connor‘s, kita bisa mencicipi hidangan laut. Serta live music di malam hari. Langsung masuk, cari tempat duduk, ingat nomor mejanya. Pesan makanan dan minuman di kasir, beritahukan nomor meja. Coba cicipi sup ikan bening atau soup of the day yang terbuat dari sayuran. Dimakan dengan potongan roti gandum penuh. Atau fish & chips, ikan cod goreng dengan saus remoulade atau saus cuka ditemani salad segar dan kentang goreng.

Guesthouse penginapan Bed & Breakfast berbentuk mirip rumah-rumah peternakan menyediakan akomodasi bagi pengunjung. Dari Doolin terdapat feri menuju Kepulauan Aran, pulau-pulau nelayan kecil yang masih menggunakan bahasa Galia.

Possibly Related Posts:


Tags: , , , ,

7 Responses to “Pesona Pantai Barat Irlandia”

  1. Emakmbolang says:

    Cakep, ya kklo Irlandia selalu Identik dengan Hujan. Tapi bagiku irlandia selalu identik dengan Boyband kesayangan waktu masih unyu unyu dulu. hehehe….

  2. ira says:

    @Zulfa: ho-oh boy-ne unyu2, yeee…. hehehe.

  3. Dian Radiata says:

    Hahahaha.. sepakat ama mbak Zulfa. Kalo ditanya kata yang terlintas tentang Irlandia, pasti aku jawab The Corrs :D

  4. […] Emak pikir yah, paling hujan abal-abal, tak terlalu deras dan terjadi sesekali. Emak pun membawa jas hujan tipis. Tanpa payung dan sepatu boot tahan […]

  5. Mbak Ira, cerita tentang orang-orang Irlandia dong :D apa mereka suaranya bagus semua? hehehe

  6. ira says:

    @Mbak Dee An: aku dulu penggemar The Corrs… Menurutku lebih keren dibanding Boyband-nya… :)

    @Cek Yan: pas di sana, sama sekali gak ndengerin mereka nyanyi.. :)

  7. […] berikutnya waktu ke pantai barat Irlandia, kami tak seberuntung sebelumnya. Cuaca yang sebelumnya cerah di Doolin, sampai di Cliffs of Moher […]

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>