Usai keliling Tekke dan menikmati kemolekan mata air Sungai Buna, perjalanan di Herzegovina berlanjut. Kami pilih lokasi wisata berdekatan saja. Kalau pergi di musim dingin, malam cepat sekali datang. Pukul empat sore sudah mulai gelap. Kurang nyaman jalan-jalan di waktu gelap dan dingin.

Kota Pocitelj, Bosnia-Herzegovina

Kota Pocitelj, Bosnia-Herzegovina

Seperti wilayah lain di negeri ini, Herzegovina juga sangat cantik. Alamnya tiada tara. Sungai-sungai berair bening, gunung-gunung, danau, lembah dan ngarai. Senang sekali kami bisa menilik semuanya.

Pocitelj berada di tepi Sungai Neretva. Di pinggir jalan besar. Dia berada di punggung sebuah bukit. Dikelilingi tembok tebal dengan sebuah kastil tua dibangun paling atas. Awalnya kami kebingungan mencari jalan masuknya. Jalannya kecil.

Sepi sekali suasana Pocitelj waktu itu. Hari sedang mendung tebal dan sesekali hujan. Angin berembus kencang. Kami berhenti sejenak di sebalah restoran. Akhirnya memutuskan untuk langsung naik ke kastil Lewat jalan aspal sempit. Hanya cukup dilalui satu mobil. Untung dalam perjalanan mendaki kami tak berpapasan dengan mobil lainnya. Kalau iya, bisa-bisa salah satu kudu mundur.

Kastilnya juga sepi saja. Satu mobil lainnya parkir di dekatnya. Tak ada tarif masuk atau semacamnya. Gerbangnya terbuka lebar. kastilnya sudah tinggal reruntuhan. Di bawah kastil, rumah-rumah penduduk tersebar hingga kaki bukit. Di antara pephonan hijau. Uniknya, hampir semua bagian rumah terbuat dari potongan batu alam. Termasuk juga gentengnya. Dari lempengan batu alam.

Tak seorang pun kami lihat berkeliaran di luar saat itu. Kami memanjat tembok kota tua. Naik hingga dekat sebuah menara. Lalu berpose beramai-ramai. Belum musim tongsis, posenya pakai tripod saja. Angin kencang hampir saja menjatuhkan kamera dan tripodnya. Untung Tante Lia sigap menangkapnya.

Emak dan Bapak berjalan kaki menuruni undakan batu. Sempit. Lebarnya kira-kira semeter. Di antara tanaman-tanaman bunga dan pohon. Sepayung berdua. Amboi. Kami berjalan ke masjid. Mau sembahyang zuhur dan asar.

Masjidnya terkunci. Di sebuah papan informasi, kami baca bahwa ia baru saja direnovasi setelah hancur akibat perang. Air wudunya mengalir di halaman masjid. Kami menggunakan karpet kering untuk sembahyang bersama.

Di zaman pemerintahan Turki Usmani dahulu, Pocitelj menjadi salah satu pusat pemerintahan. Sekarang kota ini menjadi salah satu pusat budaya negeri ini. Sayangnya museumnya sedang tutup.

kelar salat, waktunya mengisi perut. Kami kembali ke restoran. Mula-mula kami pikir sedang tutup. Alhamdulillah buka. Makanannya pun halal kata penjaga yang sednag bertugas. Kami pesan cevapcici, makanan khas Bosnia, dan aneka daging bakar. Ikan Sungai Neretva bakar juga lezat. Nyammmm, semuanya enak.

Air terjun kravicka, Bosnia-Herzegovina

Air terjun kravicak, Bosnia-Herzegovina

Salah satu air terjun terindah Bosnia-Herzegovina, Kravicka, susah dicari. Kami kesasar ke gunung. Ternyata tempatnya di Ljubuski, dekat dengan perbatasan Kroasia.

Sampai di tempat tujuan, udah mau maghrib, sekitar pukul 4 sore. Deburan air terjun terdengar sejak tempat parkir. Hanya mobil kami satu-satunya parkir di sana. Dari jembatan, kami melihat air terjun di kejauhan. Harus trekking sebentar ke bawah untuk mencapainya. Kira-kira 10 menit jalan.

Air terjun Kravicka seperti  deretan beberapa air terjun. Dipisahkan oleh pohon-pohon. Ia berada di aliran Sungai Trebizat. Di musim panas, banyak orang mandi di kolam di dasarnya. Katanya sih kudu hati-hati. Ada ularnya. hiiii. wallahualam.

Di musim dingin, kami berpuas diri dengan memotret dari dasar air terjun. Sangat cantik. Embun yang dihasilkan oleh angin ynag menyapu air ikut membasahi muka kami. Airnya dingin. Tapi segar.

Possibly Related Posts:


Tags: , , ,

7 Responses to “Pocitelj dan Air Terjun Kravicka”

  1. Katerina says:

    Penasaran dengan Cevapcici, makanan khas Bosnia. Seperti apa mbak makanannya dan terbuat dari bahan apa?

    Air terjunnya berderet, seperti mini Niagara :)

  2. Emakmbolang says:

    Amboi. Fotonya lebih dari satu. Love it. Paling seneng kalau diracuni foto kayak gini. Sukaaaa…..

  3. ira says:

    @Mbak Rien: Sekilas kayak perkedel gitu, Mbak Rien. Cuma porsi dagingnya lebih banyak dan gak pakai campuran kentang.

  4. ira says:

    @Zulfa: irit foto, soale kapasitas storage terbatas. hihihi…

  5. Emakmbolang says:

    Ladalah, ora isok tebar racun lak an mbak. DPI dibesarkan, file dikecilkan. trus di foto X-large di blog. dadi nggak ambil byk storage

  6. ira says:

    @Zulfa: Matur nuwun tips-e, yooo. He-eh, iki poto2 wes takcilikno, yen gak iso larang mbayar hostingane. hehehehe…

  7. syukur says:

    Air terjunnya keren bamnget makkk

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>