Melakukan riset atau mencari informasi seputar tempat tujuan sangat penting sebelum memulai perjalanan. Ini pengalaman pribadi kami. Di awal kami memulai perjalanan mengunjungi kota-kota Eropa, kami lakukan secara spontanitas. Malam hari muncul ide mau jalan-jalan, pagi harinya beli tiket langsung melesat ke tempat tujuan. tanpa bekal informasi, bekal makanan dan cukup dan bekal-bekal penting lainnya. Sampai di tempat tujuan bengong lama sekali. Bingung hendak kemana. Peta kota tidak punya. Sementara informasi wisata tak selalu tersedia di tempat tujuan. Hasilnya putar-putar kota tak jelas. Padahal jika lebih punya bekal, dengan alokasi waktu yang sama, pastinya lebih banyak obyek wisata yang berhasil dinikmati.

Belajar dari pengalaman, meski masih sering melakukan perjalanan secara spontan, setidaknya beberapa informasi pasti kami cari sebagai bekal. Ibaratnya riset adalah setengah perjalanan. Pendukung utama kesuksesan perjalanan. Meski terjadi hal-hal tak terduga, dengan bekal informasi cukup maka dampaknya tak menyenangkan bisa ditekan.

Jenis informasi yang dibutuhkan bagi setiap orang berbeda-beda. Buat kami, pasukan jalan-jalan berisi setidaknya empat personil, berbeda kebutuhan dengan mereka yang melakukan perjalanan sendirian. Informasi paling penting bagi keluarga pelancong antara lain :

– Informasi penginapan, kami usahakan dekat dengan pusat kota, terutama jika mengunjungi kota-kota besar.

– Untuk perjalanan dengan kendaraan umum, tentu saja informasi mengenai jenis kendaraan umum paling murah dan nyaman buat anak-anak. Anak-anak saya lebih suka naik bus atau tram atau kereta api, dibandingkan dengan metro (kereta api bawah tanah), jadi sebisa mungkin kami cari rute tanpa metro. Jika berkendara dengan kendaraan pribadi maka informasi penting bagi kami adalah dimana ada tempat parkir murah, harga bahan bakar, peraturan lalu lintas jika sudah melintas ke lain negara, apakah aman membawa kendaraan pribadi, dsb.

– Tempat-tempat wisata utama dan kalkulasi waktu kunjungan. Sebab seringkali waktu perjalanan terbatas, maka hanya sebagian atraksi wisata kami nikmati. Jika sudah mengetahui atraksi wisata apa saja yang ada disana, kami tentukan target. Bersama dua krucil targetnya tak bisa muluk-muluk.

– Keberadaan restauran halal dan mesjid. Jika alokasi waktu di satu kota/tempat lumayan panjang (lebih dari 3 hari), kami agendakan kunjungan mesjid di kota setempat. Bahagia rasanya bertemu saudara seiman di negeri lain. Infromasi mengenai restauran atau tempat makan halal sangat penting di Eropa. Sebab di kota-kota tertentu jumlahnya bisa dihitung dengan. Jika tak ditemukan atau alamatnya sulit dijangkau, kami mencari infromasi mengenai supermarket setempat. Di supermarket paling tidak ada roti, ikan atau makanan vegetarian dengan harga relatif murah.

– Aneka tips seputar perjalanan. Diantaranya adalah dimana saja daerah yang rawan kejahatan atau penipuan. Kami bisa lebih berhati-hati jika kesana. Di Praha misalnya, rawan terjadi hal tak mengenakkan. Dari penipuan di kios penukaran uang, ditodong sopir taksi, dll. Atau tips lain seperti dimana mengambil foto terbaik berlatar belakang menara Eifel, dimana belanja lebih murah, bagaimana jika menawar barang, dan masih banyak lagi.

– Hal penting namun sering terlupa adalah informasi cuaca. Di Eropa, hal ini termasuk esensial. Biasanya sehari atau dua hari sebelum keberangkatan, kami cek lagi ramalan cuaca. Jika di tempat tujuan bakal hujan, tentu perbekalan jas hutan menjadi tak terelakkan. Ramalan cuaca memang tak sepenuhnya benar. Namun cukup membantu dan mempengaruhi persiapan lainnya.

Informasi bisa di dapat dari berbagai sumber. Sumber utama kami adalah internet. Ada situs-situs tertentu berisi segala informasi wisata seperti lonely planet atau trip advisor. Di kota atau tempat tujuan wisata utama, seperti Paris, Berlin, Praha, dll, informasi di internet semakin mudah ditemukan. Sumber informasi terpercaya lainnya adalah buku panduan wisata. Buku semacam ini sangat mudah ditemukan di toko buku. Agar lebih hemat, kami pilih pinjam saja di perpustakaan kota. Selain info tentang tempat wisata, di buku bisa kita temukan info pendukung lain mengenai sejarah, isi sebuah museum, aneka tips. Buku panduan kecil praktis dibawa kemana-mana dan seringkali sudah memuat peta kota.

Sumber terpercaya lainnya, apalagi kalau bukan teman-teman yang tinggal atau pernah berkunjung ke tempat tujuan. Mereka lebih tahu tiket transportasi termurah atau tempat makan enak dan halal. Jika tahu ada teman demikian, biasanya kami hubungi dan mintai keterangan. Tak jarang teman yang tinggal di sana kemudian menawarkan untuk menginap di rumah mereka. Alhamdulillah, info dapat, ongkos perjalanan berkurang, silaturahmi terjalin.

Jadi, jangan sampai melakukan perjalanan tanpa persiapan sama sekali. Percayalah, makin banyak bekal informasi, maka perjalanan terasa makin mudah dan ringan.

Possibly Related Posts:


Tags: ,

4 Responses to “Riset Sebelum Jalan-Jalan Ala Keluarga Pelancong”

  1. glady wahono says:

    Yth. Bu Ira,
    Terima kasih atas cerita dan sharing pengalamannya ‘Riset Sebelum Jalan-Jalan Ala Keluarga Pelancong’ yang mana sangat berguna buat asya. Kami berniat jalan2 ke Eropa selama 11 hari mulai dari Amsterdam, dimana kami buta dgn medan disana, apakah bisa di sharing tempat2/negara2 yang menarik dikunjungi, alat transport yg murah namun nyaman, hotel yang ekonomis namun nyaman?
    Atas perhatian dan bantuannya, saya ucapkan terima kasih.
    Salam,
    glady

  2. ira says:

    Salam kenal Mbak Glady.. Terima kasih telah mampir.

    Kalau mau memulai perjalanan dari Amsterdam, maka negara-negara terdekatnya adalah Jerman, Belgia dan Perancis. Dengan alokasi waktu sebelas hari, maka keempatnya dapat dikunjungi dengan lumayan santai. Tp ini jg tergantung banyaknya kota yang ingin ibu kunjungi.
    Utk mengunjungi keempat negara tersebut, mnrt saya enaknya pakai kereta api atau sewa mobil (dg Sim internasional). Masing2 ada kelebihan dan kekurangannnya. Ada tiket kereta api yg namanya Eurail utk keliling negara2 Eropa. Lebih jelasnya klik ini : http://keluargapelancong.net/k.....et-eurail/
    Dr Amsterdam ada kereta api cepat langsung ke Brussels, Belgia. Dr Brussel bisa langsung ke Paris. Dari Paris ke Cologne, Jerman. Dr Cologne balik Amsterdam lagi.
    Hotel, kami sering booking lewat situs booking.com. Di blog keluarga pelancong ada banner booking.com jadi bisa diklik dan search dari sana.
    Silakan bertanya lagi kalau masih butuh informasi. Atau lsg kirim email ke keluargapelancong@googlemail.com

    Salam,
    ira

  3. andy jayadi says:

    yth bu Ira
    salam kenal nama saya Andy jayadi, saya belum pernah ke luar negri apalagi ke eropa, saya mau banget liburan musim dingin ke eropa, mau ngerasain seperti apa sih salju itu sebenarnya dan gimana tinggal di negara yg dingin..maaf saya keliatan sangat katro.he.he.he, bisa diberikan informasi tips & trik biaya semurah-murahnya utk sightseeing, tidur, makan dan mandi disana..jg naik pswt yg murah dgn maskapai apa, dll..
    trimakasih yaa

  4. ira says:

    Halo mas Andy…
    Mas punya akun facebook tidak? kalau punya, disana ada grup bernama Backpacker Dunia. Silakan gabung. Banyak sekali info2 backpacking dan jalan2 murah ke Eropa.. Soalnya kalau dari Indonesia, saya sudah tak mengikuti perkembangan terakhir..

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>