Seperti tulisan genre lain, sebelum membuat suatu tulisan perjalanan, maupun itu sebuah narasi, memerlukan riset. Tingkat kedalaman riset berbeda-beda. Tergantung dari apa yang akan kita masukkan dalam artikel perjalanan kita. Tulisan jenis panduan mungkin perlu riset lebih mendalam.

Sebuah hasil tulisan sama dengan makanan. Perlu diramu agar enak dibaca. Setiap orang punya resep berbeda dengan orang lain. Dengan resep sama pun, hasil makanan bisa berbeda. Mungkin ada yang menggunakan cara masak sedikit berbeda. Tulisan juga demikian. Bahan yang digunakan bisa disesuaikan dengan selera.

Riset tulisan bisa dilakukan sebelum melakukan perjalanan itu sendiri. Setiap kali mau melancong, biasanya saya mencari informasi mengenai destinasi. Riset perjalanan mudah sekali didapatkan di internet. Lonely planet sepertinya memiliki informasi destinasi di nyaris setiap titik atrakasi dunia. Belum lagi blog, situs perjalanan, dan media massa nasional maupun internasional. Sumber informasi masa kini hampir tak terbatas. Akan tetapi, jika memungkinkan saya selalu meminjam buku panduan perjalanan di perpustakaan setempat.

Nah dari riset destinasi kita akan dapat gambaran mengenai tempat tujuan. Tak jarang muncul ide satu atau lebih tulisan. Apalagi jika ada hal-hal unik di tempat tersebut. Ide tersebut, ditambah dengan pengamatan dan pengalaman selama perjalanan akan jadi sebuah draft dalam benak. Tinggal melakukan tambahan riset untuk menjadikannya artikel utuh.

Bahan apa yang bisa ditambahkan dalam ide + pengalaman? Seperti saya sampaikan sebelumnya. Apa saja sesuai selera penulis. Atau selera pasar (media massa) yang dituju. Jika tulisan perjalanan lebih bersifat panduan, tentu informasi tentang bagaimana mencapai destinasi, berapa bujet, atraksi menarik apa saja diharapkan muncul. Risetnya ya yang berhubungan dengan hal-hal tersebut. Keterangan tentang letak geografis, kondisi alam, cuaca, atau bahkan ekonomi dna politik juga bukan hal tabu di sebuah artikel perjalanan.

Saya sendiri punya bahan favorit yang hampir selalu saya tambahkan dalam artikel. Yakni sejarah, fakta, dan data statistika. Sehingga sebagian berpendapat artikel perjalanan saya terkesan agak serius. Entahlah. Sekali lagi bahan tulisan adalah soal selera. Carilah bahan dan bumbu yang kau sukai, dan hasilkan tulisan perjalanan ‘berbeda’!

Possibly Related Posts:


Tags: ,

One Response to “Riset Tulisan Perjalanan”

  1. […] Apa saja yang diriset untuk bahan artikel perjalanan? Sudah pernah Emak bahas di sini. […]

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>