Selama di Dresden, keluarga pelancong tak hanya diajak menjelajah kota tua dan barunya saja. Kunjungan asyik ke bangunan-bangunan indah di Schloss Pillnitz masuk dalam paket wisata gratis ini. Kunjungan penambah pengetahuan. Pemandunya mengetahui seluk-beluk kompleks residen kaum ningrat jaman dahulu hingga mendetail. Tak perlu membaca buku petunjuk wisata pun kami bisa tahu banyak mengenai bangunan di tepi Sungai Elba, di kota Dresden. 

Schloss (istana) Pillnitz sebenarnya merupakan sebuah kompleks dengan istana-istana indah dan taman-taman spektakuler. Pemiliknya berganti-ganti, dan pembangunannya dilakukan dalam beberapa fase. Di tahun 1720 hingga 1723 dibangun Istana Air persis di tepi Sungai Elba, dengan undakan batu langsung hingga ke air. Kami pun berfoto-foto di undakan. Di dekat ikan-ikan besar yang berenang dekat sekali dengan undakan istana. Setahun kemudian, berdiri Istana Bukit. Berikutnya adalah Orangerie (bagunan kaca), Englischer Garten (Taman Inggris) dan Englischen Pavillon (Pavilyun), penanaman pohon Kamelia, Chinescher Garten (Taman Cina) dan Chinesischer Pavillon (Pyvilyun Cina), serta Rumah Palem. Semuanya berlangsung sejak abad tujuh belas hingga delapan belas.

Pillnitz sendiri terletak di pinggiran kota Dresden. Sebuah tram modern membawa kami hingga ke halte terdekat. Karena letaknya di seberang sungai, ada perahu kecil tersedia bagi pengunjung untuk menyeberang.

Kami memulai tur dari Istana Air bergaya Rokoko, menikmati ukiran di bagian atap dan dindingnya. Ada informasi wisata dan penjual cinderamata di bagian dalam. Serta penjualan tiket bagi mereka yang ingin masuk ke bagian dalam bangunan istana. Sesekali kami perhatikan kapal-kapal lalu lalang di depan istana. Masuk ke taman bunga yang indah dikelilingi istana megah dan kolam air muncrat persis di tengahnya, sungguh tak tergambarkan rasanya. Selain megah kompleks ini sangat terawat. Bunga-bunga beraneka warna sedang mekar di akhir musim panas. Kami memuaskan diri berfoto di taman ini. Sesekali mengintip ke dalam pavilyun Inggris dan China yang banyak berisi patung serta benda-benda seni lainnya.

Tur berlanjut menuju pepohonan di belakang kompleks istana. Sang pemandu bercerita meneruskan cerita mengenai Pillnitz. Bahwa pernah salah satu gedungnya terbakar. Tentang pohon Kamelia berusia lebih dari 200 tahun yang masih berbunga indah sampai kini. Pohon bunga ini adalah satu dari empat pohon hadiah dari Kerajaan Swedia. Di musim dingin, pohon ini ditutup dengan rumah kaca raksasa. Mampir sambil duduk-duduk di tepi sebuh kolam penuh bebek, kami berjalan menuju halte melewati jalan-jalan rindang penuh pohon buah badam (kastania). Sejuk di raga, sejuk di jiwa.

Possibly Related Posts:


Tags: , , ,

One Response to “Schloss Pillnitz, Dresden”

  1. […] setengah hari-an mengelilingi kota, tak semua keindahan berhasil kami rekam. Kami hanya sempat ke Schloss (Istana) Pillnitz di tepi Sungai Elba, serta beberapa bagian Altstadt (kota tua) dan Neustadt (kota […]

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>