jalan-tol-italiaLiburan paskah lalu, kami tak kebagian tiket murah ke tempat-tempat yang diincar. Dengan modal nekat, destinasi diputar ke Perancis Selatan. Di Cote D’Azur tepatnya. Sebab tiket pesawat kesana juga tak murah, kami mencoba menggunakan jalur darat. Naik kendaraan pribadi lebih dari seribu kilometer ke selatan Eropa. Pergi pulang plus perjalanan selama di Cote D’Azur, sekitar 3000 kilometer kami tempuh.

Ini perjalanan panjang pertama kami naik kendaraan sendiri. Biasanya, jika harga tiket masih terjangkau, kami pilih naik kendaraan umum saja. Bapak bisa istirahat, anak-anak pun tak terlalu lelah. Akan tetapi setelah mempertimbangkan banyak hal, termasuk ingin mencari pengalaman baru dan uji kekuatan diri, kami coba tantangan ini.

Tak hanya liburan panjang dengan mobil, di perjalanan ini kami berkemah sekeluarga untuk pertama kalinya. Seminggu lamanya. Makanya mobil kecil kami penuh sesak dengan perlengkapan bertenda, makanan serta pakaian kami.

Saat berangkat agar tak terlalu lelah, kami menginap semalam di Zurich. Apalagi tahun ini vignette Swiss masih berlaku. Rute terdekat dari rumah menuju Nice, dimana kamai berencama berkemah, memang lewat Swiss. Lalu lewat sebagian barat Italia.

Banyak sekali pengalaman baru, unik, menarik, mengesankan kami alami. Seperti perjalanan kami yang lain. Nyaris dua hari berada di mobil sempit memang melelahkan. Dari Swiss menuju Italia, kami berkendara di dalam terowongan terpanjang di Pegunungan Alpen, St. Gotthard-Strassentunnel. Merasakan pergantian cuaca dari dingin ke panas saat masuk Italia. Berganti-ganti mencicipi berkendara di jalan tol Swiss, Italia dan Perancis.

Pulangnya, kami tak lewat Italia, namun lewat jalanan pegunungan batu di Perancis. Sungguh menawan dan menggugah perasaan. Alhamdulillah, walau jalannya petualangan tak semuanya menyenangkan, pengalaman pergi ke sana tetap tak terlupakan.

Possibly Related Posts:


Tags: ,

2 Responses to “Seribu Dua Ratus Kilometer Menuju Mediterania”

  1. syukur says:

    selama liburan ke luar negeri, apa mbak tidak pernah kesulitan mendapatkan makanan halal?

  2. ira says:

    Kami sering bawa bekal sendiri/masak sendiri di tempat liburan. Hemat dan yakin halal. Jarang sekali kami makan di luar.

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>