Sungai Donau di BudapestAda beberapa kandidat tempat ingin keluarga pelancong kunjungi saat liburan musim panas 2007. Ke daerah Skandinavia atau ke Eropa Tengah. Jika ke Skandianavia, mungkin kami hanya akan mengunjungi 1-2 kota di satu negara. Sebab pengeluaran di sana bakal cukup mahal. Jika ke Eropa Tengah kita mungkin bisa mengunjungi 2-3 kota di paling tidak di dua negara berbeda dengan anggaran yang tak jauh beda. Pilihan pun jatuh ke Eropa Tengah. Yakni ke Wina, Budapest dan Bratislava di Slowakia.

Budapest sebenarnya adalah kota utama yang ingin kami kunjungi. Namun jika hanya kesana di tahun 2007 (negara-negara seperti Hungaria dan Slowakia belum resmi menerapkan perjanjian Schengen), kami perlu mengurus visa. Perlu waktu dan biaya tambahan. Sebagai solusi, kami hanya transit saja ke Budapest. Artinya, masuk dan keluar Hungaria dari dua negara berbeda. Yakni masuk dari Austria, dan keluar melalui Slowakia. Orang Indonesia tak perlu visa untuk masuk Slowakia jika kurang dari 30 hari.

Kota-Kota Tepi Donau

Sungai Donau atau Danube, kedua terpanjang di Eropa, terkenal sebab melewati beberapa kota besar di Eropa. Berhulu di Schwarzwald, Jerman, sungai sepanjang 2.888 kilometer ini mengalir ke tenggara Eropa. Bermuara hingga ke Laut Hitam. Alirannya melalui sisi Alpen, Dataran Rendah Pannonis, juga Dataran Rendah Rumania. Airnya menjadi sumber kehidupan bagi sebagian daerah Eropa Tengah dan Selatan. Selain sebagai sumber penghidupan, sungai ini juga dikembangkan sebagai daerah pariwisata.

Kebetulan ketiga ibu kota yang kami kunjungi, yaitu Wina di Austria, Budapest di Hungaria, dan Bratislava di Slowakia dilewati oleh aliran Sungai Donau. Saat ini sedang marak orang berpesiar naik kapal mewah menyusuri sungai ini.

Perjalanan kami lakukan dengan menggunakan kereta api dari Bremerhaven hingga Wina. Juga ke kota-kota lainnya. Dari Bremerhaven menuju Wina, setidaknya kami mesti tiga kali berganti kereta. Naik kereta ekonomi dari Bremerhaven menuju Hannover. Dengan kereta supercepat Jerman ICE menuju Munich, dan disambung kereta malam menuju Wina.

Seharian di Wina, perjalanan kami teruskan menuju Budapest. Tiga malam kami berada di ibukota Hungaria ini. Sebelum melanjutkan kembali dengan menggunakan kereta api ke Bratislava, ibukota Slowakia.

Banyak hal keluarga pelancong alami selama seminggu perjalanan. Dari pengalaman terlama naik kereta api tercepat Jerman InterCity Express (ICE), dehidrasi sebab selama perjalanan suhu udara tak jauh-jauh dari 40 derajat Celsius, senangnya kami mendapatkan beberapa stempel ketika keluar masuk Hungaria dan Slowakia di paspor, hingga kebahagiaan menyaksikan banyak hal-hal baru, bertemu orang-orang baru. Melancong memang tak pernah membuat bosan, yah….:)

Possibly Related Posts:


Tags: , , , ,

3 Responses to “Trilogi Kota-Kota di Tepi Donau : Wina, Budapest, Bratislava”

  1. […] Setiap perjalanan yang kami lalui, tentu saja tak selalu diliputi suka. Ada kalanya suatu perjalanan kami lalui dengan sangat berat. Cuaca, hal-hal non teknis yang muncul secara tak terduga, musibah, mewarnai perjalanan kami selama ini. Salah satunya adalah ketika bertandang ke Eropa Timur di pertengahan musim panas tahun 2007. Inilah seminggu paling panas yang pernah kami rasakan selama di Eropa. Tepat pada saat kami mengunjungi tiga kota tiga negara di tepi Sungai Donau. […]

  2. […] Setiap sungai membawa warna masing-masing. Air sungai Inn yang berhulu di Alpen berwarna hijau, Sungai Donau berwarna kebiruan, sedangkan Sungai Ilz dari rawa-rawa berwarna kehitaman. Saat banjir seratus […]

  3. […] murah dibanding transportasi serupa di Jerman. Halte dimana kami turun letaknya sangat dekat dengan Sungai Danube. Sehingga kami mampir sejenak memperhatikan jembatan, kapal-kapal lewat dan daerah perumahan […]

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>